HeadlineBerita

Menko Marves Gotong Royong Kawal Progress Program Food Estate Sumatera Utara

Dibaca: 25 Oleh Sabtu, 10 Juli 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 07 10 at 13.48.09
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-419/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VII/2021

Marves – Jakarta, Program Food Estate Sumatera Utara terus mengalami perkembangan. Pengawalan terus dijalankan oleh seluruh Kementerian dan Lembaga terkait yang terlibat dalam program ini. Dalam rangka mengetahui perkembangan tindak lanjut program Food Estate, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyelenggarakan Rakor Kemajuan Tindak Lanjut Kegiatan Food Estate Sumatera Utara pada Kamis, (08-07-2021).

“Berbagai kemajuan sudah terlihat pada program ini. Kami telah melakukan koordinasi dan pembahasan konsep pembentukan Badan Otorita Pengembangan Food Estate, yang diharapkan Satker dapat terbentuk tahun ini,” buka Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan. Tim operasional (transisi) yang terdiri dari pemerintah dan tim Pemkab telah mulai bekerja secara intensif di lapangan dengan menggandeng para mitra petani yang ada.

“Para anak muda professional yang menjadi bagian dari tim transisi di lokasi telah melakukan beberapa pekerjaan progresif, seperti kegiatan demplot yang diwajibkan kepada para offtaker, penelitian teknis seperti pengambilan sampel tanah, pemantauan pembuatan jalan akses, irigasi dan lainnya,” lanjut Menko Luhut. Karena tim yang langsung turun ke lapangan ini, kekurangan juga mampu diukur dengan cermat dan berbagai kendala lainnya dapat di selesaikan secara bertahap.

Baca juga:  Diklat Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (SESPARLU) Angkatan ke-61 Membahas Current Strategic Policy on Maritime

Menko Luhut juga berpesan agar dapat tercipta sistem pendanaan oleh Offtaker, dimana nantinya para petani dapat mengembalikan uang tersebut dalam jangka waktu tertentu dan menjadikannya milik pribadi. “Sehingga nanti tanah teesebut mampu menjadi sumber penghasilan masyarakat sendiri, demi masa depan mereka kedepannya,” ungkap Menko Luhut.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Nani Hendiarti juga menjelaskan bahwa lokasi pengembangan tahap dua berlangsung dengan maksimal.

“Potensi Food Estste dari alih fungsi dan perubahan peruntukan kawasan hutan serta perubahan usulan kebun raya Kabupaten Humbahas mencapai luas kurang lebih 1.150 Ha,” ungkapnya. Dengan kecepatan pembangunan seperti yang sekarang ini, berbagai kawasan dapat terbentuk sesuai timeline yang ada dan mampu mencapai tahapan pengembangan bisnis pada 2024.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono juga menyepakati hal tersebut. “Kita optimis, ini baru tanam kedua tetapi progress begitu terlihat. Kalau semangat ini terus di kawal, program ini akan berhasil dan kelemahan serta kekurangan dapat di ukur dengan jelas,” ungkapnya dalam rakor tersebut.

Baca juga:  Menko Maritim : BPPT Adalah Unsur Penting Dalam Memajukan Teknologi Demi Kemandirian Bangsa Indonesia

Tiap-tiap perwakilan yaitu Menteri yaitu Menteri PUPR, ATR-BPN, Pertanian, KLHK dan juga Gubernur Sumatera Utara serta Bupati Humbahas juga turut memberikan berbagai kemajuan nyata dari pembangunan yang dilakukan sesuai sektor masing-masing.

“Diharapkan kedepannya kemajuan program Food Estate dapat mewujudkan cita-cita Presiden untuk menciptakan kemajuan pertanian Indonesia,” tutup Menko Luhut sebagai penyemangat bagi semua pihak yang terlibat dalam rakor ini.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel