Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Panen Raya Garam Tidak lagi Terkendala Cuaca

IMG-20180519-WA0088

Maritim – Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menghadiri panen raya garam  musim hujan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Undangan panen raya garam dari PT.Anta Tirta Kharisma kerja sama dengan PT.Garam (persero) juga dihadiri oleh Perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Jawa Tengah, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumenep dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pamekasan.

Disebut panen raya garam musim hujan karena walaupun pada kondisi cuaca basah, saat musim hujan tetap bisa menghasilkan garam dengan hasil tidak mengecewakan. Panen raya garam kini tidak lagi terkendala cuaca dengan menggunakan metode sederhana sistem tunnel dan prisma.

Panen garam ini menggunakan media isolator tertutup berbentuk prisma atau berbentuk tunnel setengah lingkaran. Proses terbentuknya garam tetap menggunakan aliran air laut, ke petakan peminian kemudian dialirkan ke dalam geoisolator berbentuk prisma atau tunnel setengah lingkaran tadi. Proses evaporasi selama kurang lebih 15-40 (15-20 hari pada musim kemarau kering, dan 30-40 hari pada musim kemarau basah) hari terbentuklah garam.

Analisa hasil perhitungan penggunaan teknologi sederhana sistem tunnel dan prisma adalah apabila luas lahan untuk pembangunan tunnel dan prisma, 2000 m2 dalam uji coba selama 7 bulan pada musim kemarau basah menghasilkan 54,77 ton. Untuk perhitungan satu Ha atau 10.000 m2 produksi garam dapat dihitung dengan pendekatan sebagai berikut:  Pada luas 2000 m2 produksi sepanjang tahun sebesar 54,77 ton + 39,12 ton, menjadi 93,89 ton. Sehingga untuk satu Ha pertahun dapat memproduksi garam sebesar 469,45 ton.

Dalam tahun 2018 Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) provinsi Jawa Tengah akan memulai pembangunan percontohan pada 5 kabupaten sentra penghasil garam dan dalam tahun 2019 akan memulai pengalokasian pembangunan sistem Tunnel dan Prisma untuk mendukung Swasembada Garam Nasional yang dirancangkan pemerintah.

Usai melakukan kunjungan lapangan, Kemenko Maritim memberikan masukan untuk percepatan Swasembada Garam Nasional pada akhir tahun 2019. “Dibutuhkan pembangunan tunnel dan prisma dalam skala yang lebih besar. Kementrian KKP, Pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten terutama daerah sentra penghasil garam harus kita dorong agar memberi perhatian terhadap pembangunan sistem tunnel dan prisma, dalam skala yang lebih besar.” Kata Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Mineral Kedeputian Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Hamka (18/5). Sementara, agar teknologi sederhana sistem tunnel dan prisma mendapat perhatian dari pemertintah, termasuk pemerintah daerah, maka Kemenko Maritim akan mengupayakan pembahasan dalam rapat koordinasi. “Kami akan mencoba memfasilitasi rapat koordinasi dengan K/L (Kementerian dan Lembaga) terkait termasuk dengan pemerintah daerah. selanjutnya Kemenko Maritim melakukan kunjungan lapangan dalam rangka melihat secara langsung panen garam pada musim penghujan.” Tutup Hamka.***

 

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Foto Narasi Tunggal Siaran Pers Berita Deputi
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Panen Raya Garam Tidak lagi Terkendala Cuaca