BeritaFotoPublikasiTalkshow

Millenials Talk: Dorong Peran Millenial Dalam Dunia Investas

Dibaca: 28 Oleh Kamis, 10 Desember 2020Tidak ada komentar
Millenials Talk: Dorong Peran Millenial Dalam Dunia Investas
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Karawang, Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) sesuai dengan yang dimandatkan Peraturan Presiden Nomor 92 tahun 2019, perlu untuk lebih mendorong iklim dan peran milenial dalam dunia investasi.

Terkait hal ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan menyatakan generasi milenial sebagai generasi muda yang dekat dengan komunikasi, media, dan teknologi digital merupakan agen yang potensial untuk mendorong investasi dalam negeri Indonesia.

“Mari kita bersama-sama bangkit dan bekerja sama untuk memulihkan kesehatan masyarakat dan perekonomian kawasan, dan segera melakukan lompatan-lompatan kemajuan untuk kejayaan perekonomian di Kawasan”, ujar Menko Luhut dalam video sambutannya secara virtual pada acara Millenials Talk: The Rise of Indonesia’s Maritime and Investment, di Karawang, Kamis (10-12-2020)

Adapun menurut Sekretaris Kementerian Koordinator, Agung Kuswandono dalam sambutannya, melalui kegiatan Millenials Talk ini diharapkan mampu mendorong untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Generasi milenial harus memiliki wawasan dan networking yang luas, harus membuka pikiran bahwa Indonesia itu merupakan negara yang sangat besar dengan segala kekayaan sumber daya alamnya.

Baca juga:  Keluarga Sadar Gizi, Indonesia Sehat dan Produktif

Oleh karena itu kegiatan ini dianggap penting sebagai wadah untuk menambah wawasan, pengetahuan dan networking, serta semakin mampu untuk berpikir out of the box.

Dalam laporannya Kepala Biro Komunikasi, Andreas Dipi Patria menyampaikan para narasumber yang hadir dalam kegiatan Millenials Talk ini diantaranya Niwa Rahmat (Diplomat), Indra Kusuma Wardhana (Co-founder PT Bugatu Persada), Wafa Taftazani (Co-founder & President Commissioner Modal Rakyat), Ryan Manafe (Komisaris Surya Utama Nuansa), Fei Febri (Direktur Bank Sampah),Yoga Arie (Komisaris PT Aruna Industri Bintan), dan Sujiat Wati ( Agent Of Change Kemenko Marves).

“Hari ini kita akan memulainya melalui generasi yang memiliki pemikiran yang futuristic, menjembatani ide-ide pemikirannya, seperti apa yang mampu mereka wujudkan dalam berbagai tindakan nyata dan dirasakan di kalangan masyarakat luas pada umumnya. Hari ini kita akan mendengar terobosan apa saja yang sudah mereka wujudkan dalam usia yang cukup muda,” ungkap Karo Andreas.

Pada sesi pertama Niwa Rahmat yang juga seorang diplomat muda di Kementerian Luar Negeri membagikan pengalamannya terkait diplomasi maritim dan milenial di kancah internasional. Pada 2009 dirinya yang saat itu masih seorang mahasiswa sudah mendapat kesempatan untuk terlibat dan diundang oleh Pemerintah Jepang karena memiliki sebuah proyek di bidang lingkungan.

Baca juga:  Satgas GBBS (Gerakan Budaya Bersih dan Senyum) Mendukung Kepri sebagai Destinasi Pariwisata Bahari

“Menurut saya di bidang apapun pekerjaan yang kita geluti tidak ada alasan sebagai milenial hanya berdiam diri saja. Di sektor apapun milenial bisa menunjukan dirinya di kancah internasional”, katanya.

Tidak kalah menarik dengan Niwa, Fei Febri juga membagikan pengalamannya terkait apa saja yang sudah dia lakukan di bidang lingkungan hidup. Fei Febri yang seorang lulusan sarjana hukum Universitas Padjajaran dan menempati posisi terakhir di sebuah perusahaan swasta yang berpusat di Filipina sebagai General Manager memilih untuk peduli terhadap sampah. Dirinya kini menjabat menjabat sebagai Direktur Bank Sampah.

“Jadi tukang sampah itu bukan karena gagal dimana-mana, tapi ini adalah pilihan saya. Karena menurut saya Indonesia perlu anak-anak muda yang mau memikirkan bagaimana sampah di Indonesia bisa dikelola”, tutur Fei
Fei melihat peluang dibalik banyaknya sampah di Indonesia. Menurut Fei saat dikelola sampah itu bisa menjadi sesuatu yang potensial dan mendatangkan berkah. “Bayangkan saja contohnya di Bandung Raya bisa menghasilkan 7000 ton sampah sehari, jika perkilo harganya seribu rupiah. Berapa milliar yang kita buang tiap harinya.”jelas Fei.

Baca juga:  Gunakan Media Sosial secara Positif dan Bijak

Dari hal tersebut menurut Fei Indonesia seharusnya tidak miskin, sampah seharusnya bisa membawa peluang besar untuk Indonesia.

Kepala Biro Hukum di akhir acara secara virtual menyampaikan harapannya agar pertemuan ini bisa membawa suatu kekuatan dan membangun hubungan yang baik antara senior dan milenial.

“Tidak ada satupun yan tidak memiliki suatu inovasi. Saya juga akan terus mendorong Agent Of Change yang ada di Kemenko Marves untuk terus menjadi contoh bagi kinerja yang lainnya”, tutur Karo Budi.

Kegiatan ini dihadiri oleh generasi milenial perwakilan tiap kedeputian di lingkup Kemenko Marves, perwakilan 7 Kementerian/Lembaga di bawah koordinasi Kemenko Marves, perwakilan Universitas, penggiat media sosial dan organisasi kem

aritiman lainnya yang ada di kalangan generasi muda.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel