ArtikelBerita

Menko Luhut: RI-UEA Jajaki Dana Abadi Sebagai Alternatif Pembiayaan

Oleh 19 Sep 2019 September 20th, 2019 Tidak ada komentar
Menko Luhut: RI-UEA Jajaki Dana Abadi Sebagai Alternatif Pembiayaan
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Abu Dhabi, UEA – Menko Maritim Luhut Pandjaitan pada hari terakhir kunjungannya ke Uni Emirat Arab (UEA) menerima proposal pembentukan Dana Abadi (Sovereign Wealth Fund/ SWF) dari pemerintah negara tersebut.

“Sebagai hasil diskusi diskusi dengan Abu Dhabi, Menteri Energi, CEO Mubadala dan beberapa pejabat tinggi di Abu Dhabi tentang sovereign wealth fund. Usulan ini akan segera kami pelajari dan saya harap keputusan soal ini tidak akan lama,” ujar Menko Luhut usai pertemuan tersebut di Ibukota Abu Dhabi hari Selasa (17-9-2019).

Dalam pertemuan tersebut terdapat dua hal yang mungkin untuk dilakukan. Pertama, implementasi investasi Abu Dhabi sekitar USD 1 milyar di proyek properti, real estate termasuk pengembangan destinasi wisata dan ke proyek- proyek swasta. Kedua, membentuk Indonesian Sovereign Wealth Fund yang akan menjadi pooling dana investasi dari berbagai negara termasuk UEA, dengan begitu investasi ke Indonesia dapat ditingkatkan secara bertahap menjadi USD 5-10 milyar dan seterusnya. Dana ini bisa digunakan untuk pembiayaan proyek-proyek infrastruktur atau investasi secara umum.

“Pihak UEA akan berkunjung ke Indonesia bulan depan, bertemu dengan Kementerian Keuangan Indonesia dan PT. SMI untuk membahas skema, peraturan dan perundangan yang diperlukan untuk pembentukan SWF dimaksud. Mereka juga akan berbagi pengalaman dengan Indonesia dalam pembentukan wealth fund dengan India, dan dengan Mesir,” ujar Menko Luhut.

Menurut Menko Luhut, dengan konsep pengelolaan oleh SWF aset-aset negara yang dikelola BUMN dapat ditingkatkan efisiensi pemanfaatanya, untuk meningkatkan dampak terhadap kemakmuran masyarakat. Kendati kepemilikan saham pemerintah dibawah 50 persen, dengan kontrak yang baik, pemerintah tetap dapat mengendalikan BUMN tersebut. Sementara pengelolaannya diharapkan akan lebih efisien karena dikelola oleh profesional dari SWF.

Pada pertemuan membahas Sovereign Wealth Fund Menko Luhut didampingi oleh Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan Luky Alfirman, serta Dirut PT. SMI, Edwin Syahruzad.

Dana abadi atau SWF adalah lembaga finansial yang dimiliki oleh negara yang memiliki atau mengatur dana publik dan menginvestasikannya ke aset–aset yang luas dan beragam dengan tujuan untuk mendapat return yang lebih besar.

Kerjasama investasi

Selain itu dibicarakan juga kerjasama investasi lain antara kedua negara seperti perluasan investasi di sektor Energi. Pertamina dan ADNOC sepakat untuk mengembangkan kerja sama di sektor hilir. Finalisasi proyek akan segera dilakukan agar dapat segera diimplementasikan.

Pembahasan meliputi partisipasi ADNOC di RDMP Balikpapan, Balongan dan Dumai. Pertamina juga bertemu dengan Mubadala untuk memperluas investasi Mubadala di sektor hulu antara lain partisipasi Mubadala di blok Rokkan.

Di sektor pertanian pihak UEA menyetujui untuk berinvestasi di pertanian di Kalimantan Tengah dengan luas tanah seluas 100.000 hektar yang akan ditanami buah-buahan tropis termasuk buah naga.

Terkait hal ini pihak UEA menyampaikan jika harga sewa tanah, kontrak, dan komposisi share (saham) daerah bisa disepakati serta perizinan dan surat menyurat bisa diselesaikan dalam waktu dekat maka UEA dapat segera berinvestasi dalam kisaran jangka waktu dua bulan.

Pendirian Masjid

UEA telah sepakat membangun Masjid di tanah milik Pertamina di Solo sebesar 2,5 hektar. Saat ini pihak UEA sedang membuat desain Masjid yang mengakomodasi inspirasi masjid Putra Mahkota Sheikh Zayed dan budaya Indonesia. Diharapkan dalam tiga bulan desain sudah selesai, jika disetujui, konstruksi akan dikerjakan oleh BUMN karya Indonesia dimulai pada awal tahun 2020.

Sedangkan proses pemindahan kepemilikan lahan dari Pertamina dan pemindahan SPBU Pertamina di lokasi tersebut diharapkan dapat selesai dalam waktu tiga bulan. Selain itu, pihak UEA meminta agar penunjukan takmir Masjid dapat diawasi oleh Pemerintah.

Promosi Toleransi dan Moderasi
UEA dan Indonesia sepakat bahwa implementasi pilot project untuk segera diterapkan dan ditindaklanjuti lewat program e-learning dengan sistem Elaf bagi 100 ribu siswa dengan 1000 guru. Ini akan dibagi 50% untuk Madrasah dan 50% untuk sekolah umum. Dalam pelaksanaannya, sistem yang digunakan adalah dari Elaf tapi kontennya akan dikembangkan oleh pihak Indonesia.
Melalui pilot project ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi siswa dan efektifitas belajar khususnya bagi murid madrasah atau sekolah Islam di Indonesia. Adapun terkait skema pendanaan Elaf menyerahkan baik melalui pengajuan ke Pemerintah UEA atau dana internal atau sumber dana lainnya.

Menteri Toleransi UEA, Sheikh Nahyan bin Mubarak Al Nahyan menyatakan akan datang ke Indonesia untuk hadir dalam acara pelantikan Presiden RI di bulan Oktober 2019 sekaligus memberikan public lecture di berbagai perguruan tinggi di Indonesia sekaligus menghadiri acara Hari Santri 2019 yang bertemakan “Indonesia’s Santri for World Peace”.

Kunjungan Presiden RI

Dalam pertemuan itu delegasi UEA berharap Presiden RI bisa memenuhi undangan Putera Mahkota untuk hadir pada acara Zayed Sustainability Prize dan menyampaikan pidato kunci pada upacara pembukaan Abu Dhabi Sustanability Week di Abu Dhabi tanggal 13 Januari 2020.

Kunjungan ke Abu Dhabi ini merupakan kunjungan Kenegaraan Presiden RI Joko Widodo ke UEA untuk menindaklanjuti berbagai komitmen yang telah disepakati saat kunjungan Putera Mahkota ke Indonesia Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan pada Juli lalu.

Pada pertemuan itu Menko Luhut didampingi wakil dari Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Kementerian Agama, BUMN serta sektor swasta.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel