HeadlineBerita

Menko Luhut Sebut Program Banyuwangi Hijau Inisiatif Yang Baik Dalam Pengelolaan Sampah

Dibaca: 148 Oleh Rabu, 23 Februari 2022Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2022 02 21 at 16.43.48
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

Marves – Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan memberikan sambutan secara virtual pada acara peluncuran program pengendalian sampah yang bertajuk “Banyuwangi Hijau,” Senin (21-02-2022). Dalam sambutannya Menko Luhut mengungkapkan program yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi beserta para mitranya tersebut merupakan inisiatif yang baik untuk pengembangan pengelolaan sampah berkelanjutan.

Program Banyuwangi Hijau menggabungkan model pengelolaan sampah perkotaan dalam pengelolaan sampah sirkular yang menyediakan solusi daur ulang yang dapat meningkatkan nilai ekonomi sampah.

“Hal ini selain untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, lebih nyaman dan lebih sehat, juga diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, sebagaimana misi Program Banyuwangi Rebound,” jelas Menko Luhut.

Menko Luhut juga mengatakan persoalan lingkungan, khususnya persampahan memang merupakan isu yang pelik yang penanganannya memerlukan inovasi, tidak dengan cara yang biasa atau business as usual.

Menurutnya masyarakat Indonesia harus sudah beralih kepada paradigma baru pengelolaan sampah di mana pengelolaan harus dilakukan secara terintegrasi mulai dari hulu sampai dengan ke hilir dengan menerapkan konsep sirkular ekonomi dan melibatkan sebanyak mungkin pemangku kepentingan.

Baca juga:  Kemenko Marves Bangkitkan Literasi Kemaritiman Melalui Workshop dan Penulisan Travel Note

“Dengan menerapkan ekonomi sirkular, ini akan menciptakan lapangan pekerjaan di bidang lingkungan (green job) sekaligus menjaga dan memperbaiki kualitas lingkungan. Penelitian menyebutkan potensi ekonomi yang signifikan dari sektor ini yang dapat melibatkan sekitar 120.000 pekerja formal dan 3,3 juta pekerja informal,” kata Menko Luhut.

Pemerintah juga telah mendorong penggunaan teknologi untuk memanfaatkan sampah menjadi sumber bahan baku dan sumber energi baru melalui pendekatan daur materi, daur energi, ataupun dengan penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dan menjadikan sampah sebagai sumber pembangkit listrik (Waste to Energy), serta berbagai teknologi lainnya.

Sementara itu, lanjut Menko Luhut, untuk menciptakan kota yang bersih dari sampah memerlukan gerakan yang masif dengan melibatkan seluruh elemen pemangku kepentingan. Gerakan tersebut juga harus dapat menyentuh perubahan perilaku masyarakat yang paham akan pentingnya hidup bersih dan sehat agar bisa menjadi budaya dan berakar sampai dengan generasi selanjutnya.

Untuk itu, dengan apa yang telah dilakukan oleh Banyuwangi melalui program “Banyuwangi Hijau,” Menko Luhut mengatakan Pemerintah, khususnya Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi akan terus mendukung terobosan inisiatif seperti itu agar menjadi contoh bagi daerah lainnya, sehingga Indonesia bersama-sama dapat keluar dari dampak masalah persampahan.

Baca juga:  Pemerintah Terus Siapkan DPSP Labuan Bajo sebagai Venue Pre-Event KTT G20 2022

“Sekali lagi, saya mengapresiasi atas peluncuran program Banyuwangi Hijau ini. Semoga upaya kita bersama bisa memberikan kontribusi nyata bagi upaya perbaikan tata kelola persampahan nasional,” tutupnya.

Biro Komunikasi
Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

No.SP-67/HUM/ROKOM/SET.MARVES/II/2022

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel