Berita

Menko Luhut: Koordinasi dan Kekompakan Menjadi Kunci Menurunkan Angka Konfirmasi Positif Covid-19 di Jawa Tengah

Dibaca: 62 Oleh Selasa, 13 Oktober 2020Tidak ada komentar
Menko Luhut: Koordinasi dan Kekompakan Menjadi Kunci Menurunkan Angka Konfirmasi Positif Covid-19 di Jawa Tengah
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Jakarta, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut B. Pandjaitan melakukan rapat bersama seluruh jajaran pemerintah daerah Jawa Tengah. Rapat ini merupakan rapat monitoring rutin untuk melihat tren kasus Covid-19 yang terjadi di beberapa wilayah di Jawa Tengah (Senin, 12-10-2020). Dalam rapat ini Menko Luhut menyatakan bahwa, terdapat kenaikan kasus konfirmasi mingguan di Provinsi Jawa Tengah, tetapi di sisi yang lain terdapat juga tren kasus mortalitas yang menurun.

“Kita khusus ketemu Jateng karena ada masalah serius untuk kita hadapi bersama. Dalam 7 hari terakhir, Provinsi Jawa Tengah masih punya kenaikan kasus Covid-19 yang meningkat, tapi mortalitasnya rendah memang. Apabila data 7 hari terakhir dibandingkan dengan minggu – minggu sebelum-sebelumnya, provinsi Jawa Tengah masih memiliki tren kasus mingguan yang terus meningkat. Namun, di sisi yang lain, kasus mortalitas di Jawa Tengah secara mingguan memiliki tren yang menurun sejak pertengahan September,” kata Menko Luhut.

Melanjutkan penjelasannya, Menko Luhut juga mengatakan angka recovery rate Provinsi Jawa Tengah masih berada di bawah angka recovery rate nasional sebesar 76,5%. Walaupun begitu, selama Bulan September pertengahan hingga sekarang, recovery rate di Jawa Tengah mengalami kabar baik berupa peningkatan dari 65% menjadi 71% pada 11 Oktober 2020. Walau recovery rate kian membaik per Oktober 2020, Menko Luhut juga mengingatkan untuk terus mengontrol Bed Occupancy Rate (BOR) di ICU Provinsi Jawa Tengah, karena terjadi kenaikan beberapa persen di bulan Oktober.

“ Untuk recovery rate di Jawa Tengah memang menurun dan hal ini perlu dijaga oleh kita semua, tetapi jangan lupa juga untuk melihat BOR di Jawa Tengah. Ini juga perlu diwaspadai, karena sudah 65.1% sejak pertengahan September, tingkat BOR ICU Jawa Tengah selalu berada di bawah 60%. Namun per 11 Oktober, angka BOR ICU Jateng naik hingga mencapai 65%. Semua jajaran perlu memperhatikan hal ini, mulai dari tenaga kesehatan, rumah sakit, hingga aparat Polda dan Pangdam Jawa Tengah, mengingat kasus konfirmasi masih terus bermunculan,” lanjut Menko Luhut.

Baca juga:  Pengembangan Garam Farmasi Terhadap Industri Medis

Kasus konfirmasi aktif yang terjadi ada di beberapa kabupaten dan kota yang masih memiliki kasus aktif tertinggi yaitu Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Pati, Kudus, Kebumen, Wonosobo, Brebes, dan Sukoharjo. Walaupun begitu, tren mingguan menunjukkan bahwa angka kasus di Kota Semarang sudah menunjukkan tren yang lebih positif, namun untuk wilayah lain seperti, Kabupaten Semarang, Kebumen, Wonosobo, Brebes, dan Sukoharjo pada beberapa minggu terakhir menunjukan tren angka kasus yang terus meningkat. Menko Luhut pada akhirnya mengingatkan kepada seluruh jajaran untuk terus berkoordinasi antara pihak pemerintah di masing-masing daerah dan aparat setempat.

“Tolong dari data ini, bapak dan ibu bupati wajib waspada. Kota Semarang ada 9.648 yang terkonfirmasi kasus konfirmasi aktif, kemudian ada kasus kematian 644 jiwa. Tertinggi di Kota Semarang. Kota Semarang dan Pati sudah mengalami penurunan tren. Walaupun begitu untuk daerah seperti Kebumen, Wonosobo, Brebes, dan Sukoharjo juga punya kenaikan yang signifikan untuk kasus konfirmasi. Untuk beberapa daerah ini mohon setiap bupati terus memperhatikan angka ini dan berkoordinasi dengan semua pihak untuk menurunkan angka konfirmasi aktif di daerah ini. Tren di Jateng sebetulnya sudah cukup bagus, tapi ada beberapa titik perbaikan yang perlu percepatan perbaikan di Jateng,” katanya.

Baca juga:  RZWP3K, Salah Satu Fokus Terciptanya Alur Pelayaran Baru Selat Malaka

Melanjutkan, Menko Luhut memerintahkan Pemda setempat seperti gubernur dan bupati untuk memperkuat kerja sama dengan aparat di tingkat Polda dan Pangdam, Polres, dan juga Polsek setempat.

“Harus diintensifkan operasi untuk menurunkan kasus konfirmasi ini antara Pemda setempat seperti Gubernur dan Bupati di masing-masing daerah, terutama daerah yang masih memiliki peningkatan yang signifikan dengan aparat Polri dan TNI. Mohon operasinya dari Kapolda dan Pangdam, anda bisa melakukan tindakan yang lebih terukur. Fokus kepada wilayah yang mengalami kenaikan kasus yang signifikan. Wilayah yang memiliki kasus konfirmasi yang meningkat mohon semua bahu-membahu,” tambah Menko Luhut.

Perintah Menko Luhut langsung ditanggapi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Dimana ia bersedia dan memang selalu mengutamakan kerja sama untuk menyelesaikan permasalahan kasus konfirmasi aktif yang masih bertambah.

“Kita siap Pak Luhut, untuk menyambut kawan-kawan yang ingin membantu, terutama bekerja sama dengan seluruh pihak terkait di Pemda dan juga dengan para aparat. Kita sudah menerapkan mikrozonasi, dimana dengan strategi itu, kita bisa mengunci pada level yang lebih kecil. Jadi sesuai dengan arahan Bapak, kita bisa langsung on target untuk mengirimkan bantuan seperti obat dan peralatan kesehatan lainnya. Kami juga sedang berhati-hati di beberapa kluster seperti kluster pondok pesantren layaknya pondok pesantren Al Hidayah, kluster bencana alam, dan juga kluster demo. Ketiga kluster ini, menjadi tiga kluster yang menjadi prioritas kami untuk ditangani dengan cepat,” ujar Gubernur Ganjar.

Senada dengan Gubernur Jawa Tengah, Bupati Semarang juga menyatakan hal yang senada mengenai kluster-kluster di tempat umum yang menjadi perhatian mereka.

Baca juga:  Rakor di Toba, Menko Luhut Bahas Perkembangan Danau Toba dan Borobudur

“Kluster pasar masih paling banyak, tetapi sudah dilaksanakan patroli di tempat keramaian seperti itu. Tempat pagelaran kesenian juga, seperti pewayangan. Kemudian terkait adanya Pilkada, kampanye yang ingin dilakukan di sebuah desa atau wilayah, harus dilihat dulu apakah wilayahnya sudah aman atau belum,” ujar Bupati Mundjirin.

Pada akhirnya dari jajaran aparat, yaitu Pangdam Diponegoro menanggapi terkait hal ini, dimana mereka siap untuk berkoordinasi dalam memberantas kasus konfirmasi aktif di kluster-kluster yang ada.

“Operasi TNI dilaksanakan di seluruh wilayah di Jawa Tengah, tetapi memang ada beberapa daerah yang belum terlaksana dengan baik. Di sini kami meminta untuk setiap jajaran Pemda di tiap tempat, untuk selalu berkoordinasi dengan kami. Ke depannya kami harap bisa semua wilayah tercover dengan koordinasi yang lebih efektif dengan seluruh TNI di wilayah Jawa Tengah,” ujar Mayor Bakti selaku Pangdam Jateng.

Menko Luhut juga menjelaskan mengenai pentingnya sikap disiplin dan kekompakan dalam menangani Covid-19 ini.

“Disiplin dan kekompakan jadi kunci untuk mencegah virus ini. Dengan kita disiplin dan kompak, saya yakin setiap daerah yang kasusnya naik tadi, bisa turun dengan cepat dan dua minggu dari sekarang sudah ada perubahan yang lebih signifikan,” ujar Menko Luhut memberikan semangat dalam menangani Covid-19 di Jawa Tengah.

Rapat ini dihadiri oleh Gubernur Jateng, kemudian dari pihak aparat terdapat Pangdam Jateng dan Kapolda Jateng, rapat juga dihadiri oleh Kepala BNPB, Dirjen Yankes Kementerian Kesehatan, Farmalkes, Dirjen P2P Kementerian Kesehatan, Bupati Brebes, Bupati Sukoharjo, Bupati Kebumen, dan Bupati Semarang.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel