Siaran Pers

Menko Maritim Canangkan Percepatan Rehabilitasi Mangrove di Indonesia

Oleh 20 Sep 2018 September 24th, 2018 Tidak ada komentar
Menko Maritim Canangkan Percepatan Rehabilitasi Mangrove di Indonesia
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Maritim—Jakarta, 23% luas total mangrove dunia ada di Indonesia. Namun, fakta miris muncul manakala pada tahun 2015, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup mengeluarkan data bahwa 48% atau 1.671.140,75 ha mangrove RI dalam kondisi baik. Namun demikian, 52% atau 1.817.999,93 ha luas mangrove Indonesia berada dalam kondisi rusak/kritis dan terus mengalami tekanan pengurangan luas akibat pengrusakan dan alih fungsi untuk pemanfaatan lainnya.

Dengan kenyaataan tersebut, pemerintah tidak tinggal diam. Bersama dengan masyarakat umum, kalangan Perguruan Tinggi, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) telah dan terus melakukan berbagai upaya pengembangan ekonomi berbasis ekosistem mangrove dan juga merehabilitasi yang rusak.

Namun upaya ini masih dianggap kurang, sehingga rehabilitasi mangrove rusak perlu dilakukan percepatan. Untuk memulai proses percepatan ini, Menko Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Agung Kuswandono melakukan pencanangan percepatan rehabilitasi mangrove rusak. Pencanangan ini juga dihadiri oleh pejabat dari 19 kementerian dan lembaga termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta kepala-kepala daerah se-Indonesia yang mangrove-nya terancam punah. Sedangkan lokasi pelaksanaannya berada di Gedung Perpusnas, Jakarta, Kamis (20-9-2018).

“Rehabilitasi mangrove rusak perlu dilakukan percepatan karena ekosistem mangrove bukan hanya penting bagi masyarakat pesisir, namun juga bagi dunia jika dikaitkan dengan isu pemanasan global atau perubahan iklim yang terjadi saat ini,” ujar Menko Luhut dalam sambutannya.

Karena urgensi rehabilitasi mangrove yang cukup besar, Menko Luhut mengatakan bahwa untuk mempercepat rehabilitasi mangrove, Pemerintah perlu melibatkan seluruh potensi yang dimiliki Indonesia seperti sumber pendanaan dari perusahaan (Peraturan Pemerintah no 47 tahun 2012 tentang Tanggung jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas), APBN, dan APBD, serta swadaya masyarakat. Lalu, menurutnya Pelibatan perguruan tinggi sebagai basis ilmiah agar kegiatan rehabilitasi berjalan dengan baik. Komitmen dan tindak nyata kepala daerah yang semakin baik.

Lebih jauh, usai pencanangan rehabilitasi mangrove yang rusak, Deputi Bidang Koordinasi SDA dan Jasa Agung Kuswandono mengatakan Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki berbagai ekosistem, di antaranya adalah ekosistem mangrove yang tersebar di sepanjang pesisir pantai. “Mangrove memiliki berbagai fungsi di antaranya fungsi konservasi, fungsi ekologi, fungsi ekonomi dan fungsi pendidikan dan pelatihan.

Menurut Deputi Agung, mangrove dapat mencegah intrusi air laut, mengikat sedimen serta melindungi garis pantai dari abrasi dan tsunami. “Secara ekologis,Mangrove memiliki fungsi ekologi diantaranya sebagai penyerap polutan, tempat terjadinya daur ulang unsur hara, tempat berpijahnya aneka biota laut, tempat berkembang biaknya aneka jenis burung, mamalia, reptil dan serangga,” sebutnya.

Yang tidak kalah penting, tambah Deputi Agung, ekosistem mangrove juga memiliki keuntungan ekonomi. “Sebagai fungsi ekonomi, ekosistem mangrove menyediakan hasil hutan berupa kayu dan non kayu, dan jasa lingkungan,” urainya.

Secara garis besar, kebijakan pemerintah terkait dengan mangrove antara lain, bila ekosistemnya masih baik maka pemerintah akan menetapkan kawasan tersebut menjadi kawasan konservasi dan akan terus diperluas. Lalu, pemerintah juga akan mengembangkan dan menduplikasikan berbagai aktivitas ekonomi yang telah berhasil di beberapa daerah ke daerah lainnya, seperti wisata mangrove, _silvofishery_, budidaya lebah madu, dan sebagainya.

Sementara itu, untuk mangrove yang mengalami kerusakan atau berada dalam kondisi kritis maka pemerintah melakukan percepatan rehabilitasi.

MANGROVE MILIK KITA BERSAMA
MANGROVE TANGGUNG JAWAB KITA BERSAMA

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel