Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Menko Luhut : Progres Pembangunan Berbagai Proyek Strategis Telah Berjalan Dengan Baik

WhatsApp_Image_2018-01-14_at_18.48.03

Maritim-Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan menyatakan, berbagai proyek infrastruktur strategis pemerintah di bawah koordinasi Kemenko Maritim, yang bersinergi dengan beberapa Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah serta BUMN, yang dilaksanakan di berbagai wilayah di Indonesia, progresnya telah berjalan dengan baik.

“Bandara Kertajati di Jawa Barat, penyelesaian terminal sudah 86 persen, dan hampir mendekati 90 persen. Runway kita kejar sepanjang 3000 meter untuk akomodasi pesawat Airbus 380 yang akan angkut pada Juni tahun ini. Ini kombinasi positif dari Pemda tingkat I Jabar dengan Angkasa Pura II. Ini berjalan dengan baik, pendanaan pun tidak ada masalah. Terima kasih untuk kerja sama tim yang buat ini jadi baik,” ujarnya dalam acara bincang bersama awak media, bertajuk Afternoon Tea, di Kantor Kemenko Maritim, Selasa (9/1).

Kemudian, untuk proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT), Menko Luhut menjelaskan, selain sudah ditandatanganinya kontrak pertama dengan 12 bank (pemerintah dan swasta) tersindikasi dengan nilai kontrak mencapai Rp 19,25 triliun, dari nilai proyek yang mencapai Rp 29,9 triliun, saat ini juga sedang dibahas untuk pengadaan rolling stock.

“Kita mau local content. Kemenhub, BUMN, PT KAI dan lainnya. Kami sepakat, kami bisa buat itu. Jadi kami akhirnya sepakat dan harganya akan di bawah dari Rp 4,05 triliun.

 

Persiapan Annual Meeting of IMF – World Bank 2018 di Bali

Menko Luhut lalu memaparkan progres persiapan _Annual Meeting of IMF – World Bank 2018, yang rencanya akan dihelat pada tanggal 8 – 14 Oktober mendatang di Pulau Dewata, Bali. Ia menuturkan, bahwasanya segala persiapan telah berjalan dengan baik, di antaranya perkembangan berbagai proyek infrastruktur penunjang untuk menyukseskan konferensi tahunan global tingkat tinggi tersebut. Terkait erupsi Gunung Agung, Menko Luhut juga menegaskan bahwa pemerintah Indonesia sudah melaksanakan berbagai simulasi untuk mengantisipasi dampak erupsi, yang diperkirakan tidak akan mengganggu jalannya Annual Meeting of IMF –World Bank 2018.

“Bali, kita (pemerintah Indonesia) penyelenggara IMF – WB meeting, persiapan sudah berjalan dengan baik. Pembangunan underpass sudah 30%, pembangunan Tanjung Benoa Cruise Terminal juga jalan, pembuangan sampah di TPA Suwung sudah mulai timbun tanah.

Indonesia Ingin Menjadi Pemain Global Dalam Industri Baterai Lithium

Terkait dengan target pemerintah Indonesia yang ingin berkiprah lebih luas di kancah industri baterai lithium global, Menko Luhut lantas menyerahkan hal tersebut kepada Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim, Ridwan Djamaluddin untuk menjelaskannya kepada khalayak. Menurut Deputi Ridwan, saat ini pihaknya telah membahas mengenai target tersebut bersama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Lithium Battery sudah kita bahas dan telah kita petakan, kita mau jadi bagian pemain dalam global supply chain, baterai lithium menjadi fokus kita yang akan kita kembangkan dalam pengadaan kendaraan listrik, riset awal sudah dilakukan LIPI, BPPT juga melakukan. Kita sedang konsolidasi kalau kita mau mulai, kita ingin pilih komponen mana yang kita mau jadi bagian dalam global supply chain, kita mau bermain dengan baterai yang bersumber banyak dari bahan baku di Indonesia,” katanya di tempat yang sama.

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Siaran Pers Foto Berita Deputi Berita
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Menko Luhut : Progres Pembangunan Berbagai Proyek Strategis Telah Berjalan Dengan Baik