BeritaSiaran Pers

Menteri Samudera Korea Apresiasi Penanganan Pencemaran Sungai Citarum

Dibaca: 42 Oleh Kamis, 14 Oktober 2021Oktober 16th, 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 10 16 at 17.18.22 2
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

No.SP-643/HUM/ROKOM/SET.MARVES/X/2021

Marves — Purwakarta, Mendampingi Menteri Samudera dan Perikanan Republik Korea Seong-Hyeok Moon, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Sesmenko Marves) Agung Kuswandono melakukan kunjungan kerja ke Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, pada Hari Kamis (14-10-2021). Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung perkembangan penanganan pencemaran Sungai Citarum.

Dalam kunjungannya ini, Menteri Moon menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas keberhasilannya dalam mengendalikan pencemaran di Sungai Citarum. “Karena komitmen dan usaha pemerintah akhirnya berhasil membuat sungai yang tadinya tercemar ini menjadi bersih kembali sehingga memberikan arti mendalam bagi kita semua yang berkumpul hari ini,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Selain itu, Menteri Moon juga berjanji akan terus berkomitmen dalam melaksanakan kerja sama di berbagai bidang sesuai yang telah disepakati oleh pemerintah kedua negara.

Menyambung, Sesmenko Agung yang mendampingi Menteri Moon saat mengunjungi Waduk Jatiluhur juga sempat memberikan pujiannya kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang juga hadir dalam kesempatan itu. “Pada Awalnya Sungai Citarum adalah sungai yang tercemar bahkan dijuluki sungai terkotor di dunia, tetapi saat dibawah Gubernur Jawa Barat Pak Ridwan Kamil bersama dengan 23 kementerian, lembaga pemerintah, dan militer Indonesia membuat Sungai Citarum menjadi lebih bersih,” katanya.

Baca juga:  Menko Luhut Terus Dukung Inovasi dan Teknologi Dalam Negeri Demi Kemajuan Bangsa

Selain itu, diapun menceritakan tentang keunikan Waduk Jatiluhur yang membendung Sungai Citarum. “Salah satu hal unik tentang Waduk Jatiluhur adalah kemampuannya dalam menghasilkan energi listrik sebesar 830 juta kwh dan kapabilitasnya yang mampu mengaliri air dari Jawa barat hingga Jakarta,” ungkap Sesmenko Agung.

Sementara itu lebih jauh, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang juga ikut mendampingi sempat menceritakan tentang riwayat penanganan Sungai Citarum. “Sebelum tahun 2018, Sungai Citarum mempunyai julukan sebagai sungai terkotor di dunia. Kami sangat malu dan tidak bangga sama sekali,” kata Ridwan Kamil sambil bercerita.

Usai dia dilantik menjadi gubernur, lanjutnya, dia ingin agar Sungai Citarum yang awalnya terkenal sebagai sungai terkotor di dunia ini harus bisa menjadi sungai tempat berenang. Gubernur Ridwan pun menyatakan bahwa di tahun 2021 ini, setelah 3 tahun berjalan, progres kerja kolaboratif tersebut mulai nampak terlihat.

Pada kesempatan ini, hadir juga Asisten Deputi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Konservasi Sumber Daya Alam pada Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Mochamad Saleh Nugrahadi; Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah pada Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Rofi AlhanifAlhanif; Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika; Chief of Advisory Board Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) juga mantan Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves, Safri Burhanudin; pengurus erusahaan Umum Jasa Tirta II, Kasdam Jawa Barat, dan tamu undangan lainnya.

Baca juga:  Gelar Vaksinasi untuk Anggota Keluarga Pegawai Kemenko Marves, Kepala Biro Umum: Tetap Terapkan Prokes dan Jangan Lengah

Menteri Seong-Hyeok Moon Sambangi ITB Cirebon dan Kapal Riset ARA

Selain berkunjung ke Waduk Jatiluhur, Menteri Seong-Hyeok Moon bersama rombongan melanjutkan perjalanan mengunjungi kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) Cirebon diterima resmi oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Pengembangan (WRURK) ITB, Ir. Muhamad Abduh, M.T, Ph.D. dan Bupati Cirebon Imron Rosyadi untuk bersilaturahmi dan berdiskusi dengan pengelolaan kampus dan lingkungan di Cirebon. Pada kesempatan ini Menteri Seong-Hyeok Moon meninjau lokasi MTCRC, sebuah pusat penelitian dan penelitian oseanografi yang dibangun sejak tahun 2018 berdasarkan kerja sama bilateral Indonesia dan Korea. Fasilitas dan peralatan oseanografi dari Hibah ODA ditunjukkan kepada Menteri Seong-Hyeok Moon, beserta kegiatan dan pemanfatan yang telah dilakukan oleh Tim Peneliti MTCRC dan Kelompok Keahlian Oseanografi ITB.

Setelah dari ITB, Cirebon Menteri Seong-Hyeok Moon bersama rombongan juga menyambangi Dermaga PT Pelindo II untuk meninjau fasilitas Kapal ARA yang juga merupakan salah satu Hibah dari pihak Korea yang telah diserahterimakan ke Kemenkomarves dan selanjutnya ke ITB. Di lokasi kunjungan ini, Menteri Seong-Hyeok diberikan penjelasan tentang keberadaan Kapal ARA dan lokasi MTCRC yang sudah ada selama ini yang ikut memberikan kontribusi di berbagai kesempatan, utamanya dalam riset atau penelitian. Menteri Seong-Hyeok sangat senang atas sambutan yang diberikan kepada saat kunjangan perdananya ke Indonesia.

Baca juga:  Sosialisasi Gerakan Indonesia Bersih di Ambon

“Terima kasih atas sambutannya. Saya sangat senang berada di sini,” pungkasnya.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel