HeadlineArtikelBerita

Menko Luhut Tekankan Pentingnya Implementasi Strategi Penanganan Pandemi Covid-19 dari Hulu ke Hilir

Dibaca: 82 Oleh Selasa, 29 September 2020Tidak ada komentar
Menko Luhut Tekankan Pentingnya Implementasi Strategi Penanganan Pandemi Covid-19 dari Hulu ke Hilir
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves-Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan meninjau Gudang Darurat Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat didampingi oleh Ketua Umum PMI Jusuf Kalla di Jakarta pada Hari Selasa (29-9-2020). Gudang tersebut berfungsi untuk menyimpan logistik yang dimiliki oleh PMI dalam upaya penanganan Covid 19.

Pada kesempatan itu, Menko Luhut diberi kehormatan untuk ikut melepas armada penyemprot disinfektan PMI yaitu 45 Gunner yang akan melakukan penyemprotan di jalan jalan utama jabodetabek, 200 mini van serta 160 kendaraan roda 3, dan 1000 sprayer gendong yang dapat melakukan penyemprotan disinfektan di gang serta jalan jalan sempit yang ada di wilayah Jabodetabek.

Disela-sela kunjungan tersebut, Menko Luhut mengatakan bahwa untuk menangani jumlah kenaikan kasus Covid-19, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu fokus menangani dari hulu lalu ke hilir.

Pemerintah telah menerapkan beberapa strategi untuk menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Terdapat dua strategi untuk mengatasi masalah dari hulu. Pertama, menurutnya adalah pemerintah bersama dengan berbagai pemangku kepentingan melakukan kampanye perubahan perilaku dan deteksi awal penyebaran Covid-19 serta menggencarkan tracing dan isolasi.

Baca juga:  Menko Luhut: Rapim Kemenko Maritim dan Investasi Untuk Menyelesaikan Masalah

Langkah kedua menurut dia adalah membangun pusat-pusat karantina dan isolasi. Karantina terpusat disediakan untuk pasien Covid-19 orang tanpa gejala (OTG) dan ringan di kota-kota dengan kasus Covid-19 tertinggi di delapan provinsi. Lokasi ini tentunya akan tetap menyediakan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan pasien, seperti peralatan kesehatan dan obat.

Kemudian, strategi ketiga menurut Menko Luhut adalah strategi di hilir. “Pada tahap ini kita membenahi manajemen perawatan pasien Covid19 untuk meningkatkan recovery rate dan menurunkan mortality rate ,”jelasnya kepada pengurus PMI pusat dan tamu undangan.

Lebih jauh, untuk strategi hilir tersebut, Menko Luhut menjelaskan bahwa Kemenkes telah membuat Protokol Standar Perawatan Pasien Covid 19 yang memuat acuan standar penanganan pasien Covid 19 dari derajat ringan, sedang hingga berat. Dalam buku panduan tersebut juga telah tercantum alat dan obat yang harus diberikan kepada para pasien Covid 19. “Obat-obatan ini diutamakan berasal dari produksi dalam negeri,”tambahnya.

Yang tak kalah penting, kata Menko Luhut bahwa masyarakat Indonesia juga akan memperoleh vaksin Covid-19 yang diperkirakan akan masuk ke Indonesia mulai November 2020 hingga Desember 2021.

Baca juga:  Festival Budaya Keraton Momentum Kuatkan Budaya Peduli Sesama

Selain tiga strategi yang sudah disebutkan sebelumnya, PMI sendiri telah menginisiasi kegiatan penyemprotan menggunakan tangki gunner. Kegiatan ini dilaksanakan di 10 PMI Provinsi di 53 Kabupaten/Kota. Selain itu, PMI pun melakukan penyemprotan desinfektan di fasilitas publik di 34 PMI Provinsi di 382 Kabupaten/Kota

“Penerima manfaat dari kegiatan ini lebih dari 51 juta jiwa, 20.474.913 jiwa untuk tangki gunner dan 31.005.056 jiwa untuk penyemprotan di fasilitas publik”, beber Ketua Umum PMI Jusuf Kalla di tempat yang sama.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ginanjar Kartasasmita selaku Wakil Ketua Umum PMI , Septian Hario Seto selaku Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan, dan beberapa perwakilan PMI Pusat.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel