Berita DeputiDeputi 4

Pemerintah Indonesia Raih Dukungan Bank Dunia Atas Komitmen Pengelolaan Lingkungan yang Berkelanjutan

Dibaca: 126 Oleh Sabtu, 12 Februari 2022Februari 14th, 2022Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2022 02 14 at 16.50.01 4
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Jakarta, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Nani Hendiarti mendampingi World Bank Regional Vice President for East Asia and Pacific Manuela V Fero, mengunjungi Pintu Air Manggarai dan Muara Kali Adem Jakarta pada hari Sabtu (12 – 02 – 2022). Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengetahui aliran langsung sampah plastik dan bagaimana sampah ini menumpuk di sungai serta mempengaruhi kondisi kehidupan masyarakat sekitar.

Bank Dunia berkomitmen untuk terus mendukung agenda Pemerintah Indonesia dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan perbaikan kesejahteraan masyarakat melalui beberapa upaya mengatasi pencemaran sampah dan menjaga laut tetap sehat.

Deputi Nani menyampaikan keberhasilan Pemerintah Indonesia dalam mengurangi sampah sesuai amanat Perpres 83 Tahun 2018. Sejak Pepres tersebut ditetapkan, Indonesia sudah berhasil mengurangi kebocoran sampah dari darat ke laut sebesar 28,5% hingga tahun 2022. Capaian ini sangat menggembirakan karena sudah melebihi nilai 2,6% dari target yang ditetapkan sebelumnya.

Baca juga:  Rayakan Hari Segitiga Terumbu Karang Sedunia, Pemerintah Optimis Menjaga dan Memanfaatkan Ekosistem Terumbu Karang

“Pada tahun 2022, kita mempunyai target pengurangan sebesar 38,5%, dan kami yakin jika semua stakeholder bekerja bersama-sama target pengurangan 70% sampah laut akan tercapai pada tahun 2025 atau lebih cepat,” tambah Deputi Nani.

Permasalahan sampah laut juga sampai di lokasi mangrove, khususnya di Suaka Margasatwa Muara Angke, titik dimana rombongan berangkat meninjau Muara Kali Adem Jakarta dengan perahu. Ketika air pasang melanda kawasan, sampah plastik terbawa naik ke kawasan mangrove yang sejatinya diperuntukkan sebagai wisata alam dan zona konservasi mangrove.

“Permasalahan sampah laut ini sejatinya adalah permasalahan trans-boundary, oleh karena itu tidak bisa diselesaikan oleh pendekatan administrasi pusat-daerah semata tetapi diperlukan juga pendekatan yang lebih terintegrasi, kerja-kerja kolaborasi antar sektor, serta dukungan internasional,” urai Deputi Nani.

Terakhir Deputi Nani memberikan apreasiasinya kepada World Bank yang terus mendukung Pemerintah Indonesia dalam menanganani permasalahan sampah laut ini.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Asisten Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Perubahan Iklim dan Kebencanaan Kus Prisetiahadi, World Bank Country Director for Indonesia and Timor Leste Satu Kahkonen dan Portfolio and Operations Manager for the World Bank in Indonesia and Timor-Leste Bolormaa Amgaabazar, serta Founder Waste4Change Mohamad Bijaksana Junerosano.

Baca juga:  Pemerintah Tengah Menyusun Grand Strategy Energi Transisi

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

No.SP-52/HUM/ROKOM/SET.MARVES/II/2022

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel