FotoBerita DeputiDeputi 4

Miliki Potensi Tinggi dalam Obat Tanaman Herbal, Kemenko Marves Ajak Seluruh Lembaga Berkoordinasi Demi Kemajuan Dunia Kesehatan

Dibaca: 10 Oleh Rabu, 31 Maret 2021Tidak ada komentar
Miliki Potensi Tinggi dalam Obat Tanaman Herbal, Kemenko Marves Ajak Seluruh Lembaga Berkoordinasi Demi Kemajuan Dunia Kesehatan
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 
  • SIARAN PERS
    No.SP-211/HUM/ROKOM/SET.MARVES/III/2021

 

Marves – Jakarta, Indonesia sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati memerlukan berbagai upaya dalam mengelola, menjaga dan memanfaatkannya. Indonesia diberkahi dengan berbagai tanaman herbal, dimana menurut data UN Convention, 10% populasi bunga dunia ada di Indonesia termasuk tanaman dan obat herbal. Untuk itu, Kemenko Maritim dan Investasi berinisiatif untuk membuat webinar terkait tanaman obat herbal yang bertajuk “Pemanfaatan Obat Herbal dan Investasi Pengembangannya di Indonesia” pada Rabu, (31-03-2021).

“Indonesia memiliki potensi besar dalam tanaman obat dan herbal, produk tanaman obat seperti kencur, jahe dan lainnya begitu melimpah di Indonesia,” buka Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Nani Hendiarti. Menurutnya, seluruh bagian tanaman mulai dari daun, buah, dan umbi bahkan akar memiliki kegunaan bagi manusia.

Ekspor tanaman obat dalam berbagai bentuk seperti aroma rempah-rempah juga memiliki berbagai tujuan ekspor, contohnya yang tertinggi seperti ke negara Thailand. Permintaan akan terus meningkat seiring melandanya Pandemi Covid-19 di dunia, karena adanya tren peningkatan daya tahan tubuh dan pengobatan mandiri. Tentu, tanaman obat herbal menjadi salah satu alternatif yang dipilih.

Baca juga:  Peluncuran KA Logistik, Kurangi Angka 'Dwelling Time'

“Masih dibutuhkan peningkatan data serta penelitian terkait tanaman herbal demi meluaskan industri terkait obat bagi masyarakat,” tegas Deputi Nani. Deputi Nani juga menegaskan bahwa dalam skala besar, diharapkan dapat terbentuk pengembangan industri dan investasinya, dimana dalam skala kecil dapat dibentuk diklat pelatihan dalam skala kecil untuk masyarakat. “Kita perlu melakukan kampanye secara berkala yang mampu dipublikasikan dalam negeri untuk mendorong perkembangan ini,” ungkapnya.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga telah menetapkan satu Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) yang kunjung mendukung penelitian dan pengembangan herbal. Kawasan Taman Sains dan Teknologi Herbal (TSTH) yang ada juga akan ada fasilitas dan kerjasama yang dibangun untuk keperluan riset dari hulu ke hilir.

“Kami terus mengharapkan adanya pengembangan kerjasama, baik dari Universitas maupun swasta, agar nanti pusat riset yang terus dikembangkan dapat lebih optimal,” tutup Deputi Nani. Webinar ini turut mengundang Dr.rer.nat. Chaidir, Apt, Perekayasa BPPT di Bidang Obat Herbal, Kepala Biro Hukum, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat BPPT, Nurliani Bermawie, Peneliti Ahli Utama, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Balitbangtan, Kementerian Pertanian, Ahmad Saikhu, Kepala B2P2TOOT Kementerian Kesehatan, Inggris Tania, Anggota Dewan Pakar Bidang Kesehatan IABIE, serta Raymond R. Tjandrawinata,Direktur Eksekutif Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences.

Baca juga:  Kemenko Marves Gandeng Bank BDS Indonesia Sumbang Peralatan Medis dan Paket Sembako

“Herbal begitu dekat dengan kita, khususnya dalam masa Pandemi ini. Setiap hari, banyak masyarakat yang memanfaatkan obat herbal ini demi kesehatan. Sejatinya ini membuktikan bahwa tanpa obat kimia pun, obat herbal mampu menjadi alternatif yang begitu baik,” Ungkap Asisten Deputi (Asdep) Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Konservasi Sumber Daya Alam, Mochamad Saleh Nugrahadi. “Indonesia harus memiliki regulasi terkait tentang herbal jamu, memiliki proses ikonisasi, agar jamu dapat menjadi tuan rumah herbal di Indonesia. Kita juga harus menargetkan bagaimana caranya meningkatkan daya saing yang ada,” tutur Chaidir sebagai salah satu pemateri. webinar ini diharapkan akan mampu mendapatkan berbagai masukan yang komprehensif dari berbagai pihak karena turut mengundang berbagai pakar di bidangnya.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel