Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Menko Luhut: Peningkatan produksi garam harus diiringi peningkatan kesejahteraan petani.

WhatsApp_Image_2017-08-30_at_17.31.49

Maritim – Sumenep, Menko bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan mengatakan pemerintah telah merencanakan sejumlah program demi meningkatkan produksi, kualitas garam produksi PT Garam serta produksi petani.

“Pesan Presiden, selain kita meningkatkan produksi dan kualitas garam para petani garam ini harus naik peringkatnya,” ujarnya kepada media saat mengunjungi lahan pegaraman PT Garam di desa Kalianget, Sumenep, Jawa Timur Rabu (30/8). Pemerintah lanjut Menko Luhut punya kewajiban untuk membantu menyiapkan prasarana untuk pengolahan garam.

“Pemerintah seperti diatur oleh undang undang punya kewajiban untuk menyiapkan, membantu infrastruktur untuk garam. Pemerintah akan menyiapkan air tua secara gratis dengan kualitas baik dengan kadar NaCl diatas 97 persen. Dengan begitu biaya produksi bisa ditekan dan hasilnya bisa maksimal, “jelasnya.

Air tua adalah sari air laut yang akan diolah menjadi kristal atau butiran garam.

Menko Luhut menjelaskan kesejahteraan petani menjadi fokus pemerintah dalam hal ini.
“Saya sudah rundingkan dengan Pak Bupati Busyro (Karim) supaya nanti petani garam itu yang kecil-kecil itu nanti dijadikan satu jadi dibentuk wadah koperasi. Kami sedang menghitung nanti apa bisa biaya produksi turun ke Rp 350 perkilonya, atau Rp. 300 atau mungkin bisa kurang lagi,” ujarnya.

Saat berdialog dengan beberapa petani di halaman PT Garam, Menko Luhut menjawab pertanyaan seorang petani yang menanyakan mengapa pemerintah tidak menunjukkan keseriusan menangani hal ini, ia mengaku pemerintah pernah kurang serius dalam hal ini.

“Ada juga permainan yang dilakukan oleh tengkulak, nah sekarang pemerintah serius menangani masalah ini, ” jawabnya. Sembari meminta petani garam harus kompak dan terintegrasi sehingga mudah melakukan konsolidasi dengan pemerintah dan PT Garam dan Bupati diminta membantu menyosialisasikannya.

Menko Luhut mengaku akan berupaya untuk menjaga agar petani dapat menjual dengan harga yang pantas.

“Harga garam paling murah antara Rp 750,-sampai Rp. 1000,- per kilogram. Dengan harga ini, petani bisa untung antara Rp. 600,- atau Rp.800,- rupiah per kilo gram,” tambahnya.

“Tanpa kerja sama semua pihak, pemerintah untuk berswasembada garam di 2019 akan sulit terealisasi,” kata Menko Luhut.

Ia mengatakan pihaknya menginginkan garam harga garam KW1 adalah Rp 2,5 juta, KW 2 Rp 2 juta dan KW 3, Rp 1,5 juta per ton. Harga garam di tingkat petani saat ini untuk KW 1 adalah Rp 1,2 juta/ton.

Ia mengatakan garam beryodium amat penting untuk pertumbuhan generasi mendatang.
“Kekurangan yodium akan menyebabkan anak-anak kita bodoh dan tentunya kondisi tersebut sangat tidak bagus bagi generasi penerus bangsa pada masa mendatang,” ujar Menko Luhut.

Dalam prorgram pemerintah terdapat juga rencana ekstensifikasi lahan di beberapa tempat sebesar 11422 ha, antara lain di NTT, NTB dan Sulawesi yang akan dikelola PT Garam dan tidak menutup kemungkinan untuk swasta juga ikut andil. Menko Luhut mengatakan rencana swasembada ini juga mencakup garam industri karena Indonesia tidak boleh terus menerus mengimpor garam.

Pesantren

Dalam kunjungan ke Pulau Madura ini, Menko Luhut juga berkunjung ke beberapa pesantren seperti Pondok Pesantren Nurul Cholil dan Ponpes Syaikhona Muhammad Cholil di Bangkalan. Menko Luhut minta bantuan warga Ponpes untuk juga dapat membantu masalah defisit garam dan petani garam.

“Nanti saya akan mohon bantuan Bapak-bapak Kyai di sini untuk juga kita mendidik masyarakat petani garam supaya bisa bersatu, bekerja dengan profesional dengan nanti banyak tentu fasilitas yang akan dibantu oleh Pemerintah,” katanya.

Menurutnya Madura punya banyak potensi yang bisa digali untuk kesejahteraan warganya.

“Potensi Madura kan banyak, di sini ada rumput laut di sekitar ini banyak, potensi gas juga ada, minyak dan tinggal dieksplorasi. Garam ini juga luas ada 11 ribu hektar lebih di sini, ini juga bisa dikelola dengan baik,” kata Menko Luhut.

Kepada para santri di kedua ponpes ia berpesan untuk serius belajar dan percaya diri.
“Kuncinya di pendidikan, mulai dari ponpes ini belajar yang tekun dan kerja keras, bagi yang pintar di ponpes ini silahkan sampaikan ke saya, saya bisa kirim ke sekolah-sekolah yang bagus,” janjinya.

Pada kunjungan tersebut, Menko Luhut menyampaikan sumbangan hewan qurban untuk perayaan Idul Adha di kedua ponpes itu.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Menko Luhut: Peningkatan produksi garam harus diiringi peningkatan kesejahteraan petani.