BeritaFotoBerita DeputiDeputi 4

Menutup Tahun Anggaran 2021 Deputi PLK Mengadakan Monitoring dan Evaluasi

Dibaca: 100 Oleh Kamis, 30 Desember 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 12 30 at 09.57.17
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

No.SP-828/HUM/ROKOM/SET.MARVES/XII/2021

Marves–Bogor, Dalam rangka pelaksanaan PP Nomor 39 Tahun 2006 Deputi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Triwulan IV di Bogor pada tanggal 27-29 Desember 2021. Monitoring dan evaluasi (monev) merupakan salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan suatu program kerja dengan mengamati perkembangan pelaksanaan rencana suatu kegiatan, melakukan identifikasi serta antisipasi permasalahan yang terjadi dan kemungkinan terjadi agar dapat segera diambil tindakan.

Acara monev secara resmi dibuka oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan (PLK) Nani Hendiarti dan didampingi Sekretaris Deputi Dirhansyah Conbul. Dalam arahannya Deputi Nani Hendiarti menyampaikan apresiasi bahwa semua program kegiatan di Deputi PLK pada tahun 2021 berjalan dengan baik dan sesuai perencanaan, walaupun dalam pelaksanaannya ditemui beberapa kendala seperti adanya refocusing dan optimalisasi anggaran.

“Beberapa kegiatan dapat memperoleh apresiasi tinggi karena beberapa capaian penting, salah satunya adalah dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 Tahun 2021 tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional,” ungkapnya. Perpres ini merupakan upaya untuk mengendalikan kerusakan, menjaga, memulihkan, dan mengembalikan kondisi dan fungsi badan air danau, daerah tangkapan air, dan sempadan danau sehingga bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Baca juga:  Deputi Safrie Terbang Ke NTB, Bahas Sekolah Pariwisata

Selain itu, regulasi lain yang terkait hal ini adalah Perpres No. 98 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang ditetapkan secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pembangunan Nasional. “Perpres ini mengatur tentang pasar karbon yang bisa mendukung pencapaian target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) di Indonesia sebagaimana tercantum dalam dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) untuk pengendalian perubahan iklim,” imbuh Deputi Nani.

Perpres ini akan melengkapi sederet kebijakan yang digunakan untuk pengendalian perubahan iklim, sekaligus, sebagai sumber pendanaan untuk menciptakan ekonomi hijau yang berkelanjutan.“Hal ini akan menjadikan Indonesia penggerak pertama (first mover) penanggulangan perubahan iklim berbasis market di tingkat global untuk menuju pemulihan ekonomi yang berkelanjutan,” tambahnya. Sejumlah Rancangan Perpres juga sedang berproses dan diharapkan pada tahun 2022 akan segera bisa ditetapkan.

Dalam Kegiatan ini, Deputi PLK juga mengundang Kementerian dan Lembaga yang menjadi mitra Kemenko Marves seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Badan Pusat Statistik yang hadir secara on-line dan off-line. Pada hari pertama diisi dengan paparan dan diskusi dengan narasumber dari Biro Perencanaan Kemenko Marves, Biro Perencanaan KLHK, Direktorat Pengendalian Kerusakan Gambut, Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut, Direktorat Pengendalian Pencemaran Air, Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara dan Direktorat Pengendalian Kerusakan Lahan Akses Terbuka. Sedangkan dari Badan Pusat Statistik hadir narasumber dari Direktorat Neraca Produksi dan Direktorat Statistik Kehutanan.

Baca juga:  Kemenko Kemaritiman Dorong Kontribusi Pemuda Dalam Wujudkan Poros Maritim Dunia

Pada hari kedua kegiatan monev, juga diadakan sosialisasi nilai dasar atau core values BerAKHLAK ASN dari ATC Consulting yang diikuti oleh seluruh Pimpinan dan Staf Deputi PLK. Dengan kegiatan ini diharapkan seluruh pegawai Deputi PLK sebagai aparatur sipil negara (ASN) memegang teguh nilai BerAKHLAK dan mengimplementasikan dalam pelaksanaan tugasnya, sehingga dapat mendorong terciptanya birokrasi yang semakin dinamis untuk mendukung pembangunan Indonesia.

Pada sesi pemaparan substansi seluruh unit Eselon II dilingkup Deputi PLK, semua unit dapat menyelesaikan program kerja baik yang ada dalam Renja 2021 yang diperjanjikan dalam Perjanjian Kinerja maupun tugas-tugas tambahan yang sifatnya direktif pimpinan, termasuk pengawalan Program Prioritas Nasional dan Major Project. Dari sisi realisasi anggaran semua unit eselon dua bisa menyerap dan membelanjakan anggaran secara maksimal dengan rata-rata capaian melebihi 99 persen sesuai dengan target yang ditetapkan oleh Kemenko Marves.

Menutup sambutannya, Deputi Nani menyampaikan bahwa tantangan pada tahun depan akan masih berat dengan kondisi ekonomi yang belum pulih kembali. “Untuk itu kita harus mampu mengantisipasi berbagai perubahan yang terjadi agar dapat melaksanakan tugas-tugas dengan sebaik-baiknya dan menghasilkan kinerja yang lebih baik lagi kedepannya,” pungkasnya.

Baca juga:  Kemenko Marves Kawal Infrastruktur Pengamanan Pantai Brebes, Ini masalahnya!

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel