BeritaSiaran Pers

Menko Luhut Wajibkan Bangga Belanja Produk Indonesia Di Business Matching

Dibaca: 60 Oleh Senin, 11 April 2022April 14th, 2022Tidak ada komentar
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan mengapresiasi Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang menyelenggarakan business matching tahap kedua dalam bidang alat kesehatan, wellness product, dan produk K3 pada hari Senin (11 – 04 – 2022).

Business matching ini diadakan untuk menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo, terkait Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia pada 25 Maret lalu di Bali, guna melakukan percepatan belanja Produk Dalam Negeri (PDN) di seluruh Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah dan BUMN. Acara ini berhasil mengumpulkan komitmen belanja PDN sebesar 219,26 triliun rupiah dengan 31.800 paket.

“Hal ini perlu menjadi catatan kita bersama, perlu adanya kelanjutan proses pengadaan barang atau jasa hingga input ke e-kontrak. Ini memerlukan gerakan cepat dari kita,” tegas Menko Luhut.

Untuk itu LKPP bersama Kemenperin, Kemendag, Kemenkes, Kementan, Kemenparekraf, dan KemenkopUKM harus mempersiapkan penambahan jumlah produk yang ada di e-katalog hingga 1 juta UMKM pada akhir 2022.

Baca juga:  Menko Bidang Kemaritiman Menghadiri Undangan Kerjasama Ekonomi, Sosial, dan Budaya Indonesia Tiongkok

“Ke depannya, seluruh belanja yang dilakukan di e-purchasing dan e-tendering harus menggunakan produk yang sudah ada di e-katalog,” urainya.

Kegiatan business matching ini dilakukan secara sektoral sesuai kebutuhan kementerian dan lembaga masing-masing dengan durasi yang lebih panjang. Untuk kali ini ada tiga bahasan business matching tahap kedua ini, bidang alat kesehatan, wellness product, dan produk K3. Kementerian Kesehatan akan mengawal setiap prosesnya, mulai dari m pencapaian target hingga proses pengadaan.

Menko Luhut menyatakan, bahwa masih ada tiga pekerjaan yang perlu diselesaikan oleh 10 kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah yang memiliki belanja PDN tertinggi. “Pertama, saya minta segera tingkatkan pendataan dari belanja yang dilakukan secara non-elektronik, berdasarkan data belanja non-elektronik mencapai 60% dari keseluruhan. Hal ini mengakibatkan sulitnya identifikasi PDN pada belanja tersebut,” ujarnya.

Kedua, lanjut Menko Luhut, seluruh komitmen belanja business matching bisa segera di input dengan menggunakan SIRUP, sehingga dapat ditelusuri proses hingga realisasinya.

“Ketiga, saya meminta ke Kemenkeu, Kemendagri, KemenPPN/Bappenas, dan LKPP agar memastikan semua K/L menginput data kontrak ke sistem e-kontrak dan mensyaratkan dalam kontrak tentang penggunaan produk dalam negeri,” tegasnya.

Baca juga:  Percepatan Penyelesaian Otoritas Pengelolaan (Management Authority/MA) Jenis Ikan dalam CITES, Kemenko Marves menargetkan 1 September Selesai

Saat ini tengah dilakukan integrasi sistem, mulai dari perencanaan hingga pelaporan. Banyak yang perlu dibenahi untuk mendapatkan sistem yang lebih ringkas dan transparan. Diharapkan konsistensi seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk mengawal dan mempercepat realisasi belanja dapat tercapai paling lambat 31 Mei 2022.

“Saya minta kepada semua pihak, mari kita bekerja sama, mewujudkan sebuah sistem yang terintegrasi dan mudah untuk administrasi, dan mari kita utamakan realisasi belanja PDN di masing-masing satuan kerja. Produk UMKM wajib kita beli, kita wajib Bangga Belanja Buatan Indonesia,” tutup Menko Luhut.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi
No.SP-135/HUM/ROKOM/SET.MARVES/IV/2022

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel