FotoBerita DeputiDeputi 4

Pemerintah Libatkan Generasi Muda dalam Penanganan Sampah Laut Melalui EPPIC

Dibaca: 507 Oleh Sabtu, 26 Februari 2022Tidak ada komentar
E181876F 9BC4 43D9 B20A 78A4AF1B723D
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves-Mandalika, Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi melalui Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan bersama dengan UNDP, Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL), Sekretariat Archipelagic and Island States Forum (AIS Forum) dan didukung oleh Pemerintah Provinsi NTB, Norwegian Agency for Development Cooperation (NORAD) dan Kementerian Luar Negeri Norwegia menggelar Consultation Meeting Ending Plastic Pollution Innovation Challenge Indonesia 2022 secara daring pada Jumat (25-2-2022).

Membuka acara tersebut, Asisten Deputi (Asdep) Pengelolaan Sampah dan Limbah Kemenko Marves, Rofi Alhanif mengatakan sesuai dengan komitmen pemerintah dalam menangani sampah laut, Pemerintah Indonesia selalu berupaya untuk mengembangkan inovasi – inovasi baru dan kolaborasi antarnegara dalam menangani isu sampah laut ini, salah satu contoh kongkrit adalah melalui kompetisi Ending Plastic Pollution Innovation Challenge (EPPIC). Kegiatan ini merupakan sebuah kompetisi di tingkat Asia Tenggara yang bertujuan untuk menjaring inovasi penanganan sampah plastik di laut.

Asdep Rofi menjelaskan, penyelenggaraan EPPIC di Indonesia dan Filipina (Tahap 2) menerima 144 proposal dari 7 negara Asia Tenggara (Singapura, Vietnam, Kamboja, Filipina, Indonesia, Malaysia, dan Thailand). 18 finalis terpilih telah melewati program inkubasi selama 9 minggu dan telah melakukan final pitching untuk memilih 2 pemenang terbaik masing-masing negara untuk mengimplementasikan ide mereka dalam akselerasi 9 bulan dan menerima pendanaan awal sebesar USD 18.000.

Baca juga:  Menko Maritim Luhut Menjadi Narasumber Dalam Seminar Politik Mamre-Permata GBKP Klasis Jakarta-Banten

Alterpacks dan Siklus terpilih sebagai pemenang di kompetisi EPPIC Tahap 2. Saat ini, dua juara untuk Indonesia ini akan mengikuti Impact Acceleration untuk menerapkan dengan efektif dan efisien solusi inovatif yang mereka miliki untuk mengatasi masalah sampah plastik di Mandalika,” Jelas Asdep Rofi

Asdep Rofi mengatakan bahwa permasalahan sampah merupakan permasalahan global dimana pihak internasional maupun regional antar negara melalui inisiatif dan strategi dalam upaya memerangi isu sampah laut ini, seperti yang tertuang dalam SDG 14 (Life Below Water) and SDG 12 (Responsible Production and Consumption).

“Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi 70% sampah di laut pada tahun 2025 dengan menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 83 tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut,” ungkapnya.

Pemerintah pusat saat ini tidak dapat berdiri sendiri dan membutuhkan kerjasama dari banyak dan lintas pihak dalam mengurangi sampah laut ini, khususnya sampah plastik. Peran serta masyarakat, NGO, swasta, akademisi dan industri, khususnya keterlibatan generasi muda merupakan hal yang paling utama.

Baca juga:  Pemerintah Gandeng Lintas Pemangku Kepentingan Luncurkan Gerakan Kemitraan Plastik Nasional

“Saya mengapresiasi para pihak terkait untuk mendukung dan membantu kedua pemenang EPPIC ini untuk menerapkan ide dan inovasi kreatif mereka di Mandalika. Semoga program pengelolaan sampah yang akan mereka kerjakan di Mandalika dapat berjalan dengan lancar dan dapat bermanfaat dari aspek sosial, ekonomi dan lingkungan kepada masyarakat lokal, perempuan dan pemuda di Mandalika,” pungkas Asdep Rofi.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

No.SP-72/HUM/ROKOM/SET.MARVES/II/2022

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel