PPKM DaruratBerita

Menko Luhut Minta Kementerian dan Lembaga Terkait Bersinergi Atasi Peningkatan Limbah B3 Medis Covid-19

Dibaca: 87 Oleh Jumat, 30 Juli 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 07 30 at 4.07.18 PM
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-468/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VII/2021

Marves–Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan berkoordinasi dengan berbagai Kementerian Lembaga untuk menindaklanjuti Rapat Terbatas Presiden mengenai Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3) Medis COVID-19 melalui rapat koordinasi yang dilaksanakan pada Kamis, (29-07-2021).

“Peningkatan limbah B3 medis mencapai perkiraan 18 juta ton bulan ini, sangat membahayakan buat kita semua,” buka Menko Luhut. Ia memberikan instruksi bagi berbagai K/L terkait untuk dapat bersinergi dan bekerja langsung dalam menangani persoalan ini. “Kita butuh kerja cepat dan bantuan dari semua pihak, tidak ada waktu main-main, kita langsung eksekusi saja,” tambahnya.

Menurutnya, untuk menurunkan laju limbah B3 medis ini dengan cepat, perlu pemanfaatan alat pengolahan seperti Insinerator, RDF, Autoclave. “Semua harus dalam negeri, agar cepat selesai dan tidak ditunda-tunda,” jelasnya. Dia mengimbau BUMN seperti PT. Pindad untuk mengerahkan unit-unit insineratornya dan memproduksinya dengan kapasitas yang lebih tinggi. Ia juga mendorong percepatan industri lainnya seperti RDF.

Baca juga:  Menko Luhut Rakor Lanjutan Tentang Penyelesaian Jalan Tol Cisumdawu

Sesuai dengan instruksi Presiden, beberapa solusi cepat harus dilaksanakan, seperti melakukan pembakaran sampah di pabrik semen terdekat. Selain itu, Menko Luhut minta Kementerian LHK dan BUMN melakukan identifikasi penyedia produk teknologi pengolah limbah yang memenuhi standar. “Saya juga minta ada pembangunan fasilitas yang terintegrasi di lokasi prioritas pada PUPR,” ungkapnya.

Selain itu, Menko Luhut mengatakan harus ada pembangunan dropbox sampah yang berada di berbagai titik strategis sebagai pemisah dari sampah biasa agar lebih mudah di akses. “Plastik kuning khusus sampah medis juga harus diperbanyak produksinya dan disebarkan ke berbagai daerah,” ingatnya. Soal pembiayaan pun, lanjut Menko Luhut, juga harus didiskusikan dengan Kemenkeu untuk menganggarkan pembangunan incinerator ini.

“Saya juga imbau Kementerian Kesehatan dapat memberikan instruksi ke Rumah Sakit atau fasilitas kesehatan supaya memilah sampahnya dari awal, agar lebih mudah ditangani nantinya,” tambah Menko Luhut. Semua aspek diharapkan dapat bersinergi dan berkolaborasi sesuai dengan kemampuannya masing-masing demi menuntaskan persoalan ini.

Dalam rakor ini, Menteri LHK memberikan laporan rinci terkait teknis pelaksanaan pengelolaan Limbah B3 Medis di lapangan. Ia menjabarkan berbagai tantangan khususnya di beberapa provinsi yang belum memiliki tempat pengelolaan limbah medis, “Seperti Provinsi Riau, sampah medis begitu besar tetapi tidak bisa diolah disana,” ungkapnya. Menurutnya pula, ini dapat menjadi peluang investasi baru baik bagi pemerintah pusat maupun daerah sekaligus menyelamatkan lingkungan. Selain itu,

Baca juga:  Menko Luhut Meeting Bersama Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi

Menko Luhut juga memberikan instruksi langsung bagi Kementerian Dalam Negeri untuk membuat surat instruksi terkait pengelolaan limbah B3 medis ini, “Sifatnya bukan edaran, tetapi instruksi,” tegas Menko Luhut.

Menko Luhut juga mengimbau agar permasalahan limbah ini tidak membebani masyarakat lebih dalam lagi. Ia ingin memastikan bahwa persoalan limbah ini tidak memberikan efek lainnya kepada masyarakat, “Jangan sampai limbah beracun itu membuat masyarakat terkena penyakit atau bahaya lainnya,” tegasnya. Menurutnya, sinergi semua K/L seperti sekarang ini dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel