BeritaFotoSiaran Pers

Pemerintah Indonesia dan Republik Korea Perkuat Kerja Sama di Sektor Kemaritiman

Dibaca: 122 Oleh Rabu, 13 Oktober 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 10 13 at 18.54.10 1
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

 

SIARAN PERS

NO.SP-643/HUM/ROKOM/SET.MARVES/X/2021

Marves – Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan menyambut kedatangan Menteri Samudera dan Perikanan Republik Korea Moon Seong-Hyeok ke Indonesia. Menko Luhut bersama Menteri Moon Seong-Hyeok melaksanakan Billateral Meeting dan Memorandum of Understanding (MoU) (13-10-2021).

“Saya sangat senang menyambut kehadiran Menteri Moon Seong-Hyeok hari ini. Melalui billateral meeting ini, saya harap kolaborasi antara Indonesia dan Republik Korea dapat semakin kuat, utamanya dalam institusi kemaritiman,” buka Menko Luhut dalam pertemuan bilateral.

Secara khusus, dalam pertemuan ini dibahasa mengenai berbagai proyek kerja sama Indonesia dan Republik Korea melalui Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) seperti, restorasi mangrove, penanganan sampah laut, perubahan iklim, dan beberapa isu lainnya terkait kemaritiman. “Saya mengajak Korea bersama Indonesia untuk membangun dunia yang mengutamakan prinsip keberlanjutan untuk generasi mendatang,” ujar Menko Luhut.

Selain melaksanakan pertemuan bilateral, kedua menteri juga melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait Industri Jasa Instalasi Lepas Pantai. MoU ini juga ditandatangani oleh kelima perusahaan yang terkait dalam kerja sama ini, yaitu GasEntec dan Samin MTS dari Korea, serta Elnusa, GTSI, JSK Shipping dari Indonesia.

Baca juga:  Kemenko Maritim Berangkatkan Peserta Mudik Bareng ke Solo dan Jogja

“MoU ini dapat menjadi dasar kerja sama antara Indonesia dan Korea untuk pembongkaran platform lepas pantai yang ditinggalkan. Platform lepas pantai yang tidak terpakai akan digunakan untuk artificial coral reefs, akuakultur, wisata laut, dan pusat penelitian,” papar Menko Luhut.

Empat isu yang dibahas dalam MoU ini adalah pengembangan teknologi terkait industri jasa instalasi lepas pantai, mendorong komunikasi dan kerja sama di sektor swasta, peningkatan kapasitas dan pengembangan sumber daya manusia, dan decommissioning (penutupan fasilitas dan pemulihan lingkungan anjungan migas) dan pemanfaatan kembali pabrik lepas pantai.

“Saya sangat senang adanya meeting dan MoU hari ini. Korea selalu mendukung berbagai kerja sama bilateral dengan Indonesia utamanya  terkait isu kemaritiman. Saya harap berbagai industri dapat terus berkembang melalui kerja sama ini,” ujar Menteri Moon Seong-Hyeok.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel