Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Mike Cassidy: Balon Internet Tidak akan Bertabrakan dengan Pesawat

By 15 Mar 2016 17:37Berita
IMG_6017

Maritim – Secara teknis, balon-balon Internet yang terbang di langit Indonesia membawa alat transponder (transmitter dan responder) dan sel tenaga matahari. Balon-balon diterbangkan pada ketinggian 20-30 ribu kaki. Dengan ketinggian itu, balon-balon transponder tersebut tidak akan bertabrakan dengan pesawat.

Demikian disampaikan CEO Project Loon Google, Mike Cassidy dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (15/3).

Fungsi balon-balon tersebut mirip seperti satelit yakni menerima dan meneruskan sinyal. “Balon-balon itu bisa dikendalikan dari dari darat oleh teknisi penerbangan dan dikoordinasikan dengan menara kontrol penerbangan untuk menghindari tabrakan dengan pesawat,” jelas alumnus Universitas Harvard itu.

Lebih jauh, Cassidy, mengatakan, jaringan balon stratosferis itu dapat terhubung langsung langsung ke perangkat selular pengguna LTE. “Balon itu mampu mentransmisikan sinyal hinga 5GB per detik,” urainya.

Terpenting, mantan CEO dari beberapa perusahaan ‘start up’ itu menjelaskan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk membuat dan menerbangkan balon-balon stratosferis itu tidak mahal. “Bahan balonnya terbuat dari plastik polyethylene yang bisa anda temukan pada plastic belanjaan anda,” jelasnya.

(Maritim/Nuans/Arp)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Mike Cassidy: Balon Internet Tidak akan Bertabrakan dengan Pesawat