PPKM DaruratBeritaFoto

Menko Luhut: Teknik Tracing Kunci Deteksi Virus Covid-19

Dibaca: 57 Oleh Kamis, 29 Juli 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 07 29 at 14.47.23
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-466/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VII/2021

Marves – Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan mengungkapkan bahwa teknik tracing (pelacakan) merupakan kunci dalam mendeteksi virus Covid-19. Hal itu dijelaskannya saat melaksanakan kunjungan ke Rumah Oksigen yang diinisiasi oleh GoTo di Pulo Gadung, Jakarta Barat, Kamis (29-07-2021).

“Jadi sekarang kita sudah semakin mengerti bahwa teknik tracing itu penting dalam penanganan Covid-19. Teknik tracing ini kuncinya,” kata Menko Luhut.

Dia kemudian menjelaskan dengan adanya teknik tracing, maka penyebaran virus Covid-19 dapat dengan cepat diketahui.
Meskipun tidak menutup kemungkinan bila jumlah positif akan diketahui lebih banyak dari sebelumnya.

“Jadi saya sudah bilang Presidwn nanti mungkin jumlah yang diketahui terinfeksi akan naik, namun tidak apa apa, kan dia ‘tercabut’ dari keluarganya. Jadi tidak terjadi banyak penularan di keluarga,” jelasnya.

Dengan demikian, lanjut Menko Luhut, untuk mereka yang terpapar Covid-19 bisa langsung ditangani, apalagi sekarang jumlah tempat isolasi terpusat hingga ketersediaan tempat tidur (BOR) di RS yang semakin bertambah. Selain itu, lanjutnya, dengan adanya tambahan rumah oksigen tersebut, membuat penanganan Covid-19 jadi  semakin membaik dari hari ke hari.

Baca juga:  Menko Luhut pimpin Rapat Program Pembangunan & Pengentasan Kemiskinan di Wilayah Jawa Barat bagian Selatan

“Jadi ini isolasi terpusat masih berapa ribu di Jakarta, lalu rumah sakit bed nya juga turun sekarang, sudah turun banyak. Apalagi ini juga ada Rumah Oksigen, saya berterima kasih sekali kepada para Kepala Dinas, GoTo, Samator, Master Steel, Tripatra, Halodoc dan TNI dan pihak terkait lainnya karena ini dapat menampung lebih banyak pasien isolasi mandiri saat ini,” ujar Menko Luhut.

Namun demikian, sambungnya, pemerintah tetap mengantisipasi kemungkinan yang terburuk sehingga apa yang terjadi pada masa mendatang, pemerintah sudah lebih siap.

Lebih lanjut, Menko Luhut menjelaskan untuk saat ini ketersediaan tempat tidur di Jakarta sekitar 9000 lebih.  sedangkan seluruh Jawa-Bali disiapkan hampir 50.000 tempat tidur diantaranya di Bandung, Semarang, Yogya, Solo Raya, Surabaya, Malang, Bali dan sebagainya.

“Kita juga mulai di luar jawa. Oksigen sudah mulai kita siapkan, kita dapat ISO Tank tambahan hampir 20, nah ini akan kita gunakan untuk menampung oksigen yang ada dari Konawe, Jawa, Kalimantan, dan Bali. Sehingga kami berharap ISO Tank yang kita siapkan ini membantu daripada kekurangan-kekurangan Oksigen,” ungkapnya.

Baca juga:  Zonasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Terluar Harus Dikelola Secara Holistik

Dengan demikian, Menko Luhut berharap dengan adanya langkah seperti ini, akan bisa membuat Indonesia lebih baik. Dirinya mengajak agar kita harus satu padu menghadapi ini, tidak ada yang dikerjakan satu orang, sebab peran serta masyarat sangat penting.

“Ini masalah kemanusiaan yang harus kita tanggulangi bersama. Percayalah pemerintah memberikan yang lebih baik dan bisa mengatasi bila bersama-sama dengan masyarakat semua patuh dan taat pada protokol kesehatan yang ada,” pungkas Menko Luhut.

Saat ini, ISO Tank Container sangat dibutuhkan untuk mengirimkan Oksigen cair atau gas dari sebuah industri migas ke suatu pulau atau ke depo minyak dan gas pada suatu wilayah.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel