HeadlineBerita

Menko Luhut Soal Teknologi STAL Nikel: Ini Pengembangan Teknologi Dari Anak Bangsa, Kita Harus Dukung!

Dibaca: 12 Oleh Jumat, 30 April 2021Mei 3rd, 2021Tidak ada komentar
Menko Luhut Soal Teknologi STAL Nikel: Ini Pengembangan Teknologi Dari Anak Bangsa, Kita Harus Dukung!
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Jakarta, Menko Luhut apresiasi inovasi pengembangan teknologi Step Temperature Acid Leaching (STAL) yang dikembangkan oleh PT Trinitan Metal and Minerals Tbk. Menko Luhut bersama Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian ESDM, BPPT, Prof. Zaki Mubarok dari ITB, Kemenperin, Kementerian Investasi, dan PT Trinitan Metal and Minerals menggelar rapat koordinasi pada Kamis, 29/4/2021.

Teknologi STAL merupakan teknologi nikel berbasis hidrometalurgi yang dapat mengolah bijih nikel kadar tinggi (saprolit) maupun kadar rendah (limonit). Dibandingkan dengan teknologi HPAL dan RKEF, teknologi STAL ini dinilai dapat menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah. Teknologi STAL hanya menghasilkan emisi karbon sekitar 17-22 kg CO2/kg NI. Sedangkan, RKEF menghasilkan emisi karbon sekitar 44 CO2/kg Ni dan HPAL sekitar 19-24 CO2/kg Ni. Limbah yang dihasilkan juga lebih ramah lingkungan serta dapat dikelola kembali menjadi produk yang bernilai. Selain itu, CAPEX dan OPEX teknologi ini juga lebih rendah dibanding HPAL.

Baca juga:  MENKO LUHUT: MASIH BANYAK PELUANG INVESTASI DI LAUT INDONESIA

Melalui rapat koordinasi tersebut, Menko Luhut sangat mendorong hasil buatan karya anak bangsa, “Ini ada teknologi yang baru, kita dukunglah. Saya ingin produk-produk dalam negeri terus maju,” ungkap Menko Luhut.

“Kita tidak mau main-main. Jadi makanya sekarang orang bicara soal green. Jadi jangan ditipu lagi dengan data-data yang tidak benar,” tambah Menko Luhut.

Pengembangan teknologi STAL yang menggunakan metode hidrometalurgi ini, dipandang sebagai sebuah terobosan untuk aplikasi teknologi pengolahan nikel dalam skala lebih kecil dibandingkan dengan jenis-jenis teknologi yang digunakan pada industri pengolahan dan pemurnian nikel. Teknologi tersebut dipandang cocok untuk diterapkan pada lokasi-lokasi yang dekat dengan wilayah pertambangan nikel (mine mouth).

Teknologi STAL ini juga akan dikembangkan menjadi commercial pilot plant di KEK Palu. Desain teknologi STAL yang dikembangkan ini akan membutuhkan bijih nikel sebesar kurang lebih 170 ribu ton nickel ore pertahun-nya atau 600 ton perhari untuk setiap modular STAL. Kadar Nikel yang dihasilkan dapat mencapai 92% dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dan setelah dihitung akan dapat menghasilkan 1800 ton pure nikel per tahun dengan kebutuhan listrik 1,3 MWh.

Baca juga:  Menko Luhut Pimpin Vidcon Rakor Percepatan Pembangunan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Menko Luhut juga berpesan kepada semua pihak agar teknologi STAL ini dapat dikembangkan terus dan diharapkan semua pihak dapat bekerja sama dengan baik. Terkait dengan investasi di bidang ini, Menko Luhut juga berharap Indonesia dapat menarik investor yang sesuai untuk pengembangan teknologi ini.

BIRO KOMUNIKASI
KEMENKO BIDANG KEMARITIMAN DAN INVESTASI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel