Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Menko Luhut: Seluruh Anggaran Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Telah Disetujui DPR

WhatsApp_Image_2018-04-20_at_13.28.16

Maritim – Washington, Dalam jumpa pers di gedung IMF (19-04-2018) Menko Luhut B. Pandjaitan menegaskan sampai sejauh ini tidak ada persoalan serius dalam mempersiapkan Annual Meeting IMF-World Bank di Bali Oktober mendatang.  Seluruh budget untuk Pertemuan Tahunan di Bali nanti telah dialokasikan sejak 2015 ketika Indonesia terpilih menjadi negara penyelenggara.”Kami sudah diskusikan dan berkoordinasi dengan DPR, semua biaya dan pengeluaran telah dihitung dengan detil dan efisien sesuai dengan standar penyelenggaraan event internasional,” ujar Menko Luhut.

Pertemuan tahunan ini membawa dampak positif bukan hanya saat acara, namun juga dalam jangka panjang terutama memperkenalkan Indonesia kepada dunia. Pembangunan infrastruktur bukan hanya untuk delegasi pertemuan tapi juga untuk masyarakat Indonesia dan khususnya warga Bali. Juga akselerasi pembangunan akan dirasakan oleh daerah destinasi pariwisata, seperti di Labuan Bajo, Banyuwangi, Borobudur, Mandalika, dan Danau Toba. Hal ini akan meningkatkan turis ke daerah-daerah tersebut. Pemerintah Indonesia juga akan membawa isu sampah laut dimana hal ini akan menjadi perhatian semua negara. Lalu akan ada diskusi mengenai waste to energy salah satu bahasan yang diharapkan hasilnya bisa mendatangkan investasi. Terakhir seluruh pengeluaran pertemuan ini akan memberikan benefit bagi masyarakat seperti komputer yang digunakan setelah pertemuan akan diserahkan ke berbagai sekolah di Bali dan Lombok yang tidak mempunyai komputer.

Sampai saat ini yang telah mendaftar sekitar 10 ribu terdiri bukan hanya delegasi, tetapi juga keluarga para peserta. Mereka akan disuguhkan budaya, keindahan destinasi pariwisata, kuliner dan terutama ramah tamah bangsa Indonesia. “Saat menuju ke ruangan ini saya mendapat informasi dari kementerian pariwisata selama pertemuan Annual Meeting Spring di Washington ini sudah mendaftar 1000 peserta yang akan membawa keluarganya, saya kaget mendengar kabar ini ,” ungkap Menko Luhut.

Sementara itu, terkait isu keamanan menurut Menko Luhut tidak ada negara yang kebal terhadap kemungkinan gangguan keamanan, namun pihak aparat telah melakukan persiapan yang terbaik. Hal ini ditambahkan Kapolda Bali Petrus Collose yang mengatakan telah mengantisipasi keamanan untuk bencana alam dan gangguan dari pihak-pihak yang ingin mengganggu. Untuk bencana alam seperti erupsi Gunung Agung atau tsunami pihak kepolisian bekerja sama dengan militer. Namun seperti yang telah diungkapkan Menko Luhut hampir dipastikan hal itu tidak terjadi saat pertemuan. Sedangkan untuk gangguan keamanan bukan bencana alam sejak setahun lalu tidak ada indikasi adanya pihak yang akan membuat onar bahkan tingkat kriminalitas di Bali sangat rendah. Selain itu pihak kepolisian telah membuat aplikasi yang dapat diunduh peserta bila terjadi sesuatu yang diberi nama Salak Bali. Pihak kepolisian akan mengerahkan sepuluh ribu aparat selama pertemuan dan menyediakan nomor telpon 110 bila terjadi keadaan darurat.

Untuk persiapan fasilitas teknologi Menkominfo Rudiantara menyatakan bahwa bandwith paling besar akan ada dalam pertemuan di Bali. Karena akan ada 12 ribu staf IMF World Bank yang akan bekerja di sana dan sekitar 1000 jurnalis yang meliput, belum termasuk delegasi. Selain itu panitia akan menyediakan sekitar 700 komputer untuk digunakan oleh jurnalis, meskipun kebanyakan wartawan membawa laptop. Ditambahkan pula bahwa panitia akan menyediakan transportasi di sekitar lokasi pertemuan untuk jurnalis yang tidak menginap di daerah Nusa Dua, Bali.

 

WhatsApp_Image_2018-04-20_at_13.29.09

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Menko Luhut: Seluruh Anggaran Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Telah Disetujui DPR