Penguatan Implementasi Reformasi Birokrasi

Orientasi CPNS Formasi 2019, Sesmenko Marves Ingatkan Pentingnya Jiwa Melayani sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat

Dibaca: 54 Oleh Rabu, 2 Desember 2020Tidak ada komentar
Orientasi CPNS Formasi 2019, Sesmenko Marves Ingatkan Pentingnya Jiwa Melayani sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menyelenggarakan Orientasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2019 di Jakarta, Selasa (1-12-2020). Kegiatan ini diikuti puluhan peserta atau CPNS yang telah dinyatakan lulus usai mengikuti proses seleksi sebelumnya.

Sekretaris Kemenko Marves Agung Kuswandono dalam arahannya mengatakan bahwa Kemenko Marves saat ini membawahi secara langsung tujuh kementerian lembaga (K/L) dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Ketika melaksanakan tugas atau isu-isu strategis tidak hanya tujuh K/L tersebut namun melibatkan berbagai intansi terkait, sehingga Kemenko Marves dikenal dengan cara kerjanya yang holistik, terintegrasi, dan cepat.

“Untuk itu kami minta Anda siap-siap untuk masuk langsung ke dalam dunia persilatan yang berbeda dengan PNS zaman dulu. Sekarang ini tugas Anda sebetulnya tidak berbeda dengan pekerjaan-pekerjaan di swasta, Jadi cara berfikirnya harus milenial,” kata Sesmenko Agung dalam sambutannya.

Sesmenko Agung menjelaskan bahwa CPNS Formasi 2019 yang telah lulus ini sudah dibagi penempatan posisi atau bidangnya yang terdapat dalam lingkup Kemenko Marves, baik di Sekretariat Kemenko Marves maupun deputi-deputi. Kendati demikian, para CPNS ini diminta untuk membulatkan diri menjadi seorang PNS seutuhnya karena akan menjalani masa uji coba selama setahun.

“Begitu jadi PNS semua hak dan kewajiban muncul. Untuk itu saya minta Anda sekalian membulatkan diri untuk menjadi PNS,” ujar Sesmenko Agung.

Baca juga:  Kemenko Bidang Kemaritiman  Implementasikan Reformasi Birokrasi Dengan SOP Mumpuni

Sesmenko Agung menyampaikan bekerja di swasta dan di pemerintahan sangat jelas berbeda karena menjadi seorang PNS tidak boleh mengkritik pemerintah seenaknya seperti yang dilakukan khalayak ramai atau publik di berbagai sarana. Pasalnya, ketika sesorang menjadi PNS secara otomatis ia akan menjadi bagian dari pemerintah dan sudah sepatutnya mendukung pemerintah.

“Anda tidak boleh mengkritik pemerintah dengan cara yang tidak sopan, seperti yang dilakukan di medsos. Ada tata krama, boleh mengkritik tapi ada caranya, harus benar, mengkritik melalui hierarki yang berlaku,” ungkapnya.

Sesmenko Marves pun menekankan bahwa sebagai PNS seorang harus paham posisinya sebagai pelayan sebenarnya yang familiar dikenal saat ini sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Secara sederhana abdi negara ialah seorang PNS yang bekerja sesuai perundang-udangan yang tidak mengenal istilah menjadi penguasa, sedangakan abdi masyarakat ialah PNS yang tugasnya melayani masyarakat.

“Kebetulan Kemenko Marves tidak langsung melayani masyarakat, tapi kita melakukan pengawalan kebijakan untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarkat. Kalau kita paham abdi negara dan abdi masyarakat, yang namanya pelayanan itu tidak ada di atas. Ingat Anda ini abdi yaitu pelayan, pelayanan tidak boleh sok-sokan di depan orang yang dilayani. Tanamkan posisi ini kalau Anda yakin menjadi PNS,” imbuhnya.

Di samping itu Sesmenko Agung juga mengingatkan bahwa PNS tidak boleh terlibat dalam politik praktis dalam bentuk apapun. Jika tidak sanggup menjaga independensi itu sebaiknya mundur dan mencari pekerjaan yang lebih cocok. Meskipun demikian, memang ada oknum-oknum PNS yang terlibat pada ranah yang dilarang tersebut.

Baca juga:  Menko Luhut Hadiri acara 15th World Renewable Energy Congress (WREC) 2016

“Kalau ada yang terlibat, itu PNS yang salah. Anda sejak masuk harus tahu mana yang benar dan salah,” terangnya.

Lebih lanjut Sesmenko Agung menambahkan bahwa aspek lain yang juga perlu diperhatikan dan ditaati PNS ialah hierarki dalam dunia kerja di pemerintahan. Sebab hierarki yang ada di PNS relatif sama dengan hierarki yang ada di dunia militer, karenanya harus tetap dijaga oleh seorang PNS.

“Kalau PNS hierarkinya herus dijaga, tapi perilaku untuk menjaga kesopanan itu tetap ada. Karena di situlah letak terus atau tidak (karier Anda), kadang-kadang Anda dididik sangat terbuka terus Anda lupa bahwa anda PNS. Kalau sekarang sudah merasa enggak cocok menjadi PNS, jangan mendua,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Biro Umum Kemenko Marves, Hardino menjelaskan bahwa para CPNS Formasi 2019 yang telah lulus di lingkup Kemenko Marves ini telah menjalani serangkaian proses seleksi. Seperti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) terdiri dari Computer Assisted Test (CAT), psikotes, dan wawancara, serta terakhir tes kesehatan dan tes narkoba.

Baca juga:  Kebut Pengembangan Industri, Pemerintah Koordinasi tentang Tata Kelola Pengembangan Produk Mutiara

“Terkait dengan pelaksanaan ini, sudah hampir dilaksanakan setahun dari November 2019 sampai Oktober 2020. Jadi karena pandemi memang agak terbata-bata kegiatan,” kata Hardino dalam kegiatan yang sama.

Dia menerangkan bahwa proses selaksi CPNS Formasi 2019 Kemenko Marves ini diikuti 720 peserta dan ada 72 formasi yang dibuka atau disediakan. Setelah melewati berbagai rangkaian seleksi, akhirnya sebanyak 53 orang yang dinyatakan lulus dan hari ini mengikuti kegiatan orientasi.

“SKD yang hadir 582 peserta, tidak hadir 211 peserta, memenuhi passing grade SKD 368 dan memenuhi 3 kali formasi 123 peserta. Untuk peserta SKB ada 123, yang hadir 113 dan tidak hadir 10, dan lulus seleksi 53 orang. Jumlah jabatan yang lulus CPNS formasi 24 jabatan, jabatan pelaksana lima jabatan, jabatan fungsional 19 jabatan,” paparnya.

Sebaran domisili CPNS Formasi 2019 Kemenko Marves sangat beragam mulai dari Jakarta, Semarang, Bandung, Kalimantan, Aceh, Surabaya, dan dereah lainnya. Sedangkan CPNS usia termuda disandang oleh Livian Tjandra kelahiran 13 Juni 1998 dan tertua Yogi Kristi Nugraha kelahiran 19 September 1990.

Orientasi ini sendiri bertujuan untuk pengenalan awal dan sosialisasi tugas dan fungsi Kemenko Marves. Pada kegiatan ini hadir para kepala biro dan pejabat lainnya yang ada di lingkungan Kemenko Marves.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel