Berita Deputi

Mutiara South Sea Pearl (SSP) Sebagai Ikon Nasional, Kemenko Rangkul Pelaku Usaha Bergabung Dengan Asosiasi

Oleh 27 Jun 2019 Juli 3rd, 2019 Tidak ada komentar
20190627101039 Img 9801
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Maritim-Surabaya, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melalui Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa menggelar Rapat Koordinasi Pengembangan Produk Mutiara dan Temu Asosiasi Budaya Mutiara Indonesia di Surabaya (27/06/2019).

20190627094628 Img 9796

Kemenko Rangkul Pelaku Usaha Bergabung Dengan Asosiasi

“Tujuan kita mengadakan rapat koordinasi ini adalah ingin mengangkat produk mutiara SSP sebagai ikon nasional bahkan menjadi ikon internasional, mutiara SSP ini adalah salah satu sumber daya alam kita yang sudah ada sejak lama tetapi belum optimal upaya yang dilakukan untuk bisa menjadikan produk ini sebagai ikon nasional” ucap Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Agung Kuswandono dalam pembukaan Rapat Koordinasi.

20190627094620 Img 9795

Kemenko Rangkul Pelaku Usaha Bergabung Dengan Asosiasi

Rapat ini dihadiri oleh perwakilan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ketua Umum Nusatic Sugiarto Budiono, Sekjen Asosiasi Budidaya Mutiara (Asbumi) Mulyanto, perwakilan Kementerian/Lembaga pusat, perwakilan Dinas Perikanan dan Kelautan yang memiliki binaan pembudidaya mutiara dan pemerintah daerah Jawa Timur, serta pelaku usaha yang sudah dan yang belum bergabung dengan asosiasi.

Adapun yang diharapkan dari pertemuan ini yaitu mampu mendorong pelaku usaha mutiara untuk bergabung dengan asosiasi yang ada, sehingga fungsi pembinaan dan penyebaran informasi dari pemerintah atau pun asosiasi kepada anggota dapat berjalan dengan lancar, manfaat lainnya adalah pendataan informasi terkait produk mutiara dapat berjalan lebih baik lagi bagi Kementerian atau Lembaga terkait.

“Kita bisa menangani masalah mutiara ini, kita bekerja bersama antara pemerintah dengan swasta dan juga antara swasta dengan swasta, oleh karenanya hari ini kita pertemukan asosiasi mutiara dan asosiasi ikan hias” tambah Deputi Agung.

Indonesia saat ini masih diperhitungkan sebagai produsen utama mutiara jenis SSP yang merupakan jenis mutiara yang terbaik kualitasnya di dunia. Nilai ekpor mutiara Indonesia mencapai US$ 15,16 juta atau setara Rp 200 M (KKP, 2019). Kontribusi Indonesia sebagai produsen mutiara SSP terbesar di dunia seharusnya menjadi sangat penting, perlunya penguatan branding dan labelling terkait produk mutiara Indonesia yang dijual ke pasar internasional antara lain melalui Indonesia Pearl Festival (IPF) dan upaya promosi lainnya seperti joint event dan lelang dalam negeri. IPF perlu diperbesar ranahnya melalui kerjasama dan kolaborasi dengan penyelenggara event lainnya serta memperkuat koordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait.

“Terkait kolega di bea cukai yang masih mengalami kendala untuk mengidentifikasi kode HS manik-manik dengan mutiara yang asli, silahkan berkolaborasi dengan rekan di KKP terkait pengetahuan untuk mengidentifikasi tersebut” ucap Asisten Deputi Sumber Daya Hayati Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Andri Wahyono mengawali review dari kegiatan rapat koordinasi yang telah dilakukan sebelumnya.

Terdapat produk impor khususnya mutiara freshwater dengan menggunakan kode HS manik-manik telah merusak upaya branding yang dilakukan pemerintah dan pelaku usaha serta menurunkan minat peningkatan produksi oleh pembudidaya mutiara.

Terdapat polemik pelaksanaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pada pembudidayaan mutiara, sehingga perlu dicermati lebih lanjut terkait implementasi  Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 5 Tahun 2012 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup, oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dan Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, KemenLHK.

“Dalam memperkuat upaya penguatan branding dan labelling melalui promosi dan penyelenggaraan event, nomenklatur dari Asbumi yang menitikberatkan pembudidayaan perlu diubah dengan nama baru dan atau menambahkan sub organisasi yang menangani isu  pendukung produk hilir mutiara lainnya. Selain itu, bisa juga dengan mendirikan asosiasi atau yayasan yang menaungi para pengrajin, pedagang dan pengusaha perhiasan mutiara sehingga lebih dapat diperkuat dukungan oleh Kementerian Perdagangan, kementerian Perindustrian, Badan Ekonomi Kreatif dan sebagainya” demikian saran dari Kepala Bidang Pengembangan Produk SDH, Kemenko Maritim, Trukan Sri Bahukeling.

Kasubdit Promosi Direktorat Pemasaran Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Erwin Dwiyana menjelaskan dengan perkiraan 16 sampai 18 USD per gram untuk harga jual Mutiara SSP, pelaku usaha mutiara maupun pelaku usaha yang baru mau memulai di bidang Mutiara tidak perlu takut karena masih prospek.

Pelaku usaha yang menjadi anggota Asbumi juga berharap pertimbangan pemerintah untuk dapat mempertimbangkan kembali pada persyaratan health certificate (HC) pada produk jadi mutiara, dimana produk jadinya seharusnya tidak menyebutkan tentang faktor kesehatan produk. Selain itu, Asbumi juga mengeluhkan adanya PPN 10% yang dinilai kurang pas, karena mutiara yang merupakan produk primer tidak perlu dikenakan PPN.

Dengan adanya isu polusi, limbah, global warming dan climate change Sekjen Asbumi menjelaskan sangat puas kepada pemerintah yang sudah banyak melakukan kegiatan terkait dengan isu lingkungan.

Ketua Umum Nusatic Sugiarto Budiono berbagi cerita tentang kisah sukses ketika sudah terjalin harmonisasi antar anggota asosiasi dan juga asosiasi dengan lembaga pemerintahan serta dukungan Kemenko Bidang Kemaritiman dalam menyinergikan keseluruhan pihak, sehingga mungkin dapat diadopsi oleh asosiasi mutiara. Sugiarto menjelaskan bahwa perlu adanya event Mutiara yang gaungnya cukup untuk go internasional dengan menggandeng pihak sponsor dan para pelaku usaha.

Asdep Andri berharap seluruh peserta yang hadir bisa melakukan kontribusi untuk menyukseskan mutiara SSP sebagai ikon nasional Indonesia. Rencana tindak lanjut kegiatan yang bisa dilakukan adalah pengiriman rekomendasi kepada pihak-pihak yang terkait serta pembahasan intensif untuk joint event antara Nusatic dan Asbumi.

20190627113834 Img 9843

Kemenko Rangkul Pelaku Usaha Bergabung Dengan Asosiasi

20190627130824 Img 9864

Kemenko Rangkul Pelaku Usaha Bergabung Dengan Asosiasi

 

Biro Perencanaan dan Informasi

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel