BeritaBerita DeputiDeputi 3

Pecahkan Kendala Penanganan Rob, Kemenko Marves Kunjungi Bantaran Sungai Loji Pekalongan

Dibaca: 24 Oleh Senin, 30 November 2020Desember 3rd, 2020Tidak ada komentar
Pecahkan Kendala Penanganan Rob, Kemenko Marves Kunjungi Bantaran Sungai Loji Pekalongan
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves-Pekalongan. Dalam rangka koordinasi percepatan implementasi Major Project RPJMN Tahun 2020-2024 nomor 27 yaitu Pengamanan Pesisir 5 (lima) Perkotaan di Pantura Jawa (Perpres Nomor 18 Tahun 2020), Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) diwakili oleh Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air, Deputi Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Rahman Hidayat kunjungi titik tanggul sungai loji untuk memantau langsung progress penanganan pengaman pesisir dan Rob Kota Pekalongan. Kegiatan ini merupakan rangkaian kunjungan kerja di Kota Cirebon, Jawa Barat, Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada 18-21 November 2020. Di Pekalongan, Asdep Rahman memimpin rapat koordinasi hybrid daring-luring dengan jajaran Ditjen SDA Kementerian PUPR, BBWS Pemali-Juwana, Ditjen Perikanan Tangkap – KKP, PPN Pekalongan, Pemprov Jawa Tengah dan Pemkot Pekalongan

“Rapat ini khusus ditujukan untuk memastikan program penanganan Banjir Rob, utamanya pada area sunagi Loji-Banger Pekalongan tidak menemui kendala dan berjalan sesuai dengan jadwal. Hal ini penting mengingat major project ini terus dimonitor Presiden, kita pastikan laporan B-12 nanti sesuai target,” ujarnya melalui laporan resmi hasil kunjungan kerja, ditulis pada hari ini, Senin (30-11-2020).

Perwakilan dari BBWS Pemali-Juwana, Widi menyampaikan bahwa pelaksanaan pembangunan Tanggul normalisasi sungai Loji dikerjakan dengan Multi Year Contract (MYC) mulai tahun depan dan selesai tahun 2022. Nantinya, terang Widi konstruksi menggunakan Bendung Gerak untuk penanganan Rob, yang akan dimulai pertengahan Agustus 2021. Rencana lelang dini dipastikan tidak ada kendala, dipatok pada Desember 2020.

Baca juga:  Suar Kemaritiman Edisi 8 Agustus 2018

“Pekerjaaan rumahnya adalah memfinalkan desain dari Dinas Pekerjaan Umum, Sumber Daya Air, dan Tata Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah. Dan, agar upaya pemindahan kapal di muara sungai dapat ditarget selesai akhir tahun ini, sementara pekerjaan pembangunan Pelabuhan onshore KKP dapat dimulai pada tahun 2023,” jelasnya. Mengenai hal ini, Kepala PPN Pekalongan Karmawan akan berkonsultasi dengan atasannya di Ditjen Perikanan Tangkap KKP agar Rencana Induk pengembangan Pelabuhan serta administrasi lainnya sudah dapat diselesaikan sebelum pembangunan dimulai, Ia juga mohon dukungan koordinasi dan pendanaan sesuai rencana.

Sementara itu, Kepala BAPPEDA Kota Pekalongan Anita menegaskan komitmen Pemkot Pekalongan mengenai lokasi pemindahan docking dan kapal yang tambat untuk memperlancar proses pembangunan tanggul dan bendung gerak. Untuk rekayasa teknis khusus terkait docking yg terdampak dalam penanganan Rob, dalam hal ini Pusdataru Jateng sebagai leader. Ia mewakili Pemkot mengucapkan terimakasih kepada Kemenko Marves yang telah mengkoordinasikan pengawalan Major Project ini.

Adapun, persoalan docking kapal menjadi salah satu yang mengemuka dalam diskusi, seperti diketahui bahwa sedikitnya terdapat 2 (dua) perusahaan galangan kapal dan usaha layanan perbaikan kapal nelayan (dockyard) yang terdampak rencana tanggul pengaman banjir rob Sungai Loji Kota Pekalongan, yaitu: Dok dan Perbengkelan Kapal Along Jaya dan BMS, sementara pilihan desain docking kering modern atau konvensional masih belum ada kata putus. Langkah cepat diambil, setelah rakor kemudian dilakukan kunjungan lapangan ke bantaran sungai Loji, tempat usaha layanan perbaikan kapal nelayan Along Jaya beroperasi.

Baca juga:  Menko Luhut: Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019

Di lokasi, Asdep Rahman mengemukakan solusi rekayasa teknis dockyard yang terdampak rencana tanggul pengaman banjir rob Sungai Loji Kota Pekalongan. Rahman mengusulkan pembangunan kanal untuk mengakomodir aktifitas usaha docking kapal tersebut. Disamping, biayanya lebih terjangkau, hal ini untuk mengatasi permasalahan sosial ekonomi sebagai dampak dari pembangunan pengendali banjir rob di muara Kali Loji. Rahman juga kembali mengingatkan agar proses realiasi penanganan rob ini terus didampingi oleh pihak PUPR, Pemprov. Jateng dan Pekot Pekalongan..

Pemkot Tindaklanjuti Saran Kemeko Marves

Jajaran Pemda Kota Pekalongan menggelar rapat dengan Dok Along Jaya, sebagai tindak lanjut dari kunjungan Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan dan Sumber Daya Air (IDPSDA) Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi pada hari Kamis, tanggal 19 November 2020. Dalam kunjungan tersebut, Asdep Rahman merekomendasikan pembangunan kanal untuk mengakomodir aktifitas usaha docking kapal. Hal ini untuk mengatasi permasalahan sosial ekonomi sebagai dampak dari pembangunan pengendali banjir rob di muara Kali Loji.

Tim Asdep IDPSDA, melalui pesan daring menerima simpulan rapat, diantaranya sebagai berikut: (a) Untuk menampung aktivitas docking, akan dibuat kanal selebar +  20 meter, panjang + 120 meter dari sisi hilir bendung gerak ke kolam Dok dan Perbengkelan Kapal Along Jaya (sampai kebatas tanah milik perusahaan). (b) Dok dan Perbengkelan Kapal Along Jaya akan menggandeng BMS untuk bergabung dalam pembuatan dock kolam. (c) Ketinggian konstruksi dock kolam berada lebih rendah dari elevasi sungai.  Sehingga pengerjaan docking berada di dasar kolam. (d) Dok dan Perbengkelan Kapal Along Jaya menjamin tidak ada kebocoran sistem yang mengganggu operasionalisasi Muara Loji, berupa kebocoran kesisi hulu bendung gerak. (e) Pintu di batas tanah antara kanal dengan Dok dan Perbengkelan Kapal Along Jaya dibangun oleh pihak Dok dan Perbengkelan Kapal Along Jaya. (f) Dinas PUSDATARU Provinsi Jawa Tengah membuat kajian dan desain konstruksi kanal. (g) Pelaksanaan pekerjaan pembangunan kanal diusulkan menjadi bagian dari Pekerjaan Pengendali Banjir dan Rob Kali Loji. dan (h) Sebagai pengganti kolam retensi di tanah KP3, akan dibuat saluran sodetan drainase selebar 2 meter dari sisi barat Jl. Yos Sudarso ke Kali Loji melalui bagian Selatan dari tanah milik dok dan perbengkelan kapal Along Jaya oleh pihak perusahaan Dok dan Perbengkelan Kapal Along Jaya.

Baca juga:  Dampingi Presiden Jokowi, Menko Luhut Lakukan Pendaratan Perdana di Bandara Internasional Kertajati

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel