Berita DeputiDeputi 3

Pastikan Capai Target, Kemenko Marves Tinjau Pembangunan Bendungan Sukamahi

Dibaca: 13 Oleh Sabtu, 6 Maret 2021Maret 8th, 2021Tidak ada komentar
Pastikan Capai Target, Kemenko Marves Tinjau Pembangunan Bendungan Sukamahi
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 
  1. SIARAN PERS
    No.SP-148/HUM/ROKOM/SET.MARVES/III/2022

Marves – Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi melalui Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air (Asdep IDPSDA) melakukan kunjungan ke Bendungan Sukamahi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat pada Jumat (05-03-2021). Program ini termasuk dalam Proyek Strategis Nasional sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 56 Tahun 2018 dan terakhir diubah dengan Perpres Nomor 109 Tahun 2020.

“Kami melakukan kunjungan ini dalam rangka monitoring progres pembangunan dan mendiskusikan solusi dari persoalan yang ada guna memastikan bendungan yang berfungsi sebagai pengendali banjir Jakarta ini selesai tepat waktu,” ungkap Asdep IDPSDA Rahman Hidayat pada Sabtu (06-03-2021)

Seperti halnya Bendungan Ciawi, bendungan Sukamahi yang sama-sama berlokasi di hulu Sungai Ciliwung ini merupakan bendungan kering atau dikenal sebagai dry dam dan menjadi yang pertama dibangun di Indonesia. Berbeda dengan bendungan pada umumnya yang ditujukan untuk keperluan irigasi atau air baku, Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi (Cipayung) ini menjadi bagian rencana induk pengendalian banjir (flood control) Jakarta. Di periode curah hujan tinggi, bendungan ini akan mampu menahan kelebihan air dan mengalirkannya secara terkontrol.

Baca juga:  Spanyol Minati Wisata Bahari Indonesia

Merujuk data rekapitulasi debit banjir periode ulang 50 tahunan, debit banjir di Pintu Air Manggarai dengan dibangunnya kedua bendungan ini adalah 577,05 m3/det. Bila dikurangi dengan debit yang dialirkan ke Sudetan Kanal Banjir Timur 60,00 m3/det, maka debit di Pintu Air Manggarai sebesar 517,05 m3/det. Nantinya, kedua bendungan akan mampu mereduksi banjir sebesar 11,9 persen.

Proyek yang dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane dan dibangun oleh PT Wijaya Karya (Persero)-PT Basuki Rahmanta Putra KSO tersebut sebenarnya sudah direncanakan untuk dibangun sejak tahun 1990-an, tetapi baru digarap mulai tanggal 22 Desember 2016 dan ditargetkan selesai pada akhir bulan Oktober 2021. Per 22 Februari 2021, progress untuk lahan Bendungan Sukamahi sudah 94 persen dan pembangunan fisik 70,02 persen. Bendungan ini direncanakan mampu menampung air sebanyak 1,68 juta m3 dengan luas area genangan 5,23 hektar.

Menghadapi kendala cuaca (hujan), berbagai langkah percepatan penyelesaian Bendungan Sukamahi dikebut untuk memastikan bendungan ini rampung Oktober tahun ini. Terdapat beragam inovasi yang sudah dilakukan, di antaranya menggunakan terpal untuk menjaga kadar air timbunan dan memodifikasi material yang digunakan. “Pada area yang berada di sisi spillway, tanah timbunan dicampur dengan batu granular yang lebih kasar,” urai Kepala Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Bendungan BBWS Ciliwung-Cisadane Dony Hermawan yang mendampingi saat kunjungan.

Baca juga:  Menko Luhut Menjadi Narasumber FMB9 di Bappenas

Pekerjaan berjalan kini meliputi pekerjaan pekerjaan persiapan, pembangunan pengelak, bendungan utama, bangunan pelimpah, hidromekanikal, fasilitas umum, dan lain-lain. Pekerjaan bendungan ini juga melibatkan masyarakat dalam bentuk padat karya yang menjadi bagian upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN), yang mencakup buka tutup terpal, kebersihan, dan pekerjaan pendukung lainnya dengan melibatkan lebih dari 50 orang per hari, dengan total anggaran sebanyak 2 miliar per tahun. “Kegiatan ini sudah berjalan sejak tahun 2020, salah satunya untuk membantu perekonomian masyarakat selama pandemi”, ujar Dony.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Sukamahi Geri Ramadhan menyatakan bahwa meskipun proyek ini telah dimulai sejak 2016, namun persoalan lahan baru selesai per April 2020, efektifnya hampir setahun pekerjaan ini berjalan. Ia menyatakan optimis Bendungan Sukamahi ini dapat selesai tepat waktu. “Pekerjaan dikebut setiap hari dan ada tiga shift untuk bergantian,” jelas Geri.

Pekerjaan pendukung, seperti pembangunan sabo dam untuk menahan sedimen masuk ke dalam bangunan utama bendungan perlu tetap dilaksanakan guna memastikan manfaat dan usia dry dam dalam pengendalian banjir berfungsi dengan baik, Selain itu perlu didukung pagar keliling dan jalan untuk mengamankan aset dan mencegah resiko kecelakaan. “Diperlukan satu unit sabo dam senilai kurang lebih 30 miliar, ditambah biaya pagar beton keliling setinggi 2 meter sekitar 77 miliar rupiah,” rinci Kepala Satker Dony. Ia menambahkan bahwa desainnya pun sudah tersedia.

Baca juga:  Bahas Jaminan Mutu dan Produk KKP, Pemerintah Fokus Tuna dan Udang

Menutup kunjungan, Asdep Rahman mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan dalam percepatan pembangunan Bendungan Sukamahi, Ia berharap pembangunan dapat selesai tepat waktu. “Kalau bisa dipercepat sebelum Oktober pun akan lebih baik,” pesan Asdep Rahman.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel