Siaran Pers

Menko Luhut : Pemerintah Siapkan Regulasi Pencegahan dan Penanganan Bencana Lebih Terpadu

Oleh 28 Des 2018 Januari 2nd, 2019 Tidak ada komentar
Menko Luhut : Pemerintah Siapkan Regulasi Pencegahan dan Penanganan Bencana Lebih Terpadu
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Maritim-Banten, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan menyatakan bahwa saat ini pemerintah sedang memproses aturan yang bertujuan agar pencegahan dan penanganan bencana antara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan SAR Nasional (Basarnas) dan institusi terkait lainnya lebih terpadu.

“Berkaca dari pengalaman peristiwa sebelumnya, kita sekarang sedang proses aturan tersebut. Diakui memang ada kekosongan, dan masih ada masalah yang sudah bertahun-tahun. Nah sekarang saatnya kita ubah, pada bulan Januari nanti rencananya akan kita keluarkan setelah Rapat Terbatas dengan Presiden,” ujar Menko Luhut yang didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Kemaritiman Ridwan Djamaludin, Kepala Basarnas M. Syaugi dan Bupati Pandeglang Irma Narulita saat meninjau langsung penanganan pasca bencana tsunami di Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (28/12/2018).

Menko Luhut menjelaskan, nantinya dalam regulasi tersebut diantaranya akan ada skema early warning system (sistem peringatan dini) yang akan dibuat lebih terpadu. Sehingga dengan demikian antisipasi awal akan lebih baik dari saat ini.

“Misalnya dari BMKG yang bekerjasama dengan Kementerian ESDM telah membuat data digital dari awalnya yang analog. Artinya apa? Data itu sudah mulai terintegrasi. Kita targetkan setelah regulasi ini keluar, keterpaduan akan lebih baik lagi,” tambahnya.

Sejauh ini pemerintah berencana segera memasang piranti early warning system di 3 pulau yang berdekatan dengan Gunung Anak Krakatau yaitu, pulau Krakatau, pulau Sertung, dan pulau Panjang. Selain itu juga akan dipasang di wilayah Pulau Semeleu, Mentawai, lepas pantai Padang, Bengkulu dan daerah lain yang dipandang rawan.

Hoax di Tengah Bencana

Menko Luhut pun menegaskan, bahwa jangan ada lagi kabar bohong (hoax) di tengah bencana, karena seperti diketahui, masyarakat yang ditimpa bencana tsunami di wilayah Banten sangat rentan termakan isu hoax.

“Jangan lagi ada kabar hoax, sebab ini menyangkut nyawa manusia! Saya juga apresiasi pihak TNI dan Pemda yang pasang badan langsung untuk menenangkan masyarakat,” tegasnya.

Menko Luhut juga menilai, penanganan pasca bencana ini dinilainya sudah sangat baik. Adakalanya disana-sini masih ada kekurangan, namun lanjut Menko Luhut segala hal itu akan terus diperbaiki.

“Jadi jangan dibilang ini terlambat, saya telepon langsung Ibu Bupati beberapa jam setelah kejadian, unsur-unsur di daerah langsung bergerak cepat dengan membangun posko terpadu. Saya menjamin negara akan selalu hadir, walaupun bencana ini masalah daerah, namun pusat akan terus membantu dan mendukung sepenuhnya,” tutup Menko Luhut.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel