BeritaSiaran Pers

Menko Luhut Serukan Pentingnya Target Mitigasi yang Lebih Ambisius Untuk Turunkan Emisi Karbon

Dibaca: 72 Oleh Senin, 1 November 2021November 2nd, 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 11 02 at 6.04.39 PM
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-680/HUM/ROKOM/SET.MARVES/XI/2021

 

Marves—Glasgow, Dalam Pidatonya pada sesi Ministerial Talks COP26 di Glasgow, Skotlandia, Senin (1-11-2021), Menko Marves Luhut B. Pandjaitan menyerukan pentingnya penetapan target mitigasi yang lebih ambisius dalam mengurangi emisi karbon serta beradaptasi dengan dampak perubahan iklim. “Dan ini adalah tantangan baru bagi negara-negara pihak, yang itu berada diluar tanggung jawabnya, demi memenuhi NDC (kontribusi nasional) yang menjadi komitmen ke UNFCCC (Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa,” tegasnya.
Pernyataan itu Menko Luhut sebutkan karena pada kenyataannya, dengan kondisi yang ada saat ini, NDC dari negara-negara pihak diyakini kurang mampu untuk menahan laju pemanasan global bahkan hingga melebihi 2 derajat celcius.

Terkait dengan pernyataannya itu, diapun membeberkan upaya pemerintah Indonesia untuk mencapai target ambisius dalam pengurangan emisi karbon.

“Pertama-tama, saya ingin menekankan bahwa pelaksanaan Perjanjian Paris perlu dipercepat, perlunya upaya-upaya intensif serta investasi pada ekonomi rendah karbon berkelanjutan,” ujarnya di depan para hadirin.

Baca juga:  Indonesia Gandeng Akademisi AS Untuk Tangani Sampah Plastik Laut

Menurut Menko Luhut, selama pelaksanaan COP26 di Glasgow saat ini, masyarakat dari seluruh dunia berkumpul dan mencari solusi untuk mempertahankan suhu dibawah 2 derajat celsius, diatas tingkat masa pra-industri. “Sementara itu, kini kami telah melampaui suhu 1 derajat celcius dan Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim/IPCC telah mengingatkan bahwa suhu global harus dipertahankan agar tidak naik lebih dari 1,5 derajat celcius,” tambahnya.

Di sisi lain, Menko Luhut menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia telah memperbarui target NDCnya untuk meningkatkan kemampuan adaptasi dan ketahanan terhadap perubahan iklim. “Indonesia telah siap mengurangi emisi antara 41-50 persen, dengan syarat adanya dukungan internasional yang cukup,” imbuhnya.

Komitmen itu bukanlah pepesan kosong belaka. Menko Luhut menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk memperkuat tindakan-tindakan adaptif serta program konservasi mangrove dan gambut.

“Kamipun telah melaksanakan berbagai program untuk memperkuat ketahanan pesisir seperti pelaksanaan adaptasi berbasis ekosistem dalam pengembangan kawasan pesisir, manajemen mangrove terintegrasi, serta pengendalian pencemaran laut,” urainya.

“Kami telah mengomunikasikan strategi pembangunan rendah emisi jangka panjang kepada UNFCCC, yang akan memungkinkan Indonesia mencapai puncak emisi gas rumah kacanya pada tahun 2030 dan dengan cepat mengurangi tingkat emisinya untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060 atau sebelumnya,” jelas Menko Luhut.

Baca juga:  Menko Luhut: Integrasikan Seluruh Aspek Pariwisata Toba Demi Terbentuknya Simpul Ekonomi Masyarakat!

Lebih jauh, Menko Luhut menilai mandeknya negosiasi kerja sama internasional dalam pasal 6 Paris Agreement, dapat menghambat negara-negara berkembang seperti Indonesia dalam memobilisasi pendanaan untuk target iklim yang lebih ambisius, selain kurangnya pendanaan karbon dari negara maju.

Namun demikian, lanjutnya, Indonesia tidak akan tinggal diam dan menunggu hingga pasal 6 dapat diberlakukan. “Dengan bangga kami ingin menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo baru saja menandatangani Perpres yang menetapkan kerangka nasional dalam melaksanakan NDC serta instrumen penentuan harga karbon,” pungkasnya.

Menutup pidatonya, Menko Luhut berharap dengan keketuaan Indonesia dalam G20 tahun 2022 dapat menyukseskan pelaksanaan COP26 dan mendukung negara-negara berkembang memperoleh pendanaan iklim yang lebih komprehensif.

Biro Komunikasi
Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel