Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Menko Luhut Resmikan Kawasan Industri Pengolah Nikel Hingga Baterai Lithium

By 30 Aug 2018 19:03Siaran Pers
WhatsApp_Image_2018-08-31_at_11.48.03

Maritim – Weda, Maluku Utara – Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, melakukan peletakan baru pertama, pembangunan perusahan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) pada hari Kamis (30/8).

“Ini proyek besar, seperti yang disampaikan tadi nilai investasi nya 10 miliar dolar. Dan proyek ini akan mulai dari nikel sampai kepada baterai litium. Artinya beberapa lapis sehingga nilai tambahnya untuk kita jadi lebih banyak,” ujar Menko Luhut pada kata sambutannya.

Menko Luhut berharap dengan adanya kawasan ini bisa memicu tumbuhnya industri-industri lain sehingga memberi nilai tambah.

“Saya ingin mengingatkan bahwa konsumsi stainless steel dalam negeri 20 ribu ton, padahal produksi mereka itu nanti sudah beberapa juta ton. Ini berarti baru satu persen dari produksi. Karena itu saya tadi mendorong Dirjen Perindustrian supaya kita bikin juga Industri yang membuat sendok serta peralatan makan, membuat casing dan sebagainya,” kata Menko Luhut.

Kawasan industri yang berlokasi di Weda Bay, Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara ini merupakan kerjasama antara Eramet Group (Perancis) dan Tsingshan (Cina) bersama partner lokalnya PT ANTAM. IWIP adakah Kawasan Industri terpadu yang akan mengolah sumber daya mineral dari mulut tambang menjadi produk akhir berupa Baterai Litium dan Besi Baja.

Tenaga Kerja Lokal

Menurut Menko Luhut IWIP sudah berkomitmen untuk memenuhi persyaratan penting seperti harus melaksanakan praktek ramah lingkungan, menggunakan teknologi kelas satuakan melakukan transfer teknologi.

“Yang ketiga, harus menggunakan sebanyak mungkin pekerja dari lokal. Tapi, kita sadar betul sekarang ini kualitas sumber daya kita itu belum mencukupi. Kami sudah mengidentifikasi hal tersebut dan akan membantu meningkatkan kualitas pendidikan disini. Misalnya meningkatkan kualitas guru-guru matematika, ahli komputer, kemudian politeknik yang tadi ada disini itu kita perbaiki seperti yang di Morowali. Tentu butuh waktu 2-3 tahun kedepan. Perlu sabar, ada proses. Tapi dari sekarang sudah ada 400 pekerja yang akan di training dan pelatihan seperti ini akan terus dilakukan,” ujarnya.

Karena industri sudah ada yang berjalan Menko Luhut menyarankan pemerintah daerah menyiapkan industri penunjang nya seperti telur, ayam, ikan, sayur dan daging karena para karyawan perlu makan. Jangan dikirim dari luar. Harus bida disiapkan oleh daerah.

“Kami harap ini dapat menjadi KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) yang tak terbatas pada industri hulu dan hilir tetapi juga untuk industri penunjang,” kata Menko Luhut.

Menurut Menko Luhut Menteri Perhubungan akan bangun, perpanjang landasan Bandar Udara Weda menjadi 2400, sehingga nanti bisa pesawat lebih besar masuk dan membawa perbaikan ekonomi rakyat.

Morowali

Dari Weda Bay Menko Luhut melanjutkan perjalanan ke Morowali. Di sini Menko Luhut meninjau Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), yaitu industri pengolahan nikel hingga hasil akhirnya yang berbentuk colled rolled steel.

“Ini adalah pabrik stainless steel pertama di Indonesia yang memproduksi feronikel hingga cold rolled stainless steel. Mungkin yang terpanjang di dunia, kami mengolah dari tanah atau ore nikel ke colled rolled steel ini yang membuat nilai tambahnya menjadi sangat tinggi,” kata Presiden Komisaris PT Sulawesi Mining Investment (SMI) Halim Mina kepada Menko Luhut pada kunjungan tersebut.

Menko Luhut meminta industri tersebut untuk meningkatkan produksinya.

Menurut Halim Mina, jumlah pekerja lokal di kawasan industri IMIP Morowali saat ini hampir 26 ribu orang hingga akhir tahun ini ditargetkan menjadi 30 ribu orang. Diharapkan mereka dapat menyerap kemampuan dari TKA Cina.

Saat ini ada 16 perusahaan di kawasan tersebut dengan total dengan jumlah TKA sekitar 3,000 orang yang diharapkan akan makin berkurang seiring bertambah nya jumlah karyawan lokal.

Pada kunjungan ini Menko Luhut sempat berdialog dengan para karyawan lokal disana.

“Mereka mengatakan tidak masalah dengan suasana kerja, senang dengan gaji mereka tetapi yang harus lebih diperhatikan adalah makan mereka, perlu ditingkatkan kualitas makan para pekerja,” ujar Menko Luhut.

Halim Mina menyatakan terima kasihnya atas input tersebut dan berjanji segera memperbaikinya.

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Siaran Pers Berita Deputi Foto
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Menko Luhut Resmikan Kawasan Industri Pengolah Nikel Hingga Baterai Lithium