Siaran PersBerita

Menko Luhut: Transportasi Darat Berkontribusi Signifikan Pada Perekonomian Nasional

Dibaca: 110 Oleh Rabu, 19 Agustus 2020September 22nd, 2020Tidak ada komentar
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan Rakor Virtual Pengembangan Food Estate di Humbang Hasundutan
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS 

No.SP-116/HUM/ROKOM/SET-MARVES/VI/2020

Marves – Bali, Transportasi darat dinilai memiliki peranan penting dan memberikan kontribusi signifikan dalam perekonomian nasional. Pemerintah Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk membangun infrastruktur transportasi darat tidak hanya di Jawa, tetapi di seluruh bagian Indonesia.

Hal itu seperti disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan saat memberikan sambutan secara virtual dalam webinar bertema “Transportasi Darat untuk Merajut Keberagaman Indonesia”, Rabu (19-08-2020).

Menko Luhut mengatakan, komitmen pemerintah membangun transportasi darat di seluruh Indonesia tampak pada pembangunan tol di Sulawesi, Kalimantan, Sumatera dan di Bali maupun rencana pengembangan jaringan kereta api di Kalimantan, Sulawesi, dan Bali.

Mengutip studi yang dilakukan oleh LPPM FE UI, Menko Luhut mengatakan bahwa kenaikan stok jalan sebesar 1% akan menaikkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8,8%. Karenanya, pemerintah Indonesia memandang penting pembangunan infrastruktur jalan baik dalam bentuk investasi pemerintah maupun investasi swasta dalam proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

“Selain itu, konektivitas jalan, termasuk jalan tol merupakan sebuah komponen penting dalam mendorong transformasi ekonomi menuju sektor manufaktur dan jasa,” kata Menko Luhut.

Baca juga:  Kampung KB : Inovasi Strategis Memberdayakan Masyarakat

Tak kalah penting dari pembangunan infrastruktur darat, pemerintah saat ini sedang mengembangkan kendaraan listrik berbasis baterai (KLBB). Menko Luhut mengatakan, upaya ini diharapkan tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fossil fuel, tetapi juga mengurangi dampak buruk pada lingkungan dari pencemaran yang ditimbulkan kendaraan berbasis fossil fuel.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga mendorong pengembangan transportasi massal berbasis kereta api. Melalui moda transportasi ini, menko Luhut mengatakan Indonesia dapat menghemat Rp 40 Triliun dari biaya operasi kendaraan bermotor dan Rp 60 Triliun untuk waktu perjalanan. Nilai tersebut setara dengan 4% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jabodetabek.

Menko Luhut mengatakan, penggunaan transportasi massal juga akan mengurangi kemacetan lalu lintas secara signifikan. Data dari PT KAI Commuterline Indonesia (PT KCI), jumlah penumpang mencapai 336 juta orang dari dan menuju Jakarta ke dan dari wilayah sekitar Jakarta pada tahun 2019.

Tak hanya menyoroti pembangunan infrastruktur darat, Menko Luhut juga menekankan pentingnya memberikan perhatian pada angkutan sungai, danau, dan penyebrangan yang juga memainkan peran penting sebagai salah satu unsur konektivitas.

Baca juga:  Indonesia Akan Masukkan Blue Carbon Sebagai Andalan Dalam Skenario Pengurangan Emisi di Konferensi Iklim PBB

Menko Luhut mengatakan, saat ini terdapat 221 lintasan, 35 pelabuhan dan 151 kapal yang dikelola oleh salah satu BUMN yaitu PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Titik lintasan terdapat mulai dari Banda Aceh, Sibolga, Bakauheuni, Merak, Ketapang, Batulicin, Bitung, Ternate, Sorong sampai dengan Merauke. Penumpang yang diangkut berjumlah 6,6 Juta per tahun sedangkan jumlah kendaraan yang diangkut 6,4 juta per tahun.

“Data tersebut merefleksikan pentingnya angkutan sungai, danau dan penyebrangan untuk lebih dioptimalkan,” kata Menko Luhut.

Selain itu, Menko Luhut juga menekankan perlunya perhatian terhadap perkembangan industry E-commerce. Merujuk data BPS pada tahun 2019, industri E-commerce di Indonesia meningkat hingga 17% dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Total jumlan usaha E-commerce mencapai 26,2 juta unit.

Selama tahun 2018 saja, tercatat nilai transaksi sebesar Rp 17,21 Triliun dengan jumlah 24.821.916 transaksi. Dari angka tersebut terdapat 19,66% yang menggunakan jasa kurir online berbasis aplikasi. Jumlah tersebut, kata Menko Luhut, merefleksikan kebutuhan yang terus meningkat dalam jasa transportasi online.

Baca juga:  Menko Luhut : Kepada Ilmuwan Muda di Luar Negeri Agar Bantu Program Hilirisasi

Berdasarkan data-data tersebut, Menko Luhut menyimpulkan bahwa sektor transportasi darat adalah elemen yang penting dalam pengembangan konektivitas nasional dan mempunyai kontribusi yang signifikan di dalam pembangunan nasional.

“Pengembangan di sektor ini akan memberikan multiplier effects ke berbagai sektor yang pada akhirnya akan men-generate perkembangan ekonomi nasional,” kata Menko Luhut.

Lebih lanjut, Menko Luhut mengatakan, pemerintah Indonesia juga mempunyai komitmen yang sangat kuat untuk mengembangkan urban transport sebagaimana dicanangkan dalam RPJMN 2020-2024, sebagai salah satu faktor utama di dalam mengurangi kemacetan dan memperbaiki kualitas lingkungan.

“Konektivitas pada seluruh sektor darat, laut, dan udara yang terintegrasi akan membantu di dalam upaya pemerataan perekonomian nasional bagi negara besar seperti Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17.504 pulau,” kata Menko Luhut.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel