FotoBerita DeputiDeputi 4

Pemerintah Integrasikan Pengelolaan Sampah Dalam Materi Pembelajaran Sekolah Dasar

Dibaca: 36 Oleh Selasa, 15 Desember 2020Tidak ada komentar
Pemerintah Integrasikan Pengelolaan Sampah Dalam Materi Pembelajaran Sekolah Dasar
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Balige, Untuk melakukan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Toba melaksanakan kegiatan Training of Trainer (TOT) untuk mengintegrasikan pengelolaan sampah dalam materi pembelajaran Sekolah Dasar (SD).

ToT bertema “Sampahku Tanggung Jawabku” ini diikuti oleh 50 orang guru dari 25 Sekolah Dasar yang tersebar di Kabupaten Toba di Balige, Kabupaten Toba pada Senin (14-12-2020).

Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah Rofi Alhanif mewakili Deputi Bidang Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bekerjasama dengan Kemendikbud sejak tahun 2019 telah menyusun modul integrasi pembelajaran pengelolaan sampah untuk Sekolah Dasar dengan tema “Sampahku tanggung Jawabku” dan telah diimplementasikan hampir di 200 SD di berbagai daerah di Indonesia.

Rofi Alhanif menambahkan bahwa Pelaksanaan ToT dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru tentang pengelolaan sampah yang bertanggungjawab dan mengintegrasikan pembelajaran pengelolaan sampah untuk membangun sekolah model dan perilaku siswa serta meningkatkan komitmen sekolah mendukung pemerintah mengurangi sampah hingga 30 persen dan penanganan 70 persen sampah pada tahun 2025. “Ini adalah salah satu pendekatan yang dilakukan untuk memperbaiki tata kelola persampahan yang lebih baik di Kabupaten Toba yang merupakan bagian dari destinasi pariwisata super prioritas,” ujarnya.

Baca juga:  Kemenko Maritim dan Kemendikbud Resmi Luncurkan Festival Film Pendek Kemaritiman dan Festival Film Dokumenter Pelajar 2017

Bupati Kabupaten Toba, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Audi Murphy O Sitorus, memberi arahan sekaligus membuka kegiatan ToT. Dalam arahannya, Audi Sitorus menyampaikan harapannya dan mengajak masyarakat Toba untuk terlibat sepenuhnya dalam menangani permasalahan sampah untuk menyiapkan Toba Sebagai daerah wisata super prioritas. “Salah satunya dimulai dari pendidikan sedini mungkin untuk merubah pola pikir dan perilaku masyarakat terutama generasi muda dalam pengelolaan sampah. Diharapkan melalui kegiatan ini, sekolah-sekolah dapat menjadi penggerak utama dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Toba dan mempengaruhi lingkungan yang lebih luas lagi,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan salah satu dari tiga rangkaian dukungan bagi program pengelolaan sampah secara terpadu di Kabupaten Toba yang merupakan kerjasama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dengan Pemerintah Kabupaten Toba yang didukung melalui dana CSR PTT Exploration and Production (PTTEP).

Atas dukungan PTT Exploration and Production (PTTEP), di Kabupaten Toba akan dikembangkan program pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu sampai hilir. Program ini meliputi upaya perubahan perilaku masyarakat secara dini melalui pendidikan formal di sekolah tingkat dasar, pengembangan circular ekonomi dengan meningkatkan nilai ekonomi sampah melalui pengembangan bank sampah yang sekaligus sebagai bagian dari perubahan perilaku masyarakat, dan bantuan penyediaan 1 unit insinerator pemusnahan residu sampah sebagai langkah paling akhir di hilirnya.

Baca juga:  Rapat Koordinasi Mengenai Solid Waste

“Sebagai Corporate Citizen kami berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan sosial. Sebuah kehormatan bagi PTTEP dapat bersinergi dengan Kemenkomarves dan Pemerintah Daerah Kabupaten Toba dalam mewujudkan Toba sebagai daerah wisata super prioritas di Indonesia. Kami juga telah mendukung program pengelolaan sampah di berbagai daerah seperti pembersihan sampah di Mamuju Sulbar dan pengadaaan unit incinerator di Mamuju dan Lombok NTB,” kata Irwan Mardelis Public Affairs & Relation PTTEP Indonesia.

“Kami berharap ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa Indonesia khususnya masyarakat di Kabupaten Toba dalam membangun masyarakat yang sadar akan pentingnya lingkungan yang bersih dan nyaman,” lanjutnya.

ToT ini akan berlangsung selama 2 hari, dimana para guru akan berkesempatan mempraktikan penggunaan buku panduan Sampahku Tanggung Jawabku dengan pendekatan kreatif dan didukung berbagai media belajar yang ramah anak seperti ilustrasi visual yang menarik, video, lagu, poster berwarna, dan berbagai permainan interaktif. Diharapkan pelatihan ini akan membantu para guru dengan berbagai metode dan media pembelajaran sehingga dapat menerapkan aksi-aksi nyata dan berpartisipasi dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Toba.

Baca juga:  Menko Luhut: Indonesia Harus Maju Kembangkan Teknologi

Biro Komunikasi

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel