HeadlineBerita

Menko Marves: “Turunkan Angka Sampah di Laut dari Hulu ke Hilir dengan Berbagai Aksi Nyata.”

Dibaca: 32 Oleh Kamis, 6 Mei 2021Mei 7th, 2021Tidak ada komentar
Menko Marves: “Turunkan Angka Sampah di Laut dari Hulu ke Hilir dengan Berbagai Aksi Nyata.”
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-314/HUM/ROKOM/SET.MARVES/V/2021

Marves – Jakarta, Sampah di Laut merupakan permasalahan global yang terus menjadi topik utama di berbagai negara di dunia. Penanganan sampah di laut terus digencarkan, Pemerintah Indonesia juga terus berusaha dan berkomitmen untuk mengurangi sampah di laut dengan keluarnya Peraturan Presiden No.83 tahun 2018 tentang Penanggulangan Sampah di Laut. Secara global, Indonesia juga diakui berperan penting dalam mengawal isu ini. Hal ini dipaparkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan dalam Rapat Koordinasi Progress Penanganan Sampah Laut tahun 2018-2020 sebagai Implementasi Perpres no.83 Tahun 2018 pada Kamis, (06-05-2021).

“Indonesia terus menunjukan komitmennya dalam mengurangi sampah di laut, ini ditujukan melalui bagaimana Indonesia menjadi negara pertama yang membentuk Kerjasama multi pihak terkait hal ini, yang terus mendorong implementasi ekonomi sirkular,” Buka Menko Luhut. Menurutnya, Indonesia juga terus mendapatkan dukungan dari mitra regional maupun internasional demi menyelesaikan urusan ini. Indonesia juga mengalami banyak kemajuan melalui berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan, “program-program tersebut juga telah menunjukan berbagai aksi nyata,” tegas Menko Luhut.

Baca juga:  Wujudkan Pariwisata Jadi Pilar Ekonomi Indonesia, Kemenko Maritim Dorong Pembangunan Marina di Kepri

Penanganan sampah di Sungai Citarum, Pengelolaan sampah sebagai bahan baku dan sumber energi baru melalui plastic tar road, RDF dan PSEL, serta pemanfaatan startup berbasis digital untuk pengumpulan dan pengangkutan sampah plastik, bank sampah dan industri recycle menjadi bukti dari aksi nyata yang sudah diterapkan di berbagai daerah yang ada di Indonesia.

Terlepas dari kemajuan tersebut, pengelolaan sampah masih perlu ditangani dengan serius, demi tercapainya komitmen penurunan sampah di laut hingga 70%. Sampah yang tidak terkelola dengan baik sangat merugikan bagi ekosistem, Kesehatan masyarakat, dan berdampak buruk bagi pariwisata. Menurut Menko Luhut, pengelolaan sampah harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu ke hilir, “Jangan hanya mengandalkan TPA saja. Terus kelola sampah dan hidupkan ekonomi sirkular melalui penanganan sampah di laut juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya. Solusi inovatif juga diperlukan demi mengurangi masuknya sampah laut ke sungai, yang merupakan salah satu sumber permasalahan utama sampah di laut.

Menko Luhut memberikan arahan bahwasannya upaya percepatan pengelolaan sampah dan penanganan sampah di laut harus bersifat kolaboratif. Tiap Kementerian Lembaga diharapkan mampu mendorong perbaikan tata kelola persampahan dan berkontribusi nyata dalam penanganan sampah di laut. Pemerintah Daerah juga harus memperkuat kapasitasnya secara terintegrasi dan inovatif, “Pemerintah Pusat harus terus mendampingi dan mengawal secara penuh tiap Langkah yang ada,” tambahnya. Kebocoran sampah di laut juga harus diperhatikan, sehingga kegiatan pelayaran, pelabuhan dan perikanan harus menerapkan tata kelola persampahan yang maksimal. Industri daur ulang plastik juga menjadi perhatian Menko Luhut, dimana penyebaran lokasi harus merata hingga ke luar pulau Jawa. Menurutnya pula, perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli dan aktif dalam pengelolaan sampah harus diterapkan sedari dini dan menjadi perhatian bagi seluruh pemangku kepentingan yang ada.

Baca juga:  Pemerintah Indonesia Perkuat Hubungan Kerja Sama Indonesia – Korea Melalui Investment Roundtable Dialogue 2021

Dalam rakor ini, Kemenko Marves juga turut mengundang berbagai Kementerian Lembaga terkait dan mendengarkan berbagai kemajuan maupun hambatan yang dirasakan. Selain itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya selaku Ketua Harian Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) menyampaikan berbagai progress keseluruhan terkait penanganan sampah di laut. Turut hadir pula Menteri Perhubungan Budi Karya dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanusudibyo yang juga melakukan pemaparan. Diharapkan, percepatan pengelolaan sampah akan terus berjalan maksimal, dan Indonesia mampu segera mewujudkan pengurangan sampah laut hingga 70% pada tahun 2025.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel