ArtikelBerita Deputi

Pemerintah Matangkan Rencana Pembangunan Jaringan Pelabuhan Terpadu

Oleh 08 Mar 2019 Maret 10th, 2019 Tidak ada komentar
Pemerintah Matangkan Rencana Pembangunan Jaringan Pelabuhan Terpadu
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Maritim—Jakarta, Rencana pemerintah untuk membuat jaringan pelabuhan terpadu dan terintegrasi di tujuh pelabuhan di Indonesia segera diimplementasikan. Salah satunya adalah dengan menggelar rapat koordinasi membahas konsep jaringan pelabuhan terintegrasi/ integrated port network di Jakarta, Rabu (6-3-201).

Rakor yang diinisiasi oleh Kemenko Bidang Kemaritiman ini diikuti oleh beberapa pemangku kepentingan antara lain dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, Pelindo I, II, III, IV, INSA serta pakar profesional.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin yang memimpin rakor menyatakan pentingnya rakor tersebut untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak terkait berbagai konsep dan perkembangan terkini terkait dengan pengelolaan pelabuhan, perdagangan dan juga sistem logistik nasional. “Untuk membuat sistem logistik nasional yang efisien transportasi intermoda dan multimoda harus terkoneksi hingga ke pelabuhan rakyat dengan melakukan integrasi pembangunan backbone dan intermoda,” ujar Deputi Ridwan melanjutkan penjelasan tentang pentingnya pembangunan jaringan pelabuhan yang terintregrasi.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Ir. Wismana Adi Suryabrata mengusulkan konsep Integrated Port Network yang berdasar pada tiga pilar strategis. “Yang paling penting adalah kita harus memiliki standardisasi infrastruktur, suprastruktur dan pola operasional di 7 pelabuhan utama, integrasi kawasan industri dengan pelabuhan, dan membentuk aliansi pelayaran untuk efisiensi operasional jaringan pelayaran melalui peningkatan ukuran kapal dan aktivasi rute pendulum (looping service),” bebernya.

Implementasi Integrated Port Network (IPN) ini sendiri, menurutnya akan didasarkan pada sebuah Peraturan Presiden/Perpres. “Didalam Perpres tersebut akan dibentuk sebuah gugus tugas yang terdiri dari steering committee (terdiri dari elemen-elemen Pemerintah) dan business committee (perusahaan-perusahaan pelabuhan, pelayaran, dll),”tambah Deputi Wismana.

Lebih jauh, dalam kesempatan itu, Pelindo I,II, III dan IV sebagai pelaku di lapangan memberikan berbagai masukan teknis terkait dengan penurunan masa putar balik kapal, strategi pemanfaatan pelabuhan kecil sebagai pelabuhan pengumpan muatan balik yang membawa komoditas dari daerah terpencil melalui tol laut ke pelabuhan utama serta pengembangan pelabuhan nasional menjadi internasional berdasarkan kondisi alur.

Kesimpulan terakhir yang disepakati oleh peserta rakor adalah pentingnya konektifitas sistem logistik nasional agar pertumbuhan perekonomian diluar Pulau Jawa dapat dipercepat. “Sehingga dalam waktu dekat kita perlu segera memprioritaskan penyusunan standardisasi dan integrasi pelabuhan termasuk integrasi pelayaran,” pungkas Deputi Ridwan. Selain itu, disepakati pula untuk mempertimbangkan pengembangan pelabuhan yang terintegrasi di kawasan ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) II di bagian selatan.

Sebagai informasi, selain untuk mengurangi biaya logistik dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia timur, tujuan pemerintah untuk membangun jaringan pelabuhan terintegrasi yang terpenting adalah untuk mengurangi dominasi Singapura yang selama ini menjadi pelabuhan penghubung inetrnasional. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan sendiri sebelumnya telah merinci tujuh pelabuhan yang akan disiapkan menjadi hub pelabuhan terintegrasi. Pelabuhan yang tersebar dari barat ke timur itu antara lain Pelabuhan Kuala Tanjung/Belawan (Sumatera Utara), Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Jawa Timur), Kijing (Kalimantan Barat), Bitung (Sulawesi Utara), Makassar (Sulawesi Selatan), dan Sorong (Papua). (**)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel