HeadlineBerita

Orasi Ilmiah di Unpad: Menko Luhut Minta Civitas Akademika Berpikir Out of the Box Soal Pengolahan Bahan Mentah

Dibaca: 61 Oleh Sabtu, 20 November 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 11 20 at 15.59.10 1
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PRES
No.SP-743/HUM/ROKOM/SET.MARVES/XI/2021

Marves – Jakarta, Indonesia bercita-cita lepas dari statusnya sebagai negara berkembang, dan menjadi negara maju pada tahun 2045. Oleh karena itu, dalam orasi ilmiahnya di hadapan Civitas Akademika Fakultas Geologi Universitas Padjajaran (Unpad), Menko Marves Luhut B. Pandjaitan meminta agar para dosen, mahasiswa dan para alumni yang hadir dapat berfikir inovatif/out of the box soal pengolahan komoditas mentah. “Saya mendorong rekan-rekan sekalian untuk terus belajar dan berkarya, dan memahami isu kritikal serta berwawasan lingkungan demi masa depan Indonesia maju,” ujarnya secara virtual pada Hari Sabtu (20-11-2021).

Pengantar tersebut disampaikan oleh Menko Luhut bukan tanpa alasan. Pasalnya, karena kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia telah bergantung pada komoditas mentah selama puluhan tahun.

Menko Luhut pun lantas menyebutkan bahwa ketergantungan terhadap komoditas mentah itu dapat berakibat fatal bagi Indonesia, mengingat harga komoditas sangat fluktuatif. Contoh dampak negatif dari ketergantungan tersebut adalah menurunnya angka ekspor Indonesia ketika commodity boom berakhir setelah tahun 2013. “Ketergantungan ini pun mengganggu jalannya industrialisasi, karena membuat kita cenderung berpuas diri, terutama ketika harga komoditas dunia sedang tinggi – padahal banyak faktor eksternal yang mempengaruhi harga tersebut,” urai Menko Luhut.

Baca juga:  Kisah Kerajaan Majapahit Kuasai Jalur Laut Nusantara di Abad 13

Belajar dari pengalaman pahit tersebut, pemerintah, imbuhnya, telah melakukan berbagai upaya  supaya Indonesia dapat melakukan hilirisasi sumber daya mineralnya.

“Jika melihat dari nikel saja, kita dapat melihat keberhasilan hilirisasi ke arah stainless steel dengan ekspor besi baja pada tahun 2020 mencapai 10,9 miliar USD, hampir 10 kali nilai ekspor pada 2014 sebesar 1,1 miliar USD. Pembangunan ini juga berimbas ke meningkatnya lapangan kerja terutama di bidang teknologi. Di PT IMIP sendiri, lebih dari 30.000 SDM diserap sebagai tenaga kerja”, urai Menko Luhut.

Namun demikian, SDM Indonesia belum sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan industri, sehingga masih diandalkannya TKA untuk pengoperasian beberapa mesin tertentu meski porsinya kecil, yakni kurang dari 10 persen total tenaga kerja.

Agar tidak terlalu lama bergantung pada tenaga kerja asing, Menko Luhut mengatakan bahwa pemerintah terus mendorong industri melakukan transfer pengetahuan dan teknologi supaya masyarakat Indonesia dapat meraih manfaat di kemudian hari

Sementara itu, dampak positif secara ekonomi yang dirasakan oleh daerah-daerah yang melakukan hilirisasi nikel adalah selama masa pandemi pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah tersebut terjaga. “Contohnya PDRB Sulawesi Tengah yang tidak mengalami kontraksi sama sekali sepanjang 2020 hingga saat ini, meskipun daerah lain dan PDB Indonesia mengalami kontraksi dalam terutama pada kuartal II-2020,” tuturnya.

Baca juga:  Sebuah Catatan di Awal Tahun

Disisi lain, Menko Luhut menyebutkan bahwa pada era yang dinamis ini, isu energi dan sumber daya mineral memasuki babak baru. Dengan makin memburuknya dampak perubahan iklim, banyak negara-negara di dunia terus memperbarui memperbaharui target emisi mereka. “Karena secara jangka panjang, perubahan iklim, terutama yang diakibatkan aktivitas manusia (man-made), dapat mengancam kehidupan kita semua,” ujarnya.

Sebagai perwujudan komitmen akan iklim, Menko Luhut menceritakan bahwa  berbagai negara memajaki karbon, baik secara langsung maupun dengan menerapkan sistem perdagangan karbon dengan sektor yang paling umum tercakup adalah transportasi darat dan pembangkit listrik.

“Secara global permintaan akan Electric Vechicle (EV)/kendaraan listrik, yang menghasilkan emisi lebih rendah atau bahkan 0, meningkat dengan tajam bahkan di saat pandemi. Contohnya, permintaan EV Eropa meningkat lebih dari 100 persen di tahun 2020,” sebutnya.

Pemerintah akan terus mendorong pengembangan ekosistem EV dalam negeri, mulai dari manufaktur baterai termasuk cell, module, pack, recycling baterai, sampai produksi kendaraan EV. Pembuatan komponen baterai dan kendaraan EV akan mengandalkan komoditas andalan Indonesia seperti nikel, tembaga, aluminium, dan timah.

Baca juga:  Protein Kaya Manfaat dari Laut

Menko Luhut menyampaikan bahwa sejalan dengan target mengenai perubahan iklim, produksi EV pun diharuskan untuk bersifat rendah emisi, sehingga pembangkit listrik yang digunakan pun harus merupakan energi baru terbarukan (EBT).

Sejalan dengan target peningkatan pemakaian EV, pembuatan komponen baterai dan kendaraan EV akan mengandalkan komoditas andalan Indonesia seperti nikel, tembaga, aluminium, dan timah. “Sehingga, jelas bahwa diperlukan ahli teknologi yang tidak hanya paham mengenai sumber daya mineral Indonesia, namun juga memahami isu lingkungan dan arah pengembangan ke depan,” tambah Menko Luhut.

Dengan target industrialisasi Indonesia, saat ini diperkirakan Indonesia kekurangan kurang lebih 100.000 sarjana teknik yang siap dipakai oleh industri. “Saya berharap forum ini dapat melahirkan banyaknya ahli teknologi yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut,” tutupnya.

Acara Dies Natalis FG Unpad ke-62 yang dibuka oleh Rektor ini dihadiri secara virtual oleh 300-an peserta.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel