FotoBerita DeputiDeputi 3

Pemerintah Dukung Pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Produksi Dalam Negeri untuk Tampil di Pertemuan G20

Dibaca: 17 Oleh Senin, 12 April 2021Tidak ada komentar
Konsep Otomatis
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-241/HUM/ROKOM/SET.MARVES/IV/2021 

Marves – Bali, Pemerintah melalui Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) terus mendukung pengembangan Green Transportation  (transportasi ramah lingkungan) di Indonesia. Salah satunya adalah kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).

Terkait hal ini, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Ayodhia Kalake didampingi oleh Asisten Deputi (Asdep) Industri Maritim dan Transportasi Firdausi Manti; Asdep Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air (IDPSDA) Rahman Hidayat; Asdep Infrastruktur dan Konektivitas Rusli Rahim; dan Asdep Industri Pendukung Infrastruktur Yudi Prabangkara melakukan serangkaian kegiatan terkait KBLBB atau battery electric vehicle (BEV). Kegiatan yang dimaksud, mencakup Rapat Koordinasi Rencana Penyusunan Master Plan  (rencana induk) Penggunaan KBLBB dalam Penyelenggaraan Pertemuan G20 di Bali Tahun 2022 serta test drive (uji coba) dari Jakarta ke Bali. Kedua acara ini diadakan di Bali pada Hari Jumat (09-04-2021).

Rakor ini pun diadakan untuk mempersiapkan agar produk Indonesia bisa tampil di Pertemuan G20 yang mengangkat tema Sustainability and Climate Change untuk menarik perhatian para investor yang tertarik dengan EV.

“Kita harapkan transformasi transportasi fossil fuel ke EV bisa diwujudkan secara bertahap”, ungkap Deputi Ayodhia. Hal ini mengingat pertumbuhan transportasi di Indonesia dari tahun ke tahun cukup tinggi. Menurut data tahun 2019, peningkatan pertumbuhan penggunaan mobil mencapai 8 persen, sedangkan motor 11 persen.

Baca juga:  Menko Marves Pimpin Rakor Percepatan Pembangunan HST Jakarta-Bandung

Saat ini, pemerintah ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia sedang bertransformasi menuju ke penggunaan green transportation dan transportasi massal berbasis baterai, baik motor, mobil, dan kendaraan umum lainnya. Khusus untuk BEV, pemerintah pun telah melakukan berbagai upaya agar masyarakat Indonesia dapat beralih dari penggunaan kendaraan berbasis bahan bakar minyak (BBM) menuju BEV. Salah satu upaya yang dilaksanakan antara lain dengan mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program KBLBB (BEV) untuk Transportasi Jalan dan kebijakan-kebijakan lainnya, termasuk insentif dalam mendukung percepatan KBLBB.

Dalam kesempatan tersebut Penasehat Khusus Menko Marves Jona Widaghdo Putri meminta semua pihak berkontribusi dalam mewujudkan green transportation dalam medukung transportasi menuju penggunaan BEV sesuai aturan hukum yang ada. “Kita nggak bisa jalan sendiri-sendiri lagi,” tegasnya.

Lebih lanjut, selain kebijakan, pemerintah pun mendorong pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sebagai infrastruktur pendukung pengisian ulang KBLBB, baik oleh PT PLN maupun dari pihak swasta. “Kami memerlukan dukungan dari pemerintah daerah, juga bantuan PT PLN sebagai penyedia fasilitas charging,” ucap Asdep Firdausi dalam kesempatan yang sama.

Baca juga:  Kemenko Maritim Berpartisipasi dalam Pameran RITECH Expo Hakteknas 2017

Secara khusus, Bali sebagai wilayah yang sangat bergantung pada sektor pariwisata mengalami fase berat selama masa pandemi. Terkait pelaksanaan G20 di Bali pada Tahun 2022, Pemerintah Provinsi Bali melihat ini sebagai kesempatan bagi Pemerintah Bali untuk menunjukkan produk-produk lokal kepada dunia sebagai komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung green energy dan green product dengan nilai muatan lokal yang tinggi, salah satunya melalui EV. Pemerintah daerah pun telah membuat Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 untuk mendukung akselerasi penggunaan KBLBB di Indonesia.

Sekretaris Komite Percepatan Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai di Provinsi Bali I Kadek Mudiarta pun mengungkapkan, “Di masa mendatang kami ingin ada bus listrik bebasis baterai sebagai pilihan transportasi masyarakat. Hal ini karena pemanfaatan transportasi umum di Bali masih kurang.”

Melanjutkan, Direktur Operasi PT INKA (Persero) Agung Pujo Legowo menyebutkan bahwa perlu diperhatikan lokasi kawasan untuk menentukan tipe kendaraan yang digunakan.

Rakor ini turut dihadiri oleh Managing Director Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Plt. Manajer Sub Bagian Strategi Pemasaran PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali, Vice President Hyundai Asia Pasific–Indonesia, serta Direktur Utama dan Direktur Keuangan PT Wika Industri Manufaktur (Gesits).

Baca juga:  Keynote Speech Menko Kemaritiman & Investasi Luhut B. Pandjaitan pada acara peresmian kerjasama Trans Nusa dengan CALC

Pada malam harinya, Deputi Ayodhia bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Penasehat Menko Jona melakukan pertemuan untuk membahas penggunaan BEV di Pulau Bali. Acara pun ditutup dengan kegiatan foto bersama.

Sebagai informasi, sebelumnya Kemenko Marves bersama PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia telah melakukan test drive rute Jakarta-Bali pada Selasa hingga Rabu (06-08 April 2021). Dalam perjalanan sejauh lebih dari 1.200 kilometer tersebut, EV yang digunakan berhenti di enam titik SPKLU. Lokasi tersebut, antara lain Rest Area Kilometer 207, Rest Area Kilometer 379, Rest Area Kilometer 519A, juga di beberapa dealer mobil Hyundai. Waktu pengisiannya pun bervariasi, mulai dari 40 menit hingga empat jam tergantung daya baterai tersisa dan jenis SPKLU.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel