FotoBeritaBerita Deputi

Paparkan Landscape Ekonomi Maritim, Kemenko Marves ajak Pemkot Baubau Tingkatkan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Oleh 21 Nov 2019 November 25th, 2019 Tidak ada komentar
Paparkan Landscape Ekonomi Maritim, Kemenko Marves ajak Pemkot Baubau Tingkatkan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Maritim dan Investasi – Sulawesi Tenggara, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Maritim, Sugeng Santoso mengajak pemerintah kota dan masyarakat Baubau untuk menggiatkan ekonomi maritim dengan menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal ini disampaikan Sugeng Santoso saat menjadi narasumber dalam kegiatan Seminar “Spice Route Culture Indonesia 2019″ dengan tema Sejarah Perjalanan Rempah, Pembangunan Potensi Maritim, dan Mitigasi Bencana, di Aula Kantor Walikota Baubau, Sulawesi Tenggara, 21 November 2019.

“Pembangunan potensi maritim fokus pada 3 aspek yaitu pembangunan ekonomi, pembangunan manusia dan karakter bangsa bahari, dan peningkatan kedaulatan maritim. Khusus untuk ekonomi maritim dalam pelaksanaannya diturunkan dalam 11 kluster, diantaranya perikanan, industri bioteknologi, jasa kemaritiman dan pariwisata & ekonomi kreatif. Ini yang bisa menjadi fokus pemerintah kota Baubau dalam mengembangkan ekonomi maritimnya,” ujar Sugeng Santoso mengawali.

Dalam kesempatan ini, Sugeng Santoso mengajak masyarakat terus mengembangkan inovasi mengingat saat ini pemerintah tengah menggalakkan transformasi ekonomi melalui industri dan jasa dimana di Kota Baubau memungkinkan untuk pengembangan industri bioteknologi, perikanan, ekosistem dan rantai nilai pariwisata dan ekonomi kreatif termasuk dengan mendukung perkembangan startup.

“Dorong pengembangan kekayaan intelektual termasuk hak cipta, branding untuk rantai nilai dan nilai tambah pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Baubau, dalam rangka pencapaian Visi Baubau sebagai Kota yang Maju, Sejahtera, dan Berbudaya,” tambah Sugeng Santoso.

Dicontohkan Sugeng, beberapa daerah saat ini sudah menggunakan media film sebagai sarana promosi wisata dan ekonomi kreatif daerah yang berbasis kearifan lokal. Ke depan, pemerintah kota Baubau dapat mengimplementasikan strategi dengan menyiapkan destinasi, industri dan masyarakat; kapasitas SDM; daya dukung lingkungan; dan citra yang berdaya saing.

“Untuk meningkatkan nilai tambah, pemerintah kota Baubau dapat fokus pada beberapa subsektor dari 16 subsektor dari ekonomi kreatif, misal kriya, kuliner dan fashion serta seni pertunjukan. Tentu saja pemkot Baubau lebih memahami subsektor apa yang perlu fokus dikembangkan,” tambah Sugeng Santoso.

Sugeng juga mengingatkan urgensi pembangunan sebagaimana arahan Presiden dan program strategis bidang pariwisata dan ekonomi kreatif 2019-2014. Dalam rangka meningkatkan kesiapan destinasi wisata, industri dan masyarakat : bangun destinasi wisata yang selaras dengan lokasi regenerasi warisan budaya dan rantai nilai ekonomi kreatif, serta libatkan pelaku dan masyarakat. Bangun daya tarik wisata yang disesuaikan dengan karakter destinasi. Tingkatkan daya saing industri pariwisata dan ekonomi kreatif melalui pengembangan kewirausahaan dan startup serta perluasan akses pasar dan permodalan termasuk akselerasi akses pembiayaan berbasis kekayaan intelektual.

Hadir sebagai narasumber lainnya, Bambang Suswantono, Asisten Potensi Maritim KASAL yang menyampaikan tentang potensi maritim menuju Indonesia sebagai poros maritim dunia; Enny Supartini, dari BPNP yang menyampaikan tentang materi mitigasi bencana, Nanik Hidaryatiningsih dari Universitas HaluOleo dan Norashikin Salleh, Kandidat PhD UUM Kuala Lumpur. Kegiatan seminar sendiri merupakan bagian dari Festival Keraton Masyarakat Adat ASEAN VI POLIMA yang digelar sejak 18 hingga 21 November 2019.

Sebelumnya, Kota Baubau di bawah kepemimpinan Walikota AS. Thamrin, mendapatkan piagam penghargaan dari Museum Rekor Indonesia atas penyelenggaraan Pekakande-Kandean pertama yang menyajikan lebih dari 1.000 talam berisi makanan khas Baubau yang disajikan mengelilingi Benteng Keraton Buton. Rekor ini memecahkan tidak hanya rekor Indonesia tetapi juga rekor dunia.

Selain menjadi narasumber seminar, Sugeng Santoso juga mengikuti rangkaian kegiatan festival, gala dinner serta penutupan festival keraton masyarakat adat ASEAN. Menutup kunjungan kerjanya ke Baubau, Sugeng berharap potensi pariwisata dan ekonomi kreatif bisa dioptimalkan dengan strategi meningkatkan nilai tambah, meningkatkan kesiapan destinasi, industri & masyarakat, meningkatkan kapasitas SDM, meningkatkan citra yang berdaya saing melalui branding, penyelenggaraan event, media promosi dan pemasaran digital.

 

Biro Perencanaan dan Informasi

Kemenko bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel