Berita

Menyelami Potensi Maritim Demi Menguatkan Perekonomian Nasional

Dibaca: 38 Oleh Kamis, 16 September 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 09 15 at 8.25.04 PM
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

No.SP-576/HUM/ROKOM/SET.MARVES/IX/2021

Marves, Jakarta – Menguatkan Perekonomian Nasional dari sektor Maritim, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Nani Hendiarti menegaskan pentingnya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam sektor lingkungan. Hal ini dikemukakan dalam segmen Live Prime Talk Metro TV pada Rabu, (15-09-2021).

“PEN dilaksanakan dengan tujuan menggerakan ekonomi yang sempat menurun karena Pandemi, kami berupaya untuk terus mendorong aktivitas masyarakat yang dijalankan dengan protokol kesehatan ketat melalui berbagai program PEN seperti rehabilitasi mangrove, rehabilitasi terumbu karang, restorasi gambut, desa wisata dan lainnya,” buka Deputi Nani. Ia menjelaskan bagaimana sektor kemaritiman mampu dengan maksimal kembali menghidupkan perekonomian masyarakat, juga dengan berbagai metode lainnya yang terus digencarkan pemerintah.

Kemenko Marves juga terus mendorong percepatan investasi pada sektor-sektor produksi dan pendidikan, terus mendorong Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, dan mendukung pergerakan ekonomi sirkular di Indonesia, “Investasi hijau dan infrastruktur hijau memberikan dampak yang begitu positif selama pandemi dengan mempercepat pembangunan pusat pengolahan sampah medis,” ungkapnya.

Baca juga:  Hadiri Pameran Beli Kreatif Danau Toba, Menko Luhut Minta Masyarakat Kenali Potensi Wisatanya

“Program PEN Mangrove menjadi salah satu skema padat karya yang mampu dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir dampaknya selama pandemi ini melanda, kegiatan ini pun sekaligus mendorong rehabilitasi 600.000 Ha lahan kritis mangrove di Indonesia,” ungkapnya. Program ini memberikan dana stimulus kepada masyarakat secara langsung sebagai insentif rehabilitasi, dimana dalam sebulan mereka dapat meraup 3,75 juta rupiah, “Telah menyerap lebih dari 490 ribu tenaga kerja dan merehabilitasi hingga 40.000 Ha lahan kritis yang ada,” tegasnya.

Selain upah tenaga kerja, mangrove juga bernilai ekonomis dengan pemanfaatannya sebagai pewarna alami bahan batik, kopi, makanan dan minuman serta bahan lainnya yang menguntungkan bagi masyarakat. Kegiatan ini tentu menjadi solusi dari dua masalah utama yaitu krisis lingkungan dan perekonomian masyarakat pesisir di masa pandemi ini. Deputi Nani juga menyebutkan, masyarakat betul-betul merasakan dampak nyata seperti yang dialami oleh masyarakat pesisir Bangka Belitung, “Antusiasme mereka meningkat karena perekonomian juga kembali pulih, tangkapan nelayan juga meningkat, fungsi mangrove pun kembali berjalan,” pungkasnya.

Baca juga:  Kemenko Marves Tinjau Sarana dan Prasarana Pelabuhan Perikanan di Sulsel

Kedepannya, Pemerintah akan terus berkolaborasi dan terus memperbaiki roadmap pengelolaan ekosistem mangrove, termasuk aspek-aspek lainnya. Investasi akan terus digencarkan demi terbukanya berbagai peluang dengan lebih luas, serta pendekatan yang penta-helix akan terus dikawal demi keberhasilan pemulihan ekonomi masyarakat melalui sektor kemaritiman.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel