ArtikelDeputi 4

Menko Luhut: Tangani Isu Sampah dengan Pengelolaan Sampah dan Limbah yang Terintegrasi

Dibaca: 23 Oleh Senin, 30 Agustus 2021September 2nd, 2021Tidak ada komentar
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menjadi Keynote Speaker dalam Webinar Sekolah Sampah Nusantara, Berbagi Peran dalam Bersihkan Indonesia yang diselenggarakan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Senin (30-08-2021).

“Gerakan Indonesia Bersih sebagai bagian dari Gerakan Revolusi Mental yang digelorakan oleh Presiden Joko Widodo sejak periode awal pemerintahan beliau merupakan ajakan menuju peningkatan perilaku hidup bersih sehat lingkungan keluarga, satuan pendidikan, kerja, dan komunitas,” buka Menko Luhut.

Dia lantas melanjutkan bahwa pengelolaan sampah adalah bagian tidak terpisahkan dari upaya mengubah perilaku masyarakat. Akan tetapi, isu sampah di Indonesia hingga saat ini merupakan sebuah tantangan, terutama menyangkut hal sampah plastik di laut dan peningkatan limbah B3 medis Covid-19.

“Pemerintah sangat concern terhadap kedua permasalahan tersebut. Untuk itu, saya selalu menekankan untuk mengambil langkah-langkah yang tidak biasa, bukan business as usual, serta menerapkan pendekatan secara terintegrasi dari hulu ke hilir,” tegas Menko Luhut.

Baca juga:  Indonesia Membutuhkan Investasi Sebesar 18 Miliar Dolar untuk Mencapai Nol Sampah Plastik Laut sampai 2040

Langkah-langkah tersebut antara lain adalah menerapkan prinsip ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah, yakni dengan mendorong pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan TPS-35.

Pemerintah juga sedang mengambil langkah percepatan penyelesaian darurat limbah B3 medis, dengan cara membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk melakukan kegiatan pemusnahan, termasuk didalamnya penyediaan fasilitas pengolahan limbah B3 medis dengan cara termal.

Penerapan teknologi pengolahan sampah dan limbah ini juga perlu dioptimalkan dengan penggunaan total komponen dalam negeri (TKDN), sebagaimana TKDN pada insinerator pengolahan sampah yang dikembangkan oleh BPPT, sudah mencapai 95%, dan saat ini sedang dibangun TPA Warloka, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, akademisi, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, mitra kerja pemerintah, siapapun itu, untuk saling bekerjasama, meningkatkan kolaborasi antar pihak dalam menyelesaikan permasalahan ini,” pungkas Menko Luhut.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel