Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Menko Luhut: KEK Bisa Bantu Pertumbuhan Ekonomi Sumbar

menko luhut-kuliah umum di UBH-Padang

Maritim – Padang, Sumatera Barat – Menko Maritim, Luhut B. Pandjaitan mengatakan pemerintah mendukung pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di provinsi Sumatera Barat.

“Pemerintah akan memfasilitasi,” demikian tanggapan Menko Luhut saat Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim meminta pemerintah membantu mengembangkan sektor pariwisata di Sumatera Barat. Hal ini disampaikan saat Menko Luhut menjadi pembicara utama pada “Seminar Menata Potensi Wisata dan Dukungan Infrastruktur Menuju Industri Pariwisata Yang Modern”, di Hotel Grand Inna, Padang, Rabu (7/2) yang dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan sekitar 500 peserta dari Pemda, pelaku pariwisata, dan tokoh masyarakat.

Sebagai tindak lanjutnya, sebelum bertolak kembali menuju Jakarta, Menko Luhut mengundang Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni untuk menggelar rapat koordinasi.

Rapat yang diadakan di Bandar Udara Internasional Minangkabau tersebut mematangkan proses penetapan wilayah Mandeh sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan membahas aspek legal pembentukan KEK berdasarkan pengalaman mendirikan KEK Mandalika dan Badan Otorita Danau Toba.

“Saya senang Bapak Bupati dengan Pak Wagub tadi menyamakan bahasa,” ujar Menko Luhut. Ia menambahkan pentingnya integrasi dan holistik lintas kementerian/lembaga dan berencana mengadakan rapat koordinasi antar-kementerian untuk membahas hal ini pekan depan.

“Saya minta supaya Pemdanya kompak, masyarakat kompak karena pariwisata itu industri yang cepat membuka lapangan kerja, bisa memberi dampak kesejahteraan,” katanya.

Menko Luhut menargetkan proses penetapan KEK Mandeh sendiri selesai dalam waktu yang tidak lebih dari enam bulan, sehingga investor dapat diundang masuk ke Sumatera Barat.

Menko Luhut sendiri berada di Sumatera Barat untuk menghadiri acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2018.

Dalam paparannya, Menko Luhut menyampaikan program strategis untuk pengembangan wilayah terpadu di Pulau Sumatera yang meliputi wilayah Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Riau hingga ke Sumatera Barat. “Program pengembangan wilayah terpadu, pembangunan di semua lini sedang berjalan terpadu sekarang,” jelasnya.

Ia berharap pengembangan industri strategis di Sumatera Barat dapat mencontoh apa yang sudah dikerjakan di Morowali, Sulawesi Tenggara.

“Di Morowali sudah berjalan modelnya, salah satu model dari hulu ke hilir, sekarang PT Semen Padang mau buat Politeknik untuk bisa mendidik di bidang pariwisata dan bidang teknik dan berbagai bidang lainnya atau pertanian. Mereka langsung bisa kerja di sini, jadi jangan orang lain nanti yang datang kesini,” kata Menko Luhut.

Kini, menurutnya, pemerintah sedang membangun proyek infrastruktur dengan masif. Namun untuk mendanai itu semua, tidak cukup menggunakan anggaran pemerintah. Butuh campur tangan investasi swasta. Namun, Menko membantah bahwa cara tersebut merupakan cara pemerintah untuk menjual aset kepada swasta.

“Orang lain mengontrol majority di situ selama 30-40 tahun, selesai itu akan kembali milik kita. Contoh Jagorawi, sekarang Jagorawi sudah bebas selama 40 tahun,” ujarnya. Hal ini, jelas Menko Luhut, disebut sebagai financial engineering atau membangun infrastruktur dalam negeri dengan menggunakan dana dari pihak swasta.

Kolonialisasi Teknologi

Siang harinya Menko Luhut hadir di Universitas Bung Hatta, Padang sebagai pembicara dalam sesi Kuliah Umum.
Ia mengingatkan agar bangsa Indonesia dan para mahasiswa khususnya, menyadari perkembangan dunia dan mampu bernavigasi dalam bidang teknologi demi kepentingan nasional. “Kalau anda mau maju, pikiran harus terbuka jadi ngga boleh picik, teknologi akan mengubah semua. Jika tidak mau ikut berubah, istilah saya kita akan dikolonialisasi secara teknologi oleh negara-negara yang teknologinya lebih maju,” jelasnya.

Di hadapan ratusan mahasiswa yang menghadiri kuliah tersebut, Menko Luhut mengingatkan tentang pentingnya penguasaan teknologi di tengah perkembangan ekonomi dan geopolitik global yang pesat.

Lebih jauh, Menko Luhut menceritakan tentang perubahan peta ekonomi dunia pasca meningkatnya penggunaan teknologi terbarukan untuk menggantikan peran migas.
Menko Luhut juga menceritakan perkembangan ekonomi Tiongkok karena penguasaan teknologinya yang makin pesat.
“Sekarang Tiongkok memerankan peran strategis karena teknologinya, mereka menciptakan teknologi 5G,” katanya. Selain itu tambah Menko Luhut, Tiongkok juga memiliki satelit quantum pertama di dunia. “Sementara, kita mau di mana? kita masih asyik musuhin orang,” pungkasnya.

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Foto Narasi Tunggal Siaran Pers Berita Deputi
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Menko Luhut: KEK Bisa Bantu Pertumbuhan Ekonomi Sumbar