FotoBerita DeputiDeputi 5

Pemerintah Gelar Simulasi Protokol Keamanan dan Keselamatan di DPSP Labuan Bajo Awal November

Dibaca: 146 Oleh Selasa, 27 Oktober 2020Tidak ada komentar
Konsep Otomatis
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) terus berupaya mengembangkan kualitas dan daya saing pariwisata nasional, salah satunya dengan memperkuat sistem keamanan dan keselamatan khususnya di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Terkait dengan kesiapan DPSP Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Kemenko Marves melaksanakan Rapat Koordinasi Persiapan Simulasi Protokol Keamanan dan Keselamatan DPSP Labuan Bajo pada Senin (26-10-2020).

“Resiko dari negara yang secara geografis terletak pada ring of fire adalah dibutuhkannya kesiapan dan kehati-hatian terhadap segala bentuk potensi bencana. Kita harus mempersiapkan dan menciptakan Standard Operational Procedures (SOP) bagi setiap lokasi, agar segala sesuatu yang terjadi dapat dimitigasi dengan cepat.” Tegas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat memimpin rapat.

Pada rakor ini, masing-masing kementerian dan lembaga terkait memaparkan progress dan kesiapannya terkait kegiatan Simulasi Protokol Keamanan dan Keselamatan DPSP Labuan Bajo yang akan dilaksanakan pada tanggal 1-2 November 2020. “Tujuan dari simulasi ini adalah untuk memberikan gambaran terkait penerapan keamanan dan keselamatan dalam rangka antisipasi kecelakaan dan bencana. Serta memastikan bahwa perlengkapan, sarana dan prasarana dapat dioperasionalkan sesuai kebutuhan, dan terintegrasi.” Jelas Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito.

Baca juga:  Wawancara Menko Luhut dengan Jawa Pos TV

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Koesbandio menjelaskan bahwa tujuan dari pelaksanaan simulasi adalah untuk memperkuat SOP Pengamanan destinasi pariwisata, serta memperbaiki persepsi keselamatan dan keamanan Indonesia. “Safety and security menjadi top of mind wisatawan saat memilih tujuan wisata.” Ujar Menteri Wishnutama.

Untuk memperluas diseminasi informasi terkait usaha pemulihan destinasi pariwisata ini, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akan mengundang para duta besar negara sahabat serta melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengundang media nasional dan internasional untuk hadir dan menyaksikan langsung persiapan keamanan dan keselamatan di salah satu destinasi wisata di timur Indonesia tersebut.

Menko Luhut menekankan pentingnya sosialisasi secara berkala terutama bagi masyarakat sekitar. “Pemerintah provinsi NTT harus membuat simulasi untuk seluruh NTT. Prosedur bencana untuk warga sekitar harus dikemas dengan sederhana dan praktis agar mudah dipahami warga, serta sosialisasi dapat dilakukan disela-sela aktivitas keseharian masyarakat yang paling mendasar, contohnya di khotbah keagamaan. Ini agar seluruh lapisan masyarakat tahu dan memahami prosedur saat terjadi bencana.” Pungkas Menko Luhut.

Baca juga:  Menko Luhut Memimpin Rapat Pembangunan Pelabuhan Teluk Santong

Turut hadir dalam rakor ini adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Kesehatan, Wakil Gubernur NTT, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Kepala Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), perwakilan dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Kominfo, Kepolisian Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, dan Pemerintah Provinsi NTT.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel