BeritaSiaran Pers

Menko Luhut : Organisasi dan Pegawai Kemenko Kemaritiman Harus Kompak dan Berkarakter Kuat

Whatsapp Image 2019 05 02 At 18.31.30 3
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Maritim-Jakarta, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan menegaskan bahwa, organisasi Kemenko Kemaritiman, berikut seluruh unsur yang ada di dalamnya harus memiliki karakter kuat.

“Organisasi ini harus berkarakter, walau kita datang dari berbagai sumber, namun harus ada warna dari Kemenko Kemaritiman ini sendiri. Jadi saya mohon agar anda semua yang ada disini harus menyesuaikan diri dengan bidangnya dan ahli di dalam bidangnya. Intinya adalah bagaimana kita harus bisa membuat segalanya terintegrasi, kita coba buat dengan team work yang baik, dan kita juga harus kompak,” ujar Menko Luhut dalam sambutannya di acara Silaturahmi Menyambut Bulan Ramadhan 1440 H, digelar di Jakarta, Kamis (02/05/2019).

Menko Luhut lalu menjawab pertanyaan salah satu Penasehat Ahli Menko Kemaritiman, Laksamana (purn) Marsetio yang menanyakan kenapa selalu mengadakan acara bersama para karyawan Menko Luhut pun menjawab, karena dirinya ingin selalu dekat dan berinteraksi dengan para pegawai di lingkup Kemenko Kemaritiman, selain itu juga untuk membangun kebersamaan. Pada kesempatan tersebut, Menko Luhut juga tidak lupa untuk memberikan pesan-pesan positif menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

“Ini adalah kebiasaan saya dimanapun saya bertugas, saya ingin bangun kebersamaan dan kekompakan, memasuki bulan Ramadhan nanti jagalah sikap kita, kita harus sampaikan pesan-pesan kedamaian. Nanti laksanakan puasa dengan baik dan tidak hanya sekedar menahan lapar dan haus, saya pernah berpuasa penuh selama di Mesir pada satu waktu penugasan, saya gunakan kesempatan itu untuk merefleksikan diri saya, seraya berdoa agar Tuhan selalu membimbing kita,” ucapnya.

Acara ini turut diisi dengan tausiyah dari Ulama kenamaan, Alwi Shihab. Salah satu poin yang diangkat dalam tausiayah itu adalah, keutamaan dan hidayah seorang muslim yang berpuasa pada bulan Ramadhan.

“Kita sekalian yang akan berpuasa pada bulan Ramadhan, agar kita sekalian nanti bisa melakukan introspeksi, apakah kira-kira harapan Tuhan yang Maha Kuasa kepada kita umat Islam yang akan berpuasa sudah sesuai atau belum sesuai, atau sekadar mana kita bisa mencapai keinginan Allah SWT. Intinya semua aktifitas yang dilakukan oleh orang yang berpuasa ini tujuannya hanya satu, yakni mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dan, janganlah kita menganjurkan orang untuk berpuasa, tetapi sifat kita justru menjauhkan diri dari Allah SWT,” ujarnya.

Pada acara tersebut, keempat Deputi lingkup Kemenko Kemaritiman juga berkesempatan untuk memaparkan capaian yang akan, sedang dan sudah dilaksanakan oleh Kedeputiannya.

Seperti misalnya Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Purbaya Yudhi Sadewa yang antara lain menyatakan bahwa, pihaknya terus memantau capaian Kebijakan Kelautan Indonesia (KKI) jilid I dan juga terus menjaga kedaulatan nasional diantaranya melalui proses perundingan perbatasan maritim dengan negara tetangga Indonesia.

“Setiap Kementerian mempunyai target KKI yang dimonitor dan setiap 3 bulan sekali kami laporkan kepada Presiden dan dilaporkan secara berkala. Dan kami yakin implementasi KKI akan semakin mantap ke depannya. Kami juga sedang menyusun Kepres Kawasan Dasar laut, RUU Zona Tambahan dan RUU Landas Kontinen. Telah kita lakukan juga ialah, yang pertama kita sudah mempercepat perundingan perbatasan maritim RI – Malaysia pada tanggal 24 April 2019 dan untuk RI – Timor Leste dan RI – Vietnam akan diadakan segera, Kemenko Kemaritiman akan terus terlibat dalam setiap perundingan tersebut,” ujarnya.

Sementara, Deputi Bidang Koordinasi SDA dan Jasa Kemenko Kemaritiman, Agung Kuswandono menjelaskan perihal keluhan mengenai sulitnya perizinan kapal ikan para nelayan, yang notabene sebagai pihak paling struktural dan potensial dalam kemaritiman nasional. Untuk itu, pihaknya sedang membuat database kapal perikanan Indonesia.

“Jadi semua kapal perikanan yang saat ini datanya ada sekitar 550.000 se-Indonesia itu harus kita masukkan ke dalam database nasional, jadi nantinya diharapkan tidak ada lagi mereka memohon-mohon perizinan yang membuat mereka kesulitan. Hasilnya, penerimaan dari sektor perikananan akan bisa kita monitor harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Data ini bisa dipakai oleh K/L terkait lainnya dan juga untuk Provinsi serta Kab/Kota,” jelasnya.

Kemudian, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Kemaritiman, mengungkapkan mengenai kerjasama Indonesia – Tiongkok yang jauh dari kata “menjual negara”. Ia pun menegaskan, bahwa kerjasama tersebut tetap berlandaskan prinsip kehati-hatian dan juga antara Perusahaan-perusahaan Indonesia dan Perusahaan-perusahaan Tiongkok, bukan antar pemerintah kedua negara.

“Kami garis bawahi disini sekali lagi, urusan kita dengan Tiongkok bisa dipastikan tidak ada niat kita untuk menjual NKRI. Sebetulnya upaya kita ini adalah menarik investasi Tiongkok yang tidak akan menjadi hutang pemerintah, apapun yang terjadi nantinya tidak ada satu rinminbi pun yang akan menjadi tanggungan pemerintah, namun kita mendorong perusahaan-perusahaan Indonesia untuk bekerjasama denga perusahaan Tiongkok untuk memanfaatkan “dana murah” yang disediakan oleh Tiongkok. Pada tahun 2030, Tiongkok diprediksi akan menjadi ekonomi terkuat di dunia,” tegasnya.

Lebih lanjut, Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim yang diwakili oleh Sekretaris Deputi Elvi Wijayanti, memaparkan mengenai perkembangan implementasi kurikulum kemaritiman, dan juga mengenai inisiasi Kemenko Kemaritiman untuk mendirikan Universitas Maritim Indonesia.

“Perkembangan implementasi kurikulum maritim, ini adalah tindak lanjut dari MoU kita antara Menko Maritim dengan Mendikbud pada tahun 2017, tentang pengarus utamaan kemaritiman dalam pembangunan pendidikan dan kebudayaan. Saat ini sejak tahun 2018 sudah diimplentasikan di sekolah-sekolah percontohan di 13 provinsi dan sisanya 21 provinsi lainnya akan diselesaikan pada tahun 2019. Kami juga inisiasi pendirian Universitas Maritim Indonesia, tadi sudah disampaikan naskah akademik kepada Pak Menko. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dan sudah sepantasnya kita memiliki Universitas Maritim Indonesia,” terangnya.

Acara Silaturahmi Menyambut Bulan Ramadhan 1440 H, dihadiri oleh Penasehat Ahli, Tenaga Ahli dan para Staff Ahli Menko Kemaritiman dan juga oleh segenap pejabat di lingkup Kemenko Kemaritiman, dimulai dari pejabat Eselon I,II, III dan IV serta seluruh pegawai.

Whatsapp Image 2019 05 02 At 18.31.30 2

 

Whatsapp Image 2019 05 02 At 18.31.30

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel