Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Menko Luhut: Keamanan Kelas Dunia Untuk Pertemuan Tahunan IMF World Bank di Bali

WhatsApp_Image_2018-04-22_at_23.59.27

Maritim – Washington, Managing Director IMF Christine Lagarde dalam rapat terakhir sebelum Menko Luhut B. Pandjaitan meninggalkan Washington DC mengatakan “Saya sangat optimis pertemuan tahunan IMF-World Bank Oktober nanti di Bali akan sukses.” Perempuan asal Perancis ini juga menyatakan bangga memakai kain ulos dalam rapat umum terakhir dengan para petinggi IMF sambil menunjukkan baju yang dibelinya dari perancang Poppy Dharsono dan syal dari perancang Obin. Lagarde yang menyebut dirinya dengan Ibu Lagarde juga menyatakan kemungkinan adanya delegasi yang akan jatuh cinta dengan Bali atau daerah lainnya di Indonesia, “Saya mengingatkan pada pertemuan di Peru ada delegasi memperpanjang kunjungannya untuk membeli kondomium di Lima (ibu kota Peru). “Saya yakin akan terjadi juga di negara anda kemungkinan ada delegasi yang membeli kondominium, vila atau ingin membangun rumah terutama yang akan pensiun,”ujar Lagarde.

Kemudian Menko Luhut menjelaskan persiapan sudah mencapai 70% dan tidak ada persoalan yang berarti. Sebelumnya sekretaris IMF Lie Jiang Hai menyatakan bahwa Agustus mendatang akan melakukan koordinasi kembali dan pertengahan September staf IMF sudah mulai bekerja di Bali. “Infrastruktur, IT, hotel, transportasi, imigrasi yaitu bebas visa dan gratis untuk delegasi, perencanaan evakuasi, keamanan semua sudah terkoordinasi dengan baik dan pada 30 September nanti kita akan sama-sama melakukan upacara sesuai adat Bali di Pura Besakih,” jelas Menko Luhut.

Untuk keamanan telah dilakukan beberapa kali latihan evakuasi bila terjadi erupsi gunung Agung, kesiapan bila ada tsunami, angkatan laut akan siaga, angkutan udara dengan 20 helicopter yang selalu stand by dengan tujuan Banyuwangi daerah terdekat dari Bali.

“Kami akan memberikan pelayanan keamanan kelas dunia,” kata Menko Luhut. Transportasi untuk kepala negara akan disediakan mobil sedan juga untuk pejabat tinggi IMF dan World Bank, sedangkan untuk IMF delegasi lainnya akan disediakan bis dengan 42 shuttle bus, sehingga memudahkan saat menghadiri pertemuan. “Kami akan menyediakan sepeda listrik bagi delegasi yang ingin keliling di sekitar tempat pertemuan dan hal ini juga ingin menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menjaga lingkungan,” tambah Menko Luhut.

Dalam kunjungan di Washington DC ini Menko Luhut juga bertemu dengan CEO Mars, perusahaan coklat yang akan membantu perawatan batu karang di Nusa Dua dan Sanur sebagai bentuk keikutsertaan dalam pertemuan Oktober nanti. Isu penting lainnya mengenai sampah laut yang akan dibahas dalam pertemuan tahunan di mana Indonesia akan menginisiasi dan menunjukkan bahwa masalah ini sudah genting untuk diselesaikan bersama secara global. Juga dalam kunjungan ini dilaporkan hasil dari pertemuan mengenai Blended Finance di antaranya sudah ada yang tertarik untuk investasi geothermal dan waste to energy. Juga sudah ada yang tertarik untuk melihat kemungkinan investasi transportasi, seperti LRT di Jakarta dan Palembang serta keinginan investor dalam bidang teknologi yaitu satelit.
Selain itu berdasarkan pengalaman pertemuan tahunan di negara lain, di mana fasilitas internet kurang bagus jaringannya, maka Menko Luhut memastikan hal tersebut tidak akan terjadi dalam pertemuan di Bali. “Website yang berisi informasi terus akan ditingkatkan seperti yang dikatakan oleh Menkominfo Rudiantara akan menyediakan akses internet terbesar dan tercepat,” lanjut Menko Luhut.

Untuk memberikan pelayanan maksimal panitia juga menyediakan 400 Laison officer terdiri dari anak-anak muda untuk memfasilitasi para delegasi dan juga keluarga mereka yang akan ikut hadir.

Usulan Managing Director IMF Christine Lagarde kepada Menko Luhut untuk menyediakan cinderamata yang tidak memberatkan delegasi dalam bentuk yang mudah dibawa ke negara masing-masing menjadi masukan yang akan sangat diperhatikan oleh panitia. Sedangkan untuk program jurnalis bukan hanya disediakan fasilitas untuk melakukan liputan pertemuan, tapi juga seperti dengan delegasi yang membawa keluarga juga akan difasilitasi membawa mereka ke 16 destinasi wisata di Bali. Semua fasilitas ini terjamin dari segi keamanan karena kepolisian dan militer akan selalu mengawal delegasi, keluarga dan jurnalis yang berada di sana.

Untuk logistik yang dibutuhkan para delegasi seperti percetakan dan kebutuhan lainnya sudah dipersiapkan maksimal. Sedangkan yang masih diusahakan oleh pemerintah Indonesia bersama Garuda yaitu jalan keluar penambahan pesawat dengan kelas bisnis dari Singapura ke Bali.

Hal menarik lainnya rencana makan malam di pelataran patung Garuda Wisnu Kencana yang akan selesai pembuatannya pada Juli mendatang. “Kami akan menyajikan makan malam extravaganza sehingga akan dikenang selamanya oleh Madam Lagarde dan delegasi lainnya,” ujar Menko Luhut.

Setelah mendengar penjelasan Menko Luhut yang sangat rinci, Christine Lagarde bertanya mengenai kemacetan diluar area pertemuan di mana akan ada bis-bis yang akan keluar masuk juga keselamatan para pesepeda listrik. Menko Luhut menerangkan bahwa pihak kepolisian telah membuat perencanaan matang agar tidak terjadi kemacetan juga keamanan bagi pengguna sepeda listrik. Selain itu akan mempertimbangkan hari libur bagi sekolah selama penyelenggaraan pertemuan tahunan. Mendengar penjelasan tersebut Lagarde menyatakan yakin bahwa pertemuan tahunan di Bali akan membawa kenangan terindah untuk para delegasi dan jurnal.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Menko Luhut: Keamanan Kelas Dunia Untuk Pertemuan Tahunan IMF World Bank di Bali