Berita DeputiFotoDeputi 4

Pemerintah Dukung Pengembangan Wisata Alam Geopark Nasional

Dibaca: 9 Oleh Selasa, 1 Desember 2020Tidak ada komentar
Pemerintah Dukung Pengembangan Wisata Alam Geopark Nasional
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Belitung, Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Kemenko Marves) mendukung pemanfaatan potensi Jasa Lingkungan dalam pengembangan wisata alam Geopark Nasional yang Berkelanjutan. Untuk memantapkan dukungan ini, Kemenko Marves yang diinisiasi oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan mengundang berbagai pemangku kepentingan terkait dalam rapat koordinasi terkait jasa lingkungan dan perhutanan sosial pada Hari Selasa, (01-12-2020).

“Rapat ini dilaksanakan untuk kita agar dapat memahami potensi jasa lingkungan yang ada dan nantinya dapat kita kembangkan di Indonesia, dengan mempelajari Geopark yang telah dikembangkan sebelumnya di Belitung,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Nani Hendiarti.

Rapat yang dilakukan secara langsung dan melalui daring ini dipimpin oleh Asisten Deputi Pengelolaan Produk Kehutanan dan Jasa Lingkungan Farianna Prabandari. Di dalam rapat juga dikoordinasikan usulan calon geopark yang berada di kawasan hutan negara. Geopark merupakan atribut tambahan untuk kawasan hutan tanpa merubah fungsi. Tiga unsur suatu kawasan yang akan memperoleh atribut geopark adalah geodiversity, biodiversity, cultural diversity. 

Geopark merupakan pelestarian sumber daya warisan geologi dan non-geologi yang dapat menyasar pendidikan serta membantu pertumbuhan ekonomi lokal. Pertumbuhan ekonomi lokal dapat diraih dari pemanfaatan jasa lingkungan dan juga wisata dari kawasan geopark itu sendiri.

Baca juga:  Meeting Bersama Mr. Kim Dong Wook Wakil Presiden Kepala Investasi Luar Negeri

Geopark dapat mengubah cara pikir masyarakat dalam mengelola sumber daya alam. Melalui geopark, kawasan konservasi mendapatkan peningkatan nilai tambah. Empat hal utama di dalam geopark adalah warisan geologi, pengelolaan kawasan, jaringan, dan juga visibilitas dari kawasan.

Geopark di Belitung merupakan pemanfaatan lahan bekas tambang yang sebelumnya dipakai untuk memproduksi timah. Untuk dapat menjaga kawasan tersebut maka dibuat geopark sebagai sarana pemanfaatan jasa lingkungan. “Geopark merupakan salah satu cara yang sangat baik untuk kami juga dapat melibatkan masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan. Selain dari geopark, kawasan perhutanan kami juga sudah dikelola dengan baik dan siap untuk dikembangkan,” diungkapkan oleh Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan.

Pengembangan geopark juga dapat menjadi salah satu sarana pengembangan Perhutanan Sosial. Wisata alam adalah komoditas ketiga terbanyak yang dikembangkan oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial. Sehingga, pengembangan geopark juga dapat mendukung pengembangan yang dilakukan oleh KUPS. “Di wilayah Belitung, faktor penunjang bagi wisatanya sudah sangat tinggi, dari segi aksesibilitas, atraksi, akomodasi, dan juga penerimaan masyarakat pada ekowisata yang dibangun. Sehingga, dengan kolaborasi dari berbagai pihak terkait kita juga dapat mendorong percepatan program Perhutanan Sosial,” disampaikan oleh Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Bambang Supriyatno pada kesempatan yang sama.

Baca juga:  Kemenko Maritim Dorong Peningkatan Kualitas SDM Kemaritiman

Dalam rapat ini pula perwakilan dari Taman Nasional Kelimutu dan Betung Kerihun menyampaikan potensi kawasannya untuk kedepannya dapat dikembangkan menjadi kawasan geopark. Hal ini ditanggapi oleh Pengelola Geopark Belitung, perwakilan dari Bappenas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Daerah Bangka Belitung, dan Lembaga Masyarakat yang hadir ke dalam rapat koordinasi ini.

“Diharapkan setelah rapat koordinasi ini kita dapat menghasilkan langkah konkret untuk mendorong keterlibatan pihak-pihak terkait, baik pusat ataupun daerah, untuk dapat bekerja sama secara terintegrasi dan terpadu dalam pengembangan geopark dan perhutanan sosial,” tutup Deputi Nani Hendiarti.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel