HeadlineBerita

Menko Luhut Kerahkan Tim Khusus untuk Pantau Perkembangan Tol Cisumdawu, Semarang-Demak, dan Exit Tol KIT Batang

Dibaca: 26 Oleh Kamis, 17 Juni 2021Tidak ada komentar
Menko Luhut Kerahkan Tim Khusus untuk Pantau Perkembangan Tol Cisumdawu, Semarang-Demak, dan Exit Tol KIT Batang
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-367/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VI/2021

Marves – Semarang, Menko Luhut menurunkan tim khusus dari Kemenko Marves untuk melihat isu-isu yang menjadi hambatan terkait tol Cisumdawu, Semarang-Demak, dan exit tol KIT Batang. Menko Luhut membahas soal update progres pembebasan lahan dan konstruksi di tol Cisumdawu, isu tanah musnah di tol Semarang-Demak, dan mekanisme penyerahan tanah kepada PUPR di exit tol Kawasan Industri Terpadu (KIT) KIT Batang.

Terkait perkembangan pembebasan lahan dan konstruksi di tol Cisumdawu, terdapat beberapa lahan yang sudah bebas, namun belum dapat dikonstruksi. Oleh karena itu, Menko Luhut instruksikan kepada aparat penegak hukum dapat melakukan pendekatan dan penertiban di lokasi. Progres konstruksi pembebasan lahan pada seksi 1 Cileunyi-Rancakalong sudah mencapai 77,42 persen, seksi 2 Rancakalong-Sumedang 91,99 persen, seksi 3 Sumedang-Cimalaka 100 persen, seksi 4 Cimalaka-Legok 0 persen, seksi 5 Legok-Ujungjaya 0 persen, seksi 6A Ujungjaya-Dawuan 36,83 persen dan 6B sebanyak 11,84 persen.

Kemudian, pada lahan tol Cisumdawu tersebut terdapat overlapping kawasan hutan dengan tanah warga, tanah kas desa, dan tanah adat dan perizinan terkait lahan perhutani, “Perlu percepatan terkait kajian pemberian izin penggunaan kawasan hutan, mengingat target selesai konstruksi yang sudah ditetapkan,” terang Menko Luhut pada Kamis, (17-6-2021).

Baca juga:  Menko Luhut Tapping Program Tokoh Kita JakTV

Menko Luhut yang didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan, Septian Hario Seto pada rakor yang dilaksanakan pada Selasa, (15-6-2021) secara virtual melaporkan, bahwa tanah wakaf dan tanah kas desa hingga saat ini belum bebas, karena proses penilaian yang telah dilakukan dianggap sudah outdated (dilakukan pada 2012), sehingga diperlukan diskusi lebih lanjut terkait ketentuan penilaian ulang.

Terkait perkembangan ruas tol Semarang-Demak telah menjadi perhatian presiden. Hasil kunjungan presiden pada 11 Juni 2021 lalu, bahwa perlunya tambahan lahan pembebasan di sisi dalam tanggul, karena berpotensi menjadi kering dan menjadi masalah ke depannya jika tidak dibebaskan.

“Sebagai catatan, ruas Semarang-Demak ini juga menjadi perhatian presiden beberapa waktu lalu yang sudah melakukan kunjungan ke ruas Semarang-Demak, hingga sepatutnya isu tanah musnah ini bisa kita selesaikan secara cepat,” jelas Menko Luhut.

Dilaporkan bahwa, progres konstruksi pembebasan lahan pada seksi 1 Cileunyi-Rancakalong sudah mencapai 77,42 persen, seksi 2 Rancakalong-Sumedang 91,99 persen, seksi 3 Sumedang-Cimalaka 100 persen, seksi 4 Cimalaka-Legok 0 persen, seksi 5 Legok-Ujungjaya 0 persen, seksi 6 Ujungjaya-Dawuan 36,83 persen (6A) dan 11,84 persen (6B).

Baca juga:  Pemerintah Serius Genjot Pariwisata Indonesia

Kemudian, terkait perkembangan ruas tol Semarang-Demak telah menjadi perhatian presiden. Hasil kunjungan presiden pada 11 Juni 2021 lalu, bahwa perlunya tambahan lahan pembebasan di sisi dalam tanggul, karena berpotensi menjadi kering dan menjadi masalah ke depannya jika tidak dibebaskan. Lahan yang telah bebas sebanyak 960 dari 1.605 bidang atau 92,80 Ha dari 535,10 Ha (17,34 persen).

BIRO KOMUNIKASI
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KEMARITIMAN DAN INVESTASI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel