HeadlineBerita

Menko Luhut: Program Indonesia Coral Reef Garden Memiliki Dampak Positif Bagi Ekonomi Masyarakat

Dibaca: 41 Oleh Selasa, 6 Juli 2021Juli 7th, 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 07 06 at 15.28.20 1
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-404/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VII/2021

Marves – Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan mengatakan bahwa Program Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) merupakan salah satu upaya perbaikan ekosistem laut melalui penanaman bibit terumbu karang dan pusat pendidikan serta ekonomi baru melalui pengembangan sarana prasarana eco-eduwisata.

Program ini diinisiasi oleh Kemenko Marves dan didukung oleh Kemenkeu dan Gubernur BI bersama IMF pada peluncuran pertama kali, Oktober 2018 di Nusa Dua Bali yang bertepatan dengan pelaksanaan Annual Meeting IMF-WB 2018.

“Program PEN Padat Karya Restorasi Terumbu Karang 2020 yang merupakan respon atas penurunan aktivitas masyarakat yang berdampak pada ekonomi akibat COVID-19, khususnya sektor informal atau UMKM, telah berdampak positif,“ kata Menko Luhut dalam rapat koordinasi secara vitual, Selasa (06-07-2021).

Menko Luhut menjelaskan bahwa ada sejumlah dampak positif yang dihasilkan dari program ICRG sejak dilaksanakan dan berlangsung hingga saat ini. Misalnya menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 11 ribu orang; memperbaiki/restorasi ekosistem terumbu karang seluas 74,3 Hektar, dan menciptakan atraksi baru wisata bahari di kawasan Nusa Dua, Pandawa, Serangan, Sanur, dan Buleleng di Provinsi Bali; serta terlibatnya masyarakat secara langsung sehingga nilai manfaat ekonomi keluarga masyarakat pesisir diperoleh melalui serapan upah yang mencapai Rp41 miliar.

Baca juga:  Menko Luhut Melakukan Meeting Dengan DPD RI

“Hasil monitoring Mei 2021 di lokasi ICRG 2018 dan ICRG 2020 menunjukkan adanya perbaikan ekosistem terumbu karang dan kualitas perairan serta sejalan dengan hal itu, mulai adanya pergerakan ekonomi masyarakat pesisir di Bali. Sebagian karang yang mati dilakukan penggantian sehingga tetap menjaga pertumbuhan karang yang ada,” ujarnya.

Guna mendukung pengelolaan berkelanjutan terumbu karang ICRG, tambah Menko Luhut, salah satu usulan diperlukannya suatu lembaga pengelola atau BLUD yang memiliki pendanaan berkelanjutan dari program Payment for Ecosystem Services (PES). Program PES sendiri merupakan hasil kajian Sustainable Financing dengan pilot project di perairan Nusa Dua. “Sebagai contoh untuk lokasi Nusa Dua, Nilai PES untuk wisatawan nusantara Rp25.000/orang per hari, sedangkan wisatawan asing Rp35.000/org perhari dengan sistem cashless atau nontunai,“ sebutnya.

Pada rakor ini, Menko Marves juga meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membuat program restorasi terumbu karang secara nasional dan menjadi dasar Program PEN Padat Karya Restorasi Terumbu Karang 2021. Karena itu, Menko Luhut pun berharap dukungan dan sinergisitas dari kementerian lembaga untuk menyukseskan program restorasi terumbu karang di Indonesia.

Baca juga:  Kemenko Maritim Melepas Peserta ENJ 2017 Dari UIN Syarif Hidayatullah

Sementara itu, Sekretaris Ditjen PRL KKP, Hendra Yusran Siry menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung Program ICRG yang diinisiasi oleh Kemenko Marves yang telah berjalan saat ini. Guna menindaklanjuti arahan Menko Marves tersebut, pihaknya akan melakukan kajian akademis dan kekesuaian tata ruang yang menjadi lokasi pelaksanaan PEN Padat Karya Restorasi Terumbu Karang 2021.

“Sehingga ada kesesuaian material dan penempatan ICRG yang dimaksud,“ jelas Hendra dalam kesempatan yang sama.

Selain itu Hendra juga meminta dan berharap adanya pendampingan lebih lanjut bagi masyarakat yang terlibat dalam program yang dilaksanakan pemerintah ini. Apalagi, dampak positif terhadap ekonomi telah dirasakan masyarakat khususnya saat pendemi covid-19 ini, sehingga hal ini harus menjadi perhatian.

Sisi lain, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno juga menyatakan sangat mendukung program ICRG yang telah dijalankan saat ini. Bukti dukungan itu bisa berupa produk wisata maupun penyelenggaraan wisatanya.

“Adanya program ini telah mendukung peningkatan pelaku wisata, yakni wisata selam. Kami sangat mendukung dan kami akan melibatkan generasi muda untuk program keberlanjutan lingakungan ini,” ungkap Menparekraf Sandi.

Baca juga:  Kemenko Maritim bersama Rektor WMU Mengunjungi Pelindo dan STIP

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel