Berita DeputiDeputi 3

Pastikan Main Dam Selesai 2021, Kemenko Marves Tinjau Bendungan Karian

Dibaca: 51 Oleh Sabtu, 20 Maret 2021Maret 22nd, 2021Tidak ada komentar
Pastikan Main Dam Selesai 2021, Kemenko Marves Tinjau Bendungan Karian
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-179/HUM/ROKOM/SET.MARVES/III/2021

Marves-Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi melalui Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air (Asdep IDPSDA) Rahman Hidayat melakukan kunjungan kerja ke Bendungan Karian di Desa Pasirtanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada Jumat (19-03-2021).

Kunjungan kerja Tim Asdep IDPSDA ini didampingi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau Ciujung Cidurian, juga kontraktor utama dari Korea, PT Daelim Industrial Co. Ltd.

Peninjauan dilakukan dalam rangka sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian, serta memantau update progres pembangunan infrastruktur sumber daya air Bendungan Karian yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020.

”Melalui kegiatan monitoring ini, kami dapat memastikan hambatan yang terjadi dan menentukan solusi yang perlu diambil. Selain itu, kami ingin memastikan pembangunan bendungan multifungsi ini selesai tepat waktu,” ungkap Asdep Rahman Hidayat.

Sebagai informasi, Bendungan Karian termasuk dalam tipe bendungan urugan batu dengan inti tegak. Luas lokasi adalah 2.226,44 hektar yang mampu memuat air sebanyak 314,7 juta m3. Dengan fakta tersebut, Bendungan Karian tercatat sebagai bendungan terbesar ketiga setelah Bendungan Jatiluhur dan Bendungan Jatigede.

Baca juga:  Bersiap Hadapi Perubahan, Kemenko Marves Adakan Workshop Agent of Change ( AoC )

Secara fungsi, Bendungan Karian akan membantu suplai air baku sebanyak 13,9 m3/detik untuk kebutuhan irigasi, rumah tangga, kantor, maupun industri di tiga provinsi. Titik yang dimaksud, mencakup Provinsi Banten sebesar 9,5 m3/detik, Kabupaten Bogor sebesar 0,2 m3/detik, serta DKI Jakarta sebesar 4,2 m3/detik.

Selain bermanfaat untuk suplai air baku dan irigasi, Bendungan Karian merupakan bendungan multifungsi yang mampu menjadi pengendali banjir, serta berpotensi sebagai sarana rekreasi dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

“Progres pembangunan Bendungan Karian sampai dengan Maret 2021 sudah mencapai 80 persen dan untuk main dam ditargetkan selesai pada akhir tahun 2021. Sementara itu, rencana pengairan atau impounding akan dilaksanakan pada akhir tahun 2022,” kata Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Daya Air (PJSA) David Partonggo Oloan Marpaung yang mewakili BBWS Cidanau Ciujung Cidurian saat mendampingi kunjungan kerja di lapangan.

Kendala utama penyelesaian Bendungan Karian adalah terkait cuaca. Lebih lanjut, Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pembangunan Bendungan BBWS Cidanau Ciujung Cidurian Yubra Arnasa menjelaskan bahwa terdapat beberapa bidang lahan yang masih dalam proses pembebasan, meskipun hal itu tidak mengganggu pekerjaan fisik karena berada di area genangan.

Baca juga:  Menko Luhut: Kita Siap Kembangkan Food Estate Sumatera Utara Empat Tahun Ke Depan

Pada akhir kunjungan, Asdep Rahman menyampaikan apresiasinya terhadap upaya-upaya yang telah dilakukan para pihak terkait. Ia pun berpesan agar proyek yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan BBWS Cidanau Ciujung Cidurian dapat terus berkontribusi dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang melibatkan masyarakat dalam kegiatan padat karya yang di masa pandemi Covid-19 ini akan sangat membantu perekonomian masyarakat.

Aspek penting yang perlu diperhatikan adalah pemanfaatan bendungan dalam penyediaan air baku untuk wilayah Provinsi Banten dan DKI Jakarta sangat bergantung pada penyelesaian proyek Karian Serpong Conveyance System (KSCS) sebagai saluran pembawa air baku, meskipun pembangunan fisik dan impounding selesai dilaksanakan. “Operasionalisasi menunggu pipa Ciuyah tunnel sepanjang 1.320 meter yang diperkirakan selesai tahun 2024,” tegas Yubra.

Oleh karena itu, langkah percepatan diperlukan dalam pembangunan saluran pemasok air baku ke DKI Jakarta. ”Pasokan air baku ini setidaknya dapat menjadi salah satu upaya pengurangan pemanfaatan air tanah di DKI Jakarta yang diduga menjadi salah satu penyebab land subsidence (penurunan muka tanah).” pungkas Asdep Rahman.

Baca juga:  Pesona Geopark Nasional Bojonegoro Terus dikembangkan

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel