Berita

Menko Luhut Optimalkan Belanja PDN dan UMK Serta Manfaatkan e-Elektronik

Dibaca: 73 Oleh Selasa, 24 Mei 2022Tidak ada komentar
15AE0E5B 7AF3 451D 9A5F D4D440E8722E
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menghadiri Pengarahan Presiden RI dan Evaluasi Aksi Afirmasi Peningkatan Pembelian dan Pemanfaatan Produk Dalam Negeri Dalam Rangka Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) di Jakarta Convention Center, Selasa (24-5-2022).

Dalam sambutannya Menko Luhut mengatakan akan terus melakukan koordinasi untuk memastikan belanja Produk Dalam Negeri (PDN) dan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) serta pemanfataan katalog elektronik bisa terealisasi secara optimal.

“Per 23 Mei 2022, dari Rencana Umum Pengadaan melalui Penyedia sebesar Rp 586 triliun, telah terealisasi belanja PDN Rp 109,3 triliun. Kami terus mempercepat realisasi belanja PDN sesuai arahan Bapak Presiden,” kata Menko Luhut.

Menko Luhut juga melaporkan bahwa saat ini pihaknya telah mengkoordinasikan adanya perubahan signifikan dan besar-besaran pada sistem belanja negara, termasuk di LKPP. Sesuai dengan arahan Presiden kami mengawal sehingga terjadi pemangkasan tahapan birokrasi pada sistem katalog elektronik, dari 8 tahap menjadi 2 tahap untuk e-Katalog Nasional, dan dari 9 tahap menjadi 2 tahap untuk e-Katalog Lokal.

Baca juga:  Menko Marves Menjadi Pembicara dalam Rakornas Investasi Tahun 2020

“Saat ini, jumlah produk yang tayang pada Katalog Elektronik mencapai 340.342 produk dan sesuai arahan Bapak Presiden, akan bisa mencapai 1 juta produk pada akhir 2022,” tambahnya.

Lebih lanjut Menko Luhut menyampaikan mengenai pembenahan yang lain yaitu setelah 15 tahun lamanya, SAKTI (Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi) di Kementerian Keuangan akhirnya bisa terintegrasi dengan SIKAP (Sistem Informasi Kinerja Penyedia.

“kami juga terus mengawal penyamaan harmonisasi sistem Kodefikasi bersama BPS,” jelasnya.

Sembari menunggu harmonisasi kodefikasi tuntas, kami mulai menyiapkan konsolidasi belanja negara. Konsolidasi belanja membuat penggunaan APBN/APBD lebih efisien, sehingga dananya bisa semakin optimal digunakan untuk berbagai kepentingan masyarakat pungkas Menko Luhut.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

No.SP-165/HUM/ROKOM/SET.MARVES/V/2022

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel