Berita

Menko Luhut Tegaskan Pentingnya Peningkatan Standar Pendidikan dan Pelatihan Awak Kapal Penangkap Ikan sektor Perikanan Indonesia

Oleh 02 Okt 2019 Oktober 7th, 2019 Tidak ada komentar
Menko Luhut Tegaskan Pentingnya Pengamanan Awak Kapal Perikanan Indonesia
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Maritim – Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen terhadap  Peningkatan Standar Pendidikan dan Pelatihan awak kapal penangkap ikan Indonesia. Hal itu diungkapkan saat dirinya me-Launching Perpres 18 tahun 2019 tentang Pengesahan International Convention On Standards Of Training, Certification And Watchkeeping For Fishing Vessel Personnel, 1995 (STCWF), 1995), (Konvensi Internasional Tentang Standar Pelatihan, Sertifikasi,Dan Dinas Jaga Bagi Awak Kapal Penangkap Ikan, 1995), di Sekolah Tinggi Perikanan (STP), Jakarta, Rabu (02/10).

“Saya bahagia hadir di sini karena Presiden telah menandatangani Perpres 18 tahun 2019, peraturan tersebut menandakan komitmen negara terhadap keselamatan dan perlindungan ABK kapal Sektor Perikanan salah satunya melalui  peningkatan standar Pendidikan dan pelatihan awak kapal penangkap ikan sebagaimana yang tertuang dalam Dokumen Konvensi SCTW-F 1995 yang telah diratifikasi,” kata Menko Luhut di lokasi.

Standar tersebut, papar Menko Luhut, bukan hanya standar nasional saja, tetapi sudah masuk kepada standar Internasional. Sehingga nantinya diharapkan tidak ada lagi kru-kru/ awak kapal penangkap ikan Indonesia diperlakukan tidak benar dan semena-mena, mengingat Indonesia adalah sebagai negara kepulauan terbesar di Dunia, sehingga harus tegas dalam menentukan kebijakan-kebijakan.

“ Pekerjaan di atas kapal penangkap ikan merupakan salah satu jenis pekerjaan berisiko tinggi dan memiliki karakteristik pekerjaan bersifat ”kotor (dirty)”,  ”membahayakan (dangerous)” dan ”sulit (difficult)”, yang biasa disebut 3D, sehingga dengan diberikan Pendidikan dan pelatihan nantinya akan beralih menjadi  3C Bersih (Clean), Benar (Clear),  and Berkompeten (Competent),” ungkapnya.

Lanjut Menko Luhut,  bahwa  terdapat 4 (empat) pilar Konvensi IMO Sektor Perikanan,  2 pilar yang telah diratifikasi melalui Peraturan Presiden yakni Konvensi Port States Measures Agreement yang mengatur terkait Perlindungan Sumber Daya Ikan ( Telah Diratifikasi Dengan Peraturan Presiden Nomor  43 Tahun 2016); dan Konvensi STCW-F 1995  mengatur terkait Sertifikasi Teknis ABK Sektor Perikanan (telah diratifikasi dengan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2019). saat ini sedang proses ratifikasi yakni Konvensi Cape Town Agreement on Safety of Fishing Vessel dan Konvensi ILO Convention No. 188 on Work in Fishing.

“Jadi ini masih ada 2 Konvensi Internasional sektor Perikanan lagi yang belum diratifikasi. Kita harus segera selesaikan, nanti pak dirjen (KKP) dan kementerian terkait untuk diselesaikan, saya minta lebih cepat daripada tahun depan, kalau bisa pertengahan tahun depan” ujarnya.

Terhadap para pelajari STP yang hadir, Menko Luhut mengungkapkan bahwa pihaknya dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan  akan terus memantau implementasi ini agar terus berjalan dan tertata sesuai dengan apa yang diharapkan, serta komitmen dari Kementerian/Lembaga terkait dalam mewujudkan implementasi Konvensi ini secara bersama. Menko luhut juga berpesan agar mereka nantinya juga bisa menjadi pilar untuk perindustrian perikanan.

“Saya berharap kalian menjadi pilar di sini, menjadi taruna/ taruni agar industri perikanan kita ini menjadi penjuru Indonesia. Kita harus menyamakan peraturan awak kapal penangkap ikan dan memberikan kepastian hukum bagi awak kapal penangkap ikan indonesia yang bekerja di dalam dan luar negeri, sehingga akan meningkatkan devisa negara, serta sangat penting untuk melindungi sektor Perikanan Indonesia.  Industri Perikanan hanya bisa jalan kalau kita semua bersama-sama. Saya harap taruna/ taruni harus bisa nantinya memimpin di bidang masing-masing,” jelas Menko Luhut.

“Saya titip semua taruna/ taruni bekerja dengan hatimu, dengan profesional, kalau kau lakukan itu pasti kau akan bagus. Saya belajari taruna, saya tahu betapa susahnya, tapi tetap be yourself, jangan pilih yang salah/ bodoh, kalian harus tahu proses, bekerja dengan hati, kalau kau tidak bekerja dengan hati, kau ada harga dirimu, dan akan dilecehkan dengan harga dirimu sendiri. Kalau kau bisa beri contoh keteladanan, kau akan diikuti bawahanmu,” paparnya .

Kata kunci leadership, jelas Menko Luhut, adalah keteledanan, ketanggasan, mental, serta berani mendengar dan mau mendengar apa yang baik dan jangan merasa paling pintar sendiri.

“Kepada taruna/ taruni masa depan di tanganmu. Memberikan contoh keteladanan, kita harus bekerja seperti itu, negeri ini akan lebih bagus lagi. Jangan hanya ngomong/ kritik saja, tetapi ‘apa yang sudah saya buat dengan negeri ini’. Semoga kalian ingat pesan ini, karena saya bangga bahwa kalian akan jadi pilar Indonesia ini,” tutup Menko Luhut.

Biro Perencanaan dan Informasi
Kemenko Bidang Kemaritiman

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel