BeritaDeputi 4

Menko Luhut Resmikan TPST Samtaku Bali

Dibaca: 178 Oleh Jumat, 10 September 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 09 10 at 14.25.52
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

No.SP-569/HUM/ROKOM/SET.MARVES/IX/2021

 

Marves – Bali, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan, didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Nani Hendiarti meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu – ‘Sampahku Tanggung Jawabku’ (TPST-Samtaku) Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali. Diketahui TPST Samtaku ini dibangun atas kerjasama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dengan PT. Danone-AQUA dan PT. Reciki Mantap Jaya (Reciki).

“Kolaborasi pemerintah daerah dan swasta seperti ini merupakan contoh yang sangat bagus untuk diterapkan dalam menangani persampahan, sekaligus implementasi dari perubahan paradigma pengelolaan sampah secara terintegrasi dengan pendekatan sirkular ekonomi” kata Menko Luhut di lokasi, Jumat (10-9-2021).

Menko Luhut memaparkan, masalah persampahan di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan khususnya sudah harus diberikan perhatian serius, mengingat Tempat Pemrosesan Akhir Regional (TPA Regional) Sarbagita sudah tidak mampu lagi menampung sampah.  Sejak dibatalkannya rencana pelaksanaan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di TPA Sarbagita, pemerintah dan pemerintah daerah provinsi Bali menargetkan untuk mengambil tindakan penanganan sampah sedekat mungkin dari sumbernya melalui revitalisasi dan pembangunan baru TPS-3R.

Baca juga:  Kemenko Marves Kawal Pemanfaatan Energi Biomassa

“Kita sudah menyepakati langkah-langkah penyelesaian penanganan sampah, dengan melakukan revitalisasi TPS-3R dan membangun beberapa TPST baru, agar sampah dapat ditangani sedekat mungkin dari sumbernya, ditambah lagi dengan adanya TPST seperti Samtaku ini yang menerapkan teknologi yang lebih advance dalam pengolahan sampah, diharapkan timbulan sampah di Bali dapat ditangani hampir seluruhnya, sehingga kita tidak lagi tergantung dengan TPA” jelas Menko Luhut.

Diketahui TPST ini dibangun di atas lahan seluas 5000m2 yang dipersiapkan untuk mengolah sampah sebanyak 120ton/hari-nya. Dengan mengedepankan model Zero Waste to Landfill, semua sampah yang diangkut ke fasilitas ini akan diolah untuk dapat dimanfaatkan kembali seluruhnya, sehingga tidak ada residu yang akan diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir.

“Dalam hal ini saya juga mengharapkan komitmen yang lebih besar dari Pemda untuk mengatasi persoalan sampah ini melalui penyediaan anggaran yang cukup serta penguatan kapasitas SDM dan kelembagaannya.  Kita sebagai pemerintah perlu juga mengurai masalah persampahan ini dengan cara yang tidak biasa. Kita dorong terus bentuk-bentuk pengolahan sampah yang berwawasan lingkungan, sekaligus kita upayakan untuk mengambil manfaat dari pengolahan sampah tersebut” jelas Menko Luhut.

Baca juga:  Rencana Pembuatan Museum dan Wisata Shipwreck di Kepulauan Sangihe

Pada kesempatan yang sama, Deputi Nani menyampaikan bahwa penanganan sampah harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu sampai dengan hilir, agar semua sampah dapat tertangani dengan optimal dan dapat diambil manfaatnya.

“Kita dorong penanganan sampah yang terintegrasi sejak dari sumbernya. Semua sampah harus terpilah sedari awal agar memudahkan proses pengolahannya. Sampah organik diolah menjadi kompos, sampah anorganik seperti plastik, kertas, kaca, logam, diolah dengan cara daur materi atau daur energi, sehingga bisa menjadi produk baru yang dapat dimanfaatkan” ujar Deputi Nani.

Dalam kunjungan tersebut, Direktur Sustainable Development Danone Indonesia Danone-AQUA, Karyanto Wibowo memaparkan tata kelola pengolahan sampah di fasilitas TPST Samtaku Jimbaran.  Semua sampah yang diangkut ke TPST akan dilakukan pengolahan berdasarkan jenisnya.

Untuk sampah organik, akan dilakukan pengomposan dengan kapasitas pengolahan 40 ton/hari.  Untuk botol plastik akan di daur ulang menjadi botol plastik baru, dan residu sampah akan diolah menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

“Saat ini, Danone-AQUA telah menjalankan kemitraan bisnis daur ulang botol plastik bekas melalui pengembangan bank sampah, TPS3R/TPST, dan pengepul sampah plastik di 17 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, serta berhasil mengumpulkan setidaknya 13.000 ton botol plastik bekas per tahun sambil turut memberdayakan lebih dari 9.000 pemulung,” pungkasnya.

Baca juga:  Beberapa Kerja Sama Indonesia-Tiongkok Ditandatangani, Menko Luhut: Kami Tidak Ingin Hanya Bicara

Dalam kegiatan ini turut hadir juga Gubernur Bali I Wayan Koster, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya serta beberapa pejabat lainnya.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel