Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Pemerintah Akan Terus Berupaya Menerangi Wilayah Terdepan Indonesia

WhatsApp_Image_2018-08-21_at_11.02.59

WhatsApp_Image_2018-08-21_at_11.02.57

Maritim-Pekanbaru, Belum lama ini, atau tepatnya pada tanggal 14 Agustus 2018, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melalui Kedeputian Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa mengadakan Rapat Koordinasi terkait Monev Program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE), di Pekanbaru Riau dan diikuti oleh perwakilan Kementerian/Lembaga terkait diantaranya, Kemen ESDM, Kemendes PDT, Bappenas, BPPT dan PLN serta pihak swasta.

“Melalui Rakor ini, kita ingin mengetahui langsung progress monev program LTSHE sekaligus mengetahui kendala apa saja yang dihadapi dan harus dicarikan solusi bersama. Sudah 73 tahun Indonesia merdeka, namun masih ada ribuan desa yang harus kita terangi, kita harus membangun sinergi, apa yang tidak mungkin kalau kita bekerja total dan bersinergi,” tegas Deputi Bidang Koordinasi SDA dan Jasa Kemenko Maritim, Agung Kuswandono saat membuka Rakor.

Ada beberapa rekomendasi yang telah diputuskan bersama tim Monev Program LTSHE (berdasar hasil Rakor I dan III dan peninjauan lapangan ke industry penyedia LTSHE). Diantaranya, perlu sinkronisasi data dan informasi, meliputi data lokasi bantuan LTSHE yang harus memperhatikan lokasi program listrik desa agar tidak terjadi overlapping, serta data penerima bantuan harus diverifikasi secara clear. Kemudian, diperlukan pula langkah-langkah mitigasi khususnya untuk mengatasi pasca pemberian bantuan LTSHE.

“Sinkronisasi program antar K/L terkait khususnya berkenaan dengan kegiatan pembangunan desa sehingga terjadi sinergi, baik dalam pelaksanaan program ataupun lokus, kita juga perlu menguatkan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah” tambah Asisten Deputi Bidang Sumber Daya, Mineral dan Energi Non Konvensional, Amalyos saat memimpin Rakor.

Berdasarkan peraturan Presiden No 47 tahun 2017 tentang penyediaan LTSHE bagi masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik tanggal 23 April 2017, berbunyi, penyedian LTSHE dilakukan secara gratis, penerima adalah WNI yang rumah tinggalnya belum tersambung dengan jaringan listrik, penerima hanya menerima satu sistem dan satu kali pemasangan dan dilarang memindah tangankan atau memperjualbelikan dan wajib merawat serta memeliharanya. Sedangkan untuk kriteria lokasi, berdasarkan Permen ESDM No 05 tahun 2018, harus berada di kawasan perbatasan, tertinggal, terisolir dan terluar. Jauh dari jangkauan listrik PLN dan diprioritaskan untuk daerah yang masih gelap gulita.

Saat ini, LTSHE telah menerangi 1.208 desa dan atau 79.556 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di Kabupaten Meranti, Provinsi Riau hingga wilayah perbatasan di Yahukimo, Papua.

Peninjauan Lapangan

Pada tanggal berikutnya, Kemenko Maritim lalu mempimpin peninjauan lapangan bantuan LTSHE ke wilayah terdepan dan terisolir ke Desa Tanjung Padang, Kabupaten Meranti, Provinsi Riau.
Menurut Asdep Amalyos, untuk Kabupaten Meranti sendiri sudah dibentuk Task Force untuk kembali menyalurkan bantuan LTSHE kepada KK penerima yang memang benar-benar membutuhkan.

“ini diberikan sesuai skala prioritas kebutuhannya yang mendesak, seperti tadi yang memang sangat butuh. Tapi setidak-tidaknya sudah terlihat, mereka merasakan negara itu hadir di daerah terpelosok dan terpencil ini, 73 tahun kita merdeka baru mereka merasakan secercah cahaya, itu yang membuat harapan hidup mereka lebih panjang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Padang, Abu Sofyan sangat bersyukur bahwa desanya yang dinilai masih terisolir dan berada di wilayah terdepan telah mendapat perhatian dari pemerintah. Dirinya juga berharap, dengan adanya kunjungan dari Kemnko Maritim dan berbagai K/L lain ini dapat membawa perubahan positif bagi warganya.

“Desa kami yang paling ujung masih bisa dikunjungi oleh Kementerian, Mungkin bapak-bapak sudah lihat bagaimana kondisi desa kami, lebih perhatian lagi. Jadi harapan kami itulah, untuk pemerintah tentu desa terujung lebih banyak lagi memerlukan bantuan-bantuannya,” ucapnya.

Dari pantauan langsung, penyaluran langsung LTSHE sudah menyentuh beberapa KK di Desa Tanjung Padang, Kabupaten Meranti yang memang benar-benar membutuhkan lampu yang tidak memerlukan aliran listrik PLN tersebut.

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Siaran Pers Berita Deputi Foto
Sort by

Pemerintah Akan Terus Berupaya Menerangi Wilayah Terdepan Indonesia